GOdog BLOG

Sumber: Z. At-Tubany/G. AA

Karakter Juz 1 – 30

Posted by indra on July 9, 2011

Juz 30
Juz terakhir Al Quran ini mengandung surah terbanyak dibanding juz-juz yang lain. Artinya orang yang membawa karakter juz 30 mempunyai multi karakter.

Lambang huruf hijaiyyahnya Yaa, yang berarti inti, kandungan, dasar. Huruf Yaa merupakan huruf yang dinamis dan paling muncul dan berbaur dengan huruf lain membentuk sebuah kata. Begitu pula dengan karakter orang yang berjuz 30, dinamis dan bisa berbaur dengan siapa saja, namun yang harus diwaspadai adalah pengaruh atau dampak dari lingkungan. Dengan ungkapan lain, ia mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Karena, huruf Yaa cenderung mengikuti gerak huruf yang ada sebelum dan sesudahnya, berbeda dengan alif.

Orang yang membawa karakter juz 30 dalam menghadapi segala hal tidak banyak komentar atau bicara dan langsung kepada inti permasalahannya. Boleh dikatakan ia “to the point”, orangnya. Namun, bila sudah berbicara sepertinya ia tak pernah kehabisan kata. Sampai-sampai orang lain tidak diberikan kesempatan.

Juz 30 memiliki surah terbanyak. Tapi ayatnya pendek-pendek dan mudah dilafalkan serta cukup mengakomodir contoh bacaan pada kaidah-kaidah tajwid, sehingga memudahkan bagi orang yang baru belajar membaca Al Quran. Itulah alasan kenapa juz 30 selalu dijadikan patokan belajar Al Quran tahap dasar. Hal ini juga menggambarkan karekter orang juz 30, kadang kala ia tidak mau berfikir panjang. Cepat mengambil keputusan, yang kadang kala keputusan itu justru merugikan dirinya.

Berdasarkan Surah

Ada 37 surah yang mengisi juz 30. Surah ke-1, An Naba’ (78), artinya berita besar Orang yang berjuz 30 tidak pernah kehabisan bahan omongan. Dengan kata lain, ada saja yang dibicarakannya.

Jika surah ini dominan, maka ia tak jarang suka membesar-besarkan masalah yang sepele dan suka mendramatisir sesuatu ia pandai mengemas sesuatu yang sebenarnya tidak menarik untuk disampaikan menjadi menarik, hal ini bisa negatif dan positif. Ia bisa menghembuskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.

Surah ke-2 An Nazi’aat (79) yang berarti malaikat pencabut. Orang yang berjuz 30 jika sudah merasa cocok dan menyenang sesuatu, maka ia tidak akan berpaling darinya. Begitu pula bila membenci sesuatu, apapun yang berhubungan dengan apa yang ia benci, ia tidak akan menyukai. Terlebih sesuatu yang menyangkut harga dirinya.

Apabila surah ini dominan pada orang yang berjuz 30, ada baiknya ia merubah sedikit demi sedikit sebagaimana yang diisyaratkan oleh jumlah ayat An Nazi’at, yaitu dari ayat 1 sampai 46 yang merujuk pada surah Al Ahqaaf, artinya bukit-bukit pasir. Secara simbolik, bukit pasir mengisyaratkan sebuah perubahan.

Hadis Nabi SAW yang mengatakan: “cintai atau senangilah segala sesuatu secara biasa-biasa saja, siapa tahu dikemudian hari (berubah) menjadi sesuatu yang kamu benci (musuh), dan bencilah sesuatu secara biasa-biasa saja, siapa tahu dikemudian hari (berubah) menjadi sesuatu yang kamu senangi atau cintai”.

Surah ke-3, Abasa (80), artinya orang yang bermuka masam. Boleh dikatakan, jika orang yang berjuz 30 tidak menyukai sesuatu, maka untuk mendengar saja ogah. Perasaan hatinya dapat terpancar dari mimik mukanya.

Sebaiknya, ia melakukan “silaturahmi” untuk melakukan klarifikasi dan menjelaskan duduk perkaranya, kenapa sampai timbul rasa tidak suka. Isyarat ini jelas tersirat dari jumlah ayat Abasa, yaitu dari 1 sampai 42 yang tersubtitusi As Syuura (musyawarah) dalam urutan surah.

Surah yang ke-4, At Takwiir (81), artinya menggulung. Orang yang berjuz 30 memiliki potensi apa yang ia katakan mudah diterima oleh orang lain. Dalam konteks menjalankan sebuah peraturan, ia juga sangat tegas. Baginya siapapun yang melanggar harus ditindak tanpa pandang bulu. Disisi lain, terkadang ia merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya, karena ayat At Takwir berjumlah 29. Surah yang ke 29 Al Ankabut.

Surah yang ke-5, Al Infithar (82), artinya terbelah atau ledakan. Orang yang berjuz 30 dinamis dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jika ia wanita, maka ia akan memakai pendekatan “keibuan” dalam beinteraksi. Hal ini bisa dipahami dari jumlah ayat surah Al Infithar, yaitu 19. Surah yang ke 19 Maryam. Karena Al Infithar juga bermakna ledakan, dalam berbicara sering kali meledak-ledak dan sampai kita susah untuk mengendalikannya.

Surah yang ke-6, Al Muthaffifin (83), artinya orang yang berbuat curang. Orang yang berjuz 30 pandai berstrategi. Secara naluriah, ia mengetahui bagaimana cara menghadapi setiap orang. Hal ini dilatarbelakangi oleh motivasinya yang kuat untuk selalu bersikap “empati” terhadap semua orang, karena ayat surah Al Muthaffifin berjumlah 36 ayat (Surah Yasin). Bila sifat ini dominan, ia akan melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Surah yang ke-7, Al Insyiqaq (84), artinya terbelah. Dikatakan bahwa karakter juz 30 merupakan refleksi dari karakter 29 juz lainnya. Artinya, secara kapasitas, ia bisa bergaul dengan siapa saja dan berbaur dengan karakter orang yang dihadapinya sehingga ia bisa merasakan seperti apa yang dirasakan oleh orang yang dihadapinya.

Dari rasa empati yang tinggi terhadap orang lain dan kepedulian yang mendalam, ia dapat mengidentifikasi masalah dengan baik , sebab jumlah ayat Al Insyiqaq berjumlah 25 (Al Furqan).

Kemampuannya membantu memecahkan masalah orang lain sering dianggap remeh oleh orang-orang di sekelilingnya. lni bisa terlihat pada surah yang ke-8 Al Buruuj (85), artinya gugusan bintang. Selain itu, is juga sering berangan-angan terlalu tinggi dan over estimate (terlalu optipis dalam melihat sesuatu), karena jumlah ayat Al Buruuj adalah 22 ayat (surah ke-22 ialah Al Hajj).

Surah ke-9, At Thariq (86), artinya yang datang dimalam hari. Jumlah ayatnya 17 yang merujuk pada surah Al Isra. Antara makna surah dengan jumlah ayat yang disubtitusikan kedalam urutan surah saling berkaitan. Al Isra sendiri berarti perjalankan di waktu malam. Bisa jadi ini merupakan sebuah isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 30 harus banyak menggunakan waktu malamnya sebaik mungkin demi mencapai kesimbangan hidup. Kedua surah tersebut juga merupakan bukti unsur spiritualitas mengalir deras dalam dirinya.

Memang terkadang orang yang berjuz 30 bicaranya tinggi dan cenderung tidak mau mengalah. Wajar, surah berikutnya yang ke10 Al Ala (87), berarti tempat tertinggi. Bila surah ini dominan, is akan menjadi seseorang yang sombong. Seolah-olah semua sudah diketahuinya.

Ia juga memiliki sifat yang destruktif (merusak). Jika kepentingannya diusik, Ia berpotensi untuk mengacak-acak tatanan yang sudah ada. Lebih baik hancur bersama-sama dari pada kita yang hancur. Sifat ini berkaitan dengan kemampuannya membungkus maksud dan tujuan dalam rangka berstrategi. Karakter ini merupakan pengaruh surah Al Ghasyiah (surah ke-88).

Ia juga menyukai hal-hal baru dan perubahan dalam segala hal. Oleh sebab itu, is cepat bosan. Surah yang ke-12 Al Fajr (89) dengan jumlah ayat 30 (Ar Ruum) merupakan indikasinya. Ketika rasa bosannya timbul, jangan coba untuk memaksanya, bisa dipastikan ia akan mencak-mencak.

Surah ke-13, Al Balad (90), artinya negeri dengan jumlah ayat 20 (Thaha) Layaknya sebuah Negara, mempunyai tatanan dan aturan main, begitu pula dengan orang yang berjuz 30, konsisten dengan peraturan. Negatifnya, jika ia amati peraturan sudah tidak layak lagi, maka ia akan membuat peraturan sendiri atau dengan kata lain ia akan berbuat seenak perutnya sendiri.

Ia ingin selalu memberi penerangan pada orang-orang disekelilingnya layaknya matahari. As Syams (91) dengan jumlah ayat 15 (Al Hijr), merupakan surah ke-14 pada juz 30. Namun terkadang ia memaksakan pendapatnya untuk diikuti oleh orang lain.

Orang yang berjuz 30 adalah sosok misterius sebagaimana malam dengan segala sesuatu yang ada dibalik gelapnya. Terbukti dari keberadaan Al Lail (92) dengan jumlah ayat 21 (Al Anbiya), adalah surah ke-15 pada juz 30. Para Nabi juga lazim menggunakan waktu malam hari untuk melakukan munajat dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Surah ke-16, Ad Dhuha (93) dengan jumlah ayat 11 (Hud). Artinya orang yang berjuz 30 pantang menyerah dalam mencapai tujuannya dan bisa memotivasi dirinya sendiri. Didukung dengan unsur Al Anfaal (surah ke 8) yang merupakan jumlah ayat berikutnya yaitu Al Insyirah atau Alam Nasyrah (94) dan At Tiin (95), Al Bayyinah, Az Zalzalah, At Takatsur.

Surah ke-17, Al Insyirah (94), artinya melapangkan atau pencerahan. Seperti sudah dijelaskan diawal, orang yang berjuz 30 ingin selalu memberi “sesuatu” yang positif pada orang lain.

Surah ke-18, At Tiin (95), artinya buah tin. Orang yang berjuz 30 bisa menjadi seperti buah tin yang manis dan bermanfaat bagi orang lain. Surah ini bisa menjadi pemicu semangatnya. Tapi, buah ini akan bisa dirasakan bila melalui proses tekanan. Semakin banyak tekanan yang dihadapi orang juz 30, semakin matang dalam menghadapi masalah.

Surah ke-19 Al Alaq (96) 1 sampai 19 (Maryam). Maknanya, secara fitrah dan empiris, jika is berjenis kelamin perempuan, memiliki potensi untuk menjadi istri yang “waluud” yaitu bisa melahirkan banyak anak dan selanjutnya menjadi ibu yang baik bagi mereka. Disisi lain, ia selalu melihat sesuatu berdasarkan inti permasalahannya.

Surah ke-20, Al Qadr (97) dengan jumlah ayat 5 (Al Maidah) memberikan isyarat bahwa orang yang berjuz 30 bisa menerima apa adanya dan tidak terlalu neko-neko. la juga tidak suka berspekulasi. Baginya, bicara sesuatu harus ada buktinya. Sifat ini merupakan pengaruh dari surah Al Bayyinah  (98), urutan surah ke-21.

Surah berikutnya yang ke-22, Az Zalzalah (99), artinya kegoncangan. Orang yang berjuz 30 kadangkala mengalami semacam “kegoncangan” jika apa yang menjadi keinginannya tidak tersalurkan dengan baik.

Surah ke-23, Al ‘Adiyaat (100) dengan jumlah ayat 11 (Yunus). Orang yang berjuz 30 ingin selalu mencapai tujuannya dengan cepat. Terkadang ia lupa, bahwa segala sesuatu tidak dapat dicapai serta merta melainkan harus melalui sebuah proses.

Al Qari’ah (101) berayat 11 (Yunus) adalah surah ke-24, merupakan penegasan dari surah-surah sebelumnya yang berarti Kiamat (kehancuran, destruktui).

Orang yang berjuz 30 menyukai sesuatu yang gemerlap (harta). Seringkali ia merasa sangat kehilangan sampai berhari-hari ketika ada barang miliknya hilang. Menariknya, At Takatsur (mengumpulkan dan memperbanyak harta) surah yang ke-25 jumlah ayatnya 8, yaitu surah Al Anfal (harta rampasan perang), berbicara tentang harta juga.

Surah ke-26 Al ‘Ashr (103), artinya masa. Orang yang berjuz 30 jika telah asik dengan pekerjaanya, ia akan lupa segalanya. Surah ke-27 Al Humazah (104), artinya pengumpat. Orang yang berjuz 30 akan mengatakan apa adanya, sekalipun kata-katanya menyinggung perasaan orang lain. la juga suka berkomentar terhadap apa yang dilakukan orang lain.

Surah yang ke-28 Al Fill (105), artinya gajah. Orang yang berjuz 30 kadang- kadang letoy dan lambat dalam menyikapi sesuatu. Surah yang ke-29 Al Quraisy (106), artinya kaum Quraisy. Orang yang berjuz 30 memiliki bakat pada bidang perniagaan. la juga pandai bernegosiasi.

Surah yang ke-30, Al Ma’uun ( 107), artinya barang yang berguna. Orang yang berjuz 30 suka mengkoleksi sesuatu yang mungkin bagi orang lain tidak menarik. Surah yang ke-31 Al Kautsar (108), telaga Kautsar. Orang yang berjuz 30 mempunyai potensi untuk memberikan nasehat atau kata-kata yang sejuk bagi orang lain. Dengan kata lain, apa yang ia katakan mudah dipercaya orang.

Namun, terkadang ia suka menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan kepada orang lain, karena surah yang ke-32 Al Kafiruun (109). Sayangnya, ketika bergaul ia cenderung menganggap sebuah permainan, sehingga akhirnya harus ada yang menang dan kalah, karena surah yang ke 33 An Nasr (110).

la juga bersikap temperamental dan mudah terpancing emosinya, karena surah yang ke-34 Al Lahab (111), artinya gejolak api. Surah yang ke 35 Al Ikhlas (112). Artinya ikhlas (bertauhid). Orang yang berjuz 30 disisi lain sangat pengertian. Surah yang ke-36 Al Falaq (113) artinya waktu shubuh. la juga tipe orang yang bersemangat dalam melakukan sesuatu. Surah yang ke-37 An Naas (114), artinya manusia. la tidak mengalami masalah dalam hal bersosialisasi dengan siapa saja.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, dapat diketahui dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 .pada juz 30. Total berjumlah 94 ayat. Kalau kita subtitusikan angka 94 dalam urutan surah Al Quran, maka kita akan dapatkan surah Al lnsyirah.

Maknanya, orang yang membawa karakter juz 30 mempunyai kapasitas untuk memberikan pencerahan kepada orang lain dan membantu menyelesaikan masalah mereka. Oleh sebab itu, ia sangat berbakat menjadi seorang konsultan.

Negatif/Positif

Negatif/positif, dipahami dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13, yaitu 91 ayat yang merujuk pada surah As Syams (matahari). Artinya orang yang berjuz 30 suka memaksakan kehendak pada orang lain.

Jalan Keluar

Jalan keluar, bagaimana cara orang yang berjuz 30 menyelesaikan masalahnya, tersirat pada jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15, yaitu 48 ayat. Surah ke 48 Al fath (pembukaan). Artinya ia selalu banyak ide dan gagasan baru.

Boleh dikatakan dalam mencari terobosan-terobosan baru, ialah ahlinya. la pantang menyerah. Tapi kadang kala pengaruh surah inilah yang membuatnya ingin menang sendiri.

Dasar

Pada dasarnya, orang yang berjuz 30 menganut paham hitam dan putih dalam melihat sebuah permasalahan. Karakter dasar ini tersirat pada jumlah ayat pda halaman terakhir juz 30, yaitu 25 yang merupakan surah Al Furqan (pembeda). Dalam pandangannya, sebuah permasalahan harus dilihat dari sisi benar atau salah. Surah ini juga yang membuatnya sering dihadapkan pada kondisi dilematis.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang berjuz 30 terletak pada organ THT. Selain itu, organ lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah jantung dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan darah. Organ lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah lambung.

Kekurangan

Suka memaksakan kehendak pada orang lain, ingin menang sendiri dan merasa paling benar, susah menyembunyikan perasaan, suka terburu-buru atau tidak sabar, mudah terbawa suasana, cepat bosan, temperamental.

Kelebihan

Sosial, daya spriritualitas tinggi, loyal, pandai beradaptasi, cepat dan tanggap menghadapi masalah, dinamis, pandai bernegosiasi, bisa memberikan pencerahan kepada orang lain, ahli mencari terobosan baru.

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 29

Juz 29 dilambangkan dengan huruf Hamzah. Hamzah adalah huruf ke29. ‘Ain ke-29 dalam Struktur ‘Ain, berarti gejolak atau strategi. Indikasi awal dari karakter orang yang berjuz 29, ia merupakan sosok ahli strategi sejati. Ide-ide brilian kerap muncul dari dirinya, bahkan ia akan susah tidur jika ide atau gagasannya belum bisa terealisasikan.

Kegalauan akan selalu menghantui dirinya. Dan jika tidak segera ditanggulangi, ia akan rentan sekali terkena gangguan kesehatan. Ada baiknya jika seorang juz 29 belajar bersabar dan mengontrol diri. Memang tidak mudah. Namun bukan hal yang mustahil dilakukan apabila orang yang membawa karakter juz 29 membiasakan diri menyelesaikan masalahnya sendiri dan belajar bersabar dari orang lain.

Huruf hamzah juga mencerminkan orang yang berjuz 29 merupakan sosok yang kuat secara pribadi. Artinya ia bisa bergaul dengan siapapun dan dari golongan apa saja. Namun ia tidak akan terpengaruh oleh mereka betapapun mereka berusaha dan mencoba mempengaruhinya. Seorang Juz 29 bisa menempatkan dirinya sesuai dengan situasi dan kondisi. Ia bisa di bawah juga bisa di atas. Hal ini terbukti dari karakter huruf hamzah yang selalu bertengger di atas alif dan tak jarang pula mengalah dan bersedia menyangga alif dari bawah.

Berdasarkan Surah

Dari 11 surah yang mengisi juz 29, mengindikasikan orang yang berjuz 29 sangat sensitif dan peka terhadap lingkungan di sekelilingnya. Selalu ada perasaan yang muncul dari dalam dirinya untuk berbuat sesuatu yang positif bagi lingkungannya. Hal ini bisa dimaklumi, karena ‘ain 11 bermakna tali rasa atau perasaan.

Surah pertama, QS. Al Mulk (67) dari ayat 1 sampai 30. Al Mulk berarti kerajaan. Kerajaan merupakan simbol “unggah ungguh” atau tata krama. Artinya orang yang membawa karakter juz 29 cenderung formal dan mengikuti aturan, termasuk dalam bergaul dan berbusana.

Ia juga cermin dari sosok pribadi yang tangguh dan kuat. Namun, seringkali ketangguhan yang ada pada dirinya menggiring pada sikap tak mau kalah dalam segala hal. Oleh sebab itu, ia harus belajar mengerti orang lain. Hal ini bisa dimengerti dari jumlah ayat surah Al-Mulk yaitu 30 ayat yang merujuk pada surah Ar-Ruum (bangsa Romawi) yang juga merupakan bangsa yang menganut sistem kerajaan.

Sebagaimana sebuah negara yang memiliki aturan, kadang kala orang juz 29 membawa aturan yang ada pada dirinya pada lingkungan dia berada. Di sinilah kesan tak mudah menuruti kemauan orang nampak sekali.

Dalam kerajaan memiliki tingkatan. Bila ia merasa dirinya raja, ia akan menjadi seseorang yang semena-mena dan bertindak sesuka hatinya. Ia bisa menjadi seseorang yang kejam dan menghalalkan segala cara guna mewujudkan keinginannya. Namun tidak semua orang juz 29 bersifat seperti ini. Ada sisi-sisi positif yang bisa dilihat.

Berikutnya, surah yang kedua Al-Qalam (68) dari ayat 1 sampai 52, Maknanya, orang yang berjuz 29 seorang yang dinamis dan suka berpetualang. Ia menyukai sesuatu yang tidak biasa dan ada tantangannya. Namun, ia tidak terlalu suka diatur-atur. Dengan berbekal titik 11 yang ada padanya, ia sudah dapat mengerti apa yang harus dilakukannya sehingga tidak memerlukan banyak instruksi atau perintah.

Kesan pertama jika bertemu dengannya, seolah-olah garang dan terlihat sombong. Namun, jika kita sudah mengenalnya, kesan itu akan sirna dengan sendirinya. Hal ini bisa dipahami dari jumlah ayat surah Al Qalam yaitu 52 ayat. Surah ke 52 adalah At Thuur yang berarti bukit. Kesan garang dan sombong seringkali dominan karena unsur At-Thuur terulang dua kali, yaitu jumlah ayat surah berikutnya yaitu Al Haaqah juga 52 ayat.

Al-Haaqqah sendiri berarti kehancuran atau nama lain dari hari kiamat. Surah Al-Haaqqah menceritakan tentang kaum-kaum sebelum Nabi SAW dan adzab yang mereka terima karena mendustakan ayat-ayat Allah. Makna yang berhubungan dengan karakter, orang yang berjuz 29 dalam keadaan tertentu akan sangat tega atau “raja tega” jika ia menganggap orang lain melakukan kesalahan atau melanggar aturan. Ia tegas dan tak akan pandang bulu dalam menerapkan sebuah aturan.

Sudah dijelaskan di atas orang yang berjuz 29 terlihat sombong, namun bukan berarti ia sombong. Makna lain, ia akan menemukan dirinya dan bisa dengan bebas mengaktualisasikan potensi yang ada padanya jika ia menempati posisi yang tinggi atau berperan sebagai seorang pemimpin.

Dengan kata lain, secara fitrah ia sudah dibekali dengan talenta seorang pemimpin. Nilai keadilan dan ketegasan telah ia punyai. Inilah makna Al Ma’arij (70). Dimulai dari ayat 1 sampai 44. Kalau kita konversikan ke dalam urutan surah Al Quran, surah ke-44 adalah surah Ad Dukhan, artinya Kabut. Bagi orang yang berjuz 29, dalam mencapai apa yang diharapkan ia tidak dengan mudah ditebak keinginannya. Disinilah kekuatannya. Ia pandai menyamar. Sisi lain ia tidak mau berspekulasi.

Surah selanjutnya adalah Nuh. QS. Nuh (surah ke-71) dari ayat 1 sampai 28. Sedangkan surah Nuh, membawa pengaruh pada dirinya untuk selalu melakukan “penyelamatan” dalam arti yang luas. Inilah yang harus disadari olehnya. Terkadang ia memaksakan diri berbuat baik kepada orang lain di luar batas kemampuannya. Ia senantiasa mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi apa yang ada di depannya.

Surah ke-28 Al Qashash, yaitu cerita-cerita. Bila dikaitkan dengan surah Nuh, maka dalam bercerita atau menerima informasi, harus seimbang. Ia tidak akan mudah begitu saja mempercayai cerita orang lain sebelum mendapatkan cerita dari orang lainnya.

Seorang juz 29 juga memiliki kepekaan spiritual yang tinggi. Hal ini bisa terlihat dari adanya surah Al Jin (72) dari ayat 1 sampai 28. Selain gandrung pada ilmu, ia juga menyukai “ngelmu” atau olah spiritual. Sebagaimana sifat Jin, mereka tak pernah terlihat. Namun kita meyakini keberadaan mereka. Inilah yang senantiasa menjadi kontradiksi pada dirinya. Bila ini menjadi hal yang dominan bagi orang juz 29, ia akan dengan mudah mempercayai sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya. Malah bisa menjadi percaya yang berlebihan.

Namun, tidak banyak orang yang berjuz 29 menyadari akan potensi-potensi yang terdapat padanya. Dua surah inilah indikatornya, yaitu surah Al Muzzammil (73) dari ayat 1 sampai 20 dan surah Al Mudatsir (74) dari ayat 1 sampai 56.

Di sisi lain, ia merupakan pribadi yang tak mudah mengungkapkan keinginannya. Ia hanya akan terbuka kepada orang yang dianggapnya akrab dan dekat. Namun jangan heran, jika ia telah bersedia membuka diri, orang lain pun akan kewalahan melayani pembicaraannya.

Secara intelektual dan spriritual orang yang berjuz 29 memiliki kelebihan, tetapi kedua hal tersebut tak banyak berarti jika sifat malasnya dominan. Sifat ini merupakan pengaruh surah Al Muzzammil dan Al Mudatsir yang mempunyai makna yang sama, yaitu orang yang berselimut.

Orang yang berjuz 29 sangat teguh memegang prinsip. Indikasinya adalah Al-Qiyamah (75) dari ayat 1 sampai 40. Selain bermakna kiamat atau kehancuran, surah Al-Qiyamah juga bermakna sesuatu yang pasti terjadi dan sesuatu yang kokoh berdiri. Hal ini semakin diperkuat dari jumlah ayat surah Al-Qiyamah yaitu 40. Surah ke 40 Al-Mukmin yang berarti orang yang beriman. Tak terkecuali dalam hal keimanan, ia akan teguh dalam mempertahankan apa yang diyakininya. Negatifnya, jika apa yang diyakininya ternyata tidak benar, maka perlu proses lama untuk merubahnya dan tidak mudah.

Ia juga mudah sekali percaya pada orang lain, oleh karena itu ia harus berhati-hati dalam masalah ini. Selanjutnya surah Al-Insan (76) dari ayat 1 sampai 31. Orang yang membawa karakter juz 29 memiliki potensi bijaksana. Ia juga memiliki potensi 13 titik psikis yang ada dalam tubuh manusia. Tak heran jika ia memiliki ketahanan psikis yang kuat sehingga jarang terkena gangguan kesehatan.

Surah terakhir Al-Mursalat (77), artinya malaikat yang diutus. Maknanya, orang yang berjuz 29 memiliki mobilitas tinggi. Artinya ia dapat dengan cepat bergerak kesana kemari dengan kondisi tetap prima. Dimulai dari ayat 1 sampai 50. Surah ke 50 Qaaf yang berarti kepala dalam struktur ‘ain. Dengan mobilitas yang dimilikinya, ia berpotensi menemukan ide atau gagasan baru.

Seorang pemimpin juga dituntut mempunyai sifat dan karakter ini. Malaikat yang diutus akan melakukan apa saja yang diperintahkan Allah. Sama halnya dengan orang juz 29, ia akan melakukan apapun yang diperintahkan seseorang yang dianggapnya mampu menguasai dirinya.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak), 14 (rencana. Langkah awal), 1. Kombinasi ketiga angka tersebut merupakan isyarat orang yang membawa karakter juz 29 selalu dihantui ide dan gagasan-gagasan baru. Boleh dikatakan diamnya orang yang berjuz 29 bukan sembarangan atau sekadar ngelamun tak tentu arah, tetapi bisa jadi ia sedang memikirkan rencanarencana strategis untuk mewujudkan ide atau gagasannya. Idenya tak lepas dari masalah lingkungan dan kemanusiaan, karena ‘ain 1 masih berhubungan dengan `ain 23. Namun, rencana itu kadang lama untuk direalisaikan

Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata), 16 (esensi), 2 (analisis, mata) dan 24 (kaitan, penunjuk arah). Dalam proses menganalisis sesuatu, orang yang berjuz 29 lebih cenderung mulai dari hal yang sifatnya mendasar, karena ia yakin, suatu masalah tak akan bisa terlepas dari pokok atau dasarnya. Baginya, tak ada asap kalau tak ada api. Dengan demikian, ia bisa langsung menemukan inti atau pokok permasalahannya.

Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 33 (skala prioritas), 1 (otak), 25 (lingkungan). Dan jajaran angka tersebut, terlihat jelas bagaimana orang yang berjuz 29 berbicara. Ia lebih banyak mengamati dan tak banyak bicara. Ia baru akan angkat bicara jika menurutnya sudah perlu. Dari keberadaan ‘ain 25 di ‘ain 3, dapat dimengerti jika ia juga selalu mempertimbangkan lingkungan dalam hal bicara. Maksudnya, ia bisa menyesuaikan dengan siapa ia berbicara dan tepatkah situasi dan kondisinya.

Selain itu, ia dapat mempresentasikan dengan baik apa yang ada dipikirannya. Skala prioritas ini menurut standar dirinya. Jadi bila seseorang yang memerlukannya, orang tersebut bisa menjadi prioritas kesekian dalam hidupnya.

Ain 4

Angkanya adalah 4 (rangka), 19 (pemecahan masalah), 2 (mata), 26 (modal, potensi). Sinergi rentetan angka tersebut memberi isyarat kepada kita kalau orang yang berjuz 29 tipe orang yang tidak bertele-tele.

Begitu menghadapi sebuah masalah, secara otomatis tergambar olehnya rencana-rencana sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi. Boleh dibilang, dalam menganalisis sebuah permasalahan ia jeli, terutama berkaitan dengan potensi-potensi yang bisa dikembangkan selanjutnya.

Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 37 (analisa lanjutan),1 (otak), 27 (usaha). Keempat angka tersebut berbicara kepada kita bagaimana cara orang yang berjuz 29 bertindak. Ia merupakan orang yang selalu termotivasi dan akan berusaha sekuat tenaga dan mengeluarkan semua potensi yang ada dalam dirinya untuk mengejawantahkan idenya dalam tindakan nyata dan bukan hanya angan-angan belaka.

Berdasarkan halaman

Taktis

Taktis, bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6, yaitu berjumlah 48 yang merujuk pada surah Al Fath yang berarti kemenangan.

Orang yang membawa karakter juz 29 mempunyai jiwa pendobrak dan selalu dikelilingi oleh inovasi-inovasi baru. Sayangnya, surat ini seringkali membuatnya selalu ingin menang sendiri.

Ia juga tipe orang yang tidak betah diperintah ini dan itu. Ia seakan ingin selalu bebas dari segala macam tekanan. Jika suatu saat instruksi yang diberikan atasannya bertentangan dengan keyakinannya, jangan heran jika orang yang berjuz 29 akan melawan atau mbalelo.

Negatif/Positif

Negatif/Positif, didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai 13 yang berjumlah 68. Surah yang ke 68 adalah Al Qalam atau surah Nun. Orang yang berjuz 29 memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Rasa ingin berbuat sesuatu yang positif bagi lingkungannya amat besar sehingga ia pun paling tidak Mega atau mudah terenyuh apabila melihat atau mendengar penderitaan orang lain.

Jalan Keluar

Jalan Keluar, dapat ditengarai dari ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15, totalnya 46 ayat. Surah ke-46 Al Ahqaaf yaitu bukit pasir. Pada umumnya, orang yang berjuz 29 suka ragu-ragu mengambil keputusan.

Ia terkadang terlalu banyak pertimbangan sehingga lambat memutuskan sesuatu. Bukit pasir itu labil. Ia mudah sekali berubah pikiran. Bila hal ini dominan dalam dirinya, ia menjadi seorang peragu.

Dasar

Dasar, merupakan representasi dari angka 47 yang merupakan total ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 29. Surah Muhammad adalah hasil subtitusi angka 47. Pada dasarnya, orang yang berjuz 29 memiliki karakter ideal.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 29 terletak pada bagian mata, hati atau limpa. Secara alami ia dibekali daya tahan tubuh yang kuat terhadap gangguan penyakit atau faktor negatif dari luar dirinya yang dapat menyebabkan kesehatannya terganggu, karena hasil pampatan angka 29 adalah 11 yang merupakan titik keseimbangan pada tubuh manusia. Jikalau dapat mengontrol emosinya, InsyaAllah ia jarang mengalami gangguan kesehatan.

Kelemahan

Terlalu sensitif dan perasa, ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu, tidak mau kalah, sering memaksakan diri untuk berbuat positif untuk orang lain.

Kelebihan

Mempunyai kapasitas intelektual dan spiritual yang berimbang dan tinggi, tegas dan teguh memegang prinsip, tidak mudah terpengaruh, kreatif dan banyak ide atau gagasan.

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 28

Juz 28 dilambangkan dengan huruf lam Alif. Berdasarkan urutan huruf hijaiyyah yang ke 28. Dalam struktur ‘ain, lam alif dimaknai manajemen. Ada sesuatu yang unik dalam penulisan huruf ﺍﻝ. Huruf ini terdiri dari dua, yaitu lam dan alif. Namun, alif tersebut ditulikan miring. Alif merupakan huruf pertama, sedangkan ‘ain ke-1 memiliki arti otak atau pribadi. Sedangkan lam adalah huruf ke-23 yang berarti manusia.

Orang berjuz 28, seringkali berfikiran “miring” terhadap seseorang. Kondisi ini bisa diperparah sikapnya yang suka bertindak dan mengatur seseorang seenaknya sendiri demi kepentingan dan ambisi pribadi. Sebaliknya, ia paling malas disuruh-suruh dan diatur. Bila diatur, ia menjadi mudah depresi. Karena itu kecenderungan untuk memberontak akan muncul dengan sendirinya.

Juz 28 termasuk 4 juz yang berbeda dengan juz lain. Perbedaannya bisa terlihat jelas dari surah yang ada di dalamnya, yaitu berupa surah penuh. Artinya juz 28, 29, 30 dan 17 diawali awal surah dan diakhiri akhir surah. Atau surah-surah tersebut tidak terbagi oleh dua juz atau lebih.

Keberadaan surah-surah penuh dalam juz tersebut membawa pengaruh signifikan pada cara berpikir dan bertindak serta menyelesaikan masalah. Bisa dikatakan, orang yang membawa karakter juz 28 dan 3 juz lainnya bertipe perfeksionis, artinya segala sesuatu harus sempurna.

Ia merasa segala sesuatu dapat ia tangani sendiri tanpa melibatkan orang lain. Ia tergolong orang yang “tahan banting” dalam menghadapi masalah. Surah-surah pada juz 28 relatif pendek-pendek. Inilah yang kadang membuat orang juz 28 tidak ingin berfikir panjang dalam memutuskan perkara. Ia juga ingin segala sesuatu langsung pada pokoknya tak mau bertele-tele.

Berdasarkan Surah

Juz 28 termasuk tiga juz terakhir Al Quran yang memiliki banyak surah sehingga boleh dibilang orang yang berjuz 28 multi karakter, namun tergantung pada surah apakah yang dominan. Rincian surahnya sebagai berikut: pertama surah Al Mujaadilah (surah ke-58), berarti wanita yang mengajukan gugatan / yang membantah. Makna simboliknya berkenaan dengan karakter orang yang berjuz 28 yaitu tidak mudah percaya dan menerima informasi dari luar dirinya.

Boleh dikatakan ia kritis. Tak jarang kelewat kritis sehingga terkesan cerewet. Dalam melakukan sesuatu pun harus jelas perhitungannya. Namun terkadang dalam hal yang bersifat mistis dan supranatural, ia mudah percaya karena pada awal juz 28 terdapat kata Allah (lihat kata cetak tebal yang mengawali juz) yang tidak bisa diuraikan atau merupakan satu kesatuan huruf yang tidak bisa dipisah-pisahkan.

Keberadaan Lafdzul Jalalah (lafal Allah) yang mengawali juz 28 juga merupakan bukti terdapat unsur spiritual yang kuat mengalir dalam diri orang yang berjuz 28.

Al Mujaadilah dimulai ayat 1 sampai 22, total 22 ayat. Maknanya orang yang berjuz 28 ketika sudah disibukkan dengan sebuah pekerjaan yang ia sukai, ia akan menerapkan target-target tertentu. Jangan heran ia bisa lupa waktu. Bahkan ia termasuk orang yang sangat disiplin. Sering kali ia diliputi kekhawatirran akan gagalnya target yang akan dia capai. Ia takut kehilangan momentum yang telah ia perhitungkan.

Sisi lainnya, bila ia seorang pria, ia akan sering mendapatkan “gugatan” dari seorang wanita karena sikapnya yang cuek dan cenderung mementingkan dirinya sendiri. Sebaliknya, seorang wanita juz 28, menjadi orang yang suka menuntut. Baik untuk dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Umumnya, tuntutan ini lebih bersifat materi. Jangan heran jika seorang juz 28 lebih berpandangan materialistis dan agak pelit dan perhitungan. Namun, untuk memenuhi ambisi dan kepentingan pribadi, ia rela mengorbankan materi yang dimiliki dan tidak perhitungan. Surah yang kedua surah Al Hasyr (surah ke-59), dari ayat 1 sampai 24, total 24 ayat, yang berarti pengusiran. Orang yang berjuz 28 ketika disakiti atau mempunyai masalah dengan seseorang cenderung menjauhinya bahkan melihat mukanya pun enggan.

Makna lain dari Al Hasyr adalah pengumpulan. Orang yang berjuz 28 suka berkumpul dalam arti bersosialisasi dengan kemunitas atau lingkungannya. Dari total ayat Al Hasyr, bisa diketahui ia ingin selalu berbuat sesuatu untuk lingkungannya dan berusaha menularkan pengalaman baiknya.

Ia dapat memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi orang lain, tetapi untuk masalah pribadinya ia bingung cara menyelesaikannya. Surah yang ketiga, surah Al Mumtahanah (60), dari ayat 1 sampai 13, total 13 ayat. Artinya wanita yang diuji. Orang yang berbicara dengan orang yang berjuz 28 terasa diuji atau dites olehnya, tetapi sebenarnya ia tidak bermaksud demikian.

Selain itu, jika surah ini dominan, ia tipe orang yang tahan banting. Artinya ia teruji, bisa tetap bertahan dalam keadaan susah dan tidak lupa dalam keadaan senang. Surah keempat As Shaf (61), dari ayat 1 sampai 14, total 14 ayat. yang berarti shaf atau barisan. Orang yang berjuz 28 rapi dan teratur dalam mengerjakan sesuatu termasuk dalam hal berbusana.

Ia akan mudah terpancing emosinya dan uring-uringan jika melihat segala sesuatu tidak beraturan atau tidak tertata pada tempatnya, hal ini bisa dimaklumi karena total ayat As Shaf berjumlah 14 yang merujuk pada surah Ibrahim yang merupakan simbol gunung berapi dalam Metode Struktur Al Quran.

Surah kelima Al Jumu’ah (62), dari ayat 1 sampai 11, total 11 ayat. artinya hari Jum’at. Selain sebagai simbol spiritualitas dalam diri orang yang berjuz 28, surah ini juga merupakan representasi dari “kemewahan” yang ada pada dirinya. Alasannya, Nabi SAW mengatakan hari Jum’at adalah hari raya umat islam setiap minggunya. Oleh karena itu, beliau selalu mandi hari Jumat, memakai pakaian yang terbagus yang dimilikinya, dan memakai wangi-wangian serta menghimbau umatnya untuk melakukan hal-hal tersebut.

Dengan kata lain, orang yang berjuz 28 menyukai sesuatu yang bersifat pernak-pernik atau yang bersifat sekunder bahkan tersier. Ia merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya jika ia tak memakai “pernak-pernik” yang biasa dipakainya. Modis dan ingin beda, begitulah kata orang. Al Jumuah ayatnya berjumlah 11 ayat. Surah yang ke 11 adalah Hud, sebagai simbol dari tanah. Orang yang berjuz 28 mudah terpengaruh lingkungannya dan cenderung kurang selektif menentukan mana yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri.

Bila ia tinggal dalam lingkungan yang keras, ia bisa berubah menjadi seorang yang sadis. Begitu juga bila ia bergaul dengan para ulama, ia akan menjadi seorang ulama yang dapat diandalkan.

Hal ini dipertegas lagi oleh surah yang keenam, Al Munafiquun, dari ayat 1 sampai 11, total 11 ayat yang artinya orang-orang munafik. Orang yang membawa karakter juz 28 pandai menyembunyikan keinginan atau ambisinya. Bisa saja suatu saat, ia tidak menginginkan sesuatu, padahal ia menghendakinya. Ia lihai memutarbalikkan fakta.

Jumlah ayat Al Jumuah dan Al Munafiqun sama, yaitu 11 ayat. Artinya sikap kurang selektif yang ada pada diri orang yang berjuz 28 bisa berakibat negatif dan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak baik. Hal inilah yang harus diwaspadai. Ia pandai menyimpan perasaannya kepada orang yang ia sukai dan menyembunyikan sakit hatinya pada orang yang telah menyakitinya. Ini bisa dipahami dari jumlah ayat Al Munafiqun pada juz 28.

Surah yang ketujuh At Taghabun, dari ayat 1 sampai 18, total 18 ayat, artinya hari ditampakkan kesalahan. Orang juz 28 jell dalam melihat kesalahan seseorang. Sebaliknya, ia pandai dalam menyembunyikan kesalahannya. Namun, tanpa ia sadari, sering kali ia kelepasan mengungkapkan hal-hal yang seharusnya tidak ia utarakan (At Taghabuun).

Surah kedelapan, At-Thalaq dari ayat 1 sampai 12, total 12 ayat, yang berarti talak. Orang yang berjuz 28 boleh dikatakan teguh memegang prinsipnya dan agak keras kepala. Jangan harap seorang juz 28 dapat memaafkan kesalahan yang kita perbuat. Jangankan menegur, menoleh pun mungkin enggak.

Seharusnya ia sadar, jika prinsip yang dipegang positif, akan berujung kebaikan. Sebaliknya akan menyesal jika yang ia jadikan prinsip negatif. Karena itu sebaiknya ia melakukan sharing dengan orang-orang dekat yang terpercaya guna mengkomunikasikan permasalahan yang dihadapinya.

Sikap keras kepala orang yang berjuz 28 dikuatkan dengan makna simbolik dari surah terakhir, yaitu At Tahrim (66), dari ayat 1 sampai 12, total 12 ayat yang artinya mengharamkan. Jika sudah berkata tidak terhadap sesuatu, seterusnya ia akan bersikap demikian. Begitu pula, jika menginginkan sesuatu, maka harus segera terwujud dan terlaksana bagaimanapun caranya.

Jumlah ayat At Thalaq dan At Tahrim sama yaitu 12 ayat. Surah ke 12 adalah Yusuf yang merupakan simbol manajeman dan kebijaksanaan. Artinya keteguhannya masih bisa diruntuhkan andai- kata kita mencoba memakai pendekatan yang lunak untuk meluluhkannya.

Salah satunya dengan memakai alasan yang argumentatif. Ia akan menerima sesuatu, mengingat talak secara syar’i mempunyai tingkatan 1, 2 (raj’i) dan bain (3). Artinya, keteguhannya dalam memegang prinsip masih mungkin dilunakkan atau dinegoisasikan.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (kepala, otak), 6 (syaraf), 1. Kombinasi ketiga angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 28 mampu berpikir rumit atau yang bersifat exacta (ilmu pasti).

Adanya pertalian ‘ain 1 dengan ‘ain 21 yang berarti pemikiran ulang mengindikasikan bahwa ia suka ragu-ragu dalam mengambil keputusan atau membuat kebijakan tertentu. Akibat sikapnya ini, ia sering terlambat memutuskan sesuatu.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata), 7 (paru), 2. Tiga angka tersebut seakan memberitakan kepada kita bahwa orang yang berjuz 28 mempunyai analisis yang tajam. Pandangan-pandanganya terhadap sebuah permasalahan sering menjadi rujukan orang untuk mencari solusi. Selain itu, keberadaan ‘ain 22 (target) menunjukkan bahwa ia fokus dan serius dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 9 (Hati), 3 (THT). Kombinasi angka yang boleh dikatakan jarang terjadi. Orang yang berjuz 28 cenderung mengontrol cara bicaranya dan bahkan sering merasa tidak enak diri. Ia seakan menimbang-nimbang dengan siapa bicara dan apakah yang akan ia bicarakan menyakiti hati lawan bicaranya ataukah tidak.

Terkadang cara bicaranya lugu dan polos seperti anak kecil. Hal ini bisa dimaklumi dan hubungan ‘ain 23 dengan ‘ain 3. Namun bisa saja terjadi sebaliknya, bila ia sudah tidak suka, ia akan berbicara sekehendak hatinya, terserah orang tersebut mau menerimanya atau tidak.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang), 10 (perut), 1 (kepala). Orang yang berjuz 28 juga lihai dalam hal planning atau merencanakan sesuatu. Baginya, sebuah masalah tidak bisa terlepas dari kaitan dengan masalah yang lain, karena ‘ain 24 masih berhubungan dengan ‘ain 4.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 7 (paru), 2. (Mata). Orang yang membawa karakter juz 28 tidak hanya tajam menganalisis sesuatu tetapi ia juga bisa mewujudkan idenya dalam bentuk karya nyata.

Meleburnya ‘ain 25 pada ‘ain 5 merupakan indikasi kuat bahwa ia ingin selalu berbuat hal yang positif untuk lingkungannya. Dengan ungkapan lain kepedulian sosialnya juga tak kalah tinggi.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai 6. Total ayatnya berjumlah 50 yang merujuk pada surah Qaaf. Dalam struktur Al Quran, Qaaf berarti pemikiran ulang atau kepala.

Kepala merupakan symbol dari logika. Hal ini merupakan isyarat bagaimana menghadapi orang yang membawa karakter juz 28. Ia akan mudah menerima sesuatu jika kita memakai pendekatan logika dengan mengemukakan alasan-alasan yang argumentatif.

Negatif/positif, diketahui dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13, yaitu 66 ayat. Surah yang ke 66 adalah surah At Tahriim yang berada pada juz 28 sendiri.

Orang yang berjuz 28 teguh memegang prinsip. Tidak masalah jika prinsipnya positif, jika sebaliknya maka keras kepala acapkali melekat pada dirinya.

Jalan Keluar

Jalan keluar, merupakan cara orang yang membawa karakter juz 28 menyelesaikan masalahnya. Jumlah ayat yang berada pada halaman 14 dan 15 merupakan indikatornya. Total 13 ayat. Surah yang ke 13 Ar Ra’du, yang berarti petir, kilat. Orang yang membawa karakter juz 28 tegas dan tak pandang bulu dalam mengambil sebuah kebijakan atau memutuskan sesuatu.

Baginya, orang yang melanggar peraturan atau bersalah harus diganjar sesuai dengan kadar kesalahan yang telah ia perbuat. Bahkan kadang kala cara bicaranya juga memekakkan telinga.

Dasar

Dasar, dapat diketahui dari jumlah ayat yang ada pada halaman terakhir di juz 28, yaitu 8 ayat. Surah yang ke 8 Al Anfaal yang berarti pampasan perang. Pada dasarnya, orang yang berjuz 28 cenderung agak materialistis dan menyukai barang-barang yang tergolong glamour. Negatifnya, apapun cara akan ia tempuh asal tujuannya tercapai. Dengan kata lain, menghalalkan segala cara.

Namun sebaliknya, jika suatu saat ia dihadapkan pada kondisi yang serba sulit, ia pun bisa menyesuaikan dirinya. Ia juga tipe orang yang tidak mudah putus asa atu menyerah dalam mengejar dan meraih keinginan atau harapannya.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 28 terletak pada bagian mata dan jantung. Selain itu, organ yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah perut dan kepala.

Kekurangan

Egois, suka mengatur tapi tidak mau diatur, pandai menyembunyikan keinginan atau hasratnya, keras kepala, ingin cepat meraih sesuatu bagaimanapun caranya, temperamental.

Kelebihan

Disiplin, tegas, kritis, analisis lumayan tajam, pandai mengatur atau memanajemen sesuatu, rapih dan teratur, suka sosialisasi dan organisasi.

Juz No Surat Nama Surat Artinya Ayat
28 ﺍﻝ 58 Al Mujadalah Wanita Yang Menggugat 1-22
59 Al Hasyr Pengusiran 1-24
60 Al Mumtahanah Wanita Yang Diuji 1-13
61 Ash Shof Barisan 1-14
62 Al Jumuah Hari Jum’at 1-11
63 Al Munafiqun Orang – Orang Munafik 1-11
64 At Taghabuun Hari Dinampakan Kesalahan 1-18
65 Ath Tholaq Talak 1-12
66 At Tahrim Mengharamkan 1-12

_____________________________________________________________________________________________________

jUZ 27

Berdasarkan arti ‘ain, ‘ain ke-27 berarti usaha atau pembentukan manusia. Indikasi awal sifat orang yang membawa karakter juz 27 sangat erat kaitannya dengan usaha. Maknanya, ia tipe orang yang ulet, tekun dan tak kenal putus asa dalam berusaha. Oleh sebab itu, tak ada salahnya jika ia menekuni bidang bisnis atau kewirausahaan. Namun, tidak semua orang yang berjuz 27 menyadari talenta yang ada pada dirinya dan mempunyai kesempatan mengembangkannya dengan baik.

Bakat alami dalam berbisnis semakin dipertajam oleh keberadaan unsur surah An-Naml dalam dirinya. Terbukti, surah Al Quran yang ke-27 adalah An-Naml yang berarti semut. Dalam metode struktur Al Quran, semut merupakan simbol dari ketekunan, keuletan dan usaha. Hal tersebut bisa terlihat jelas dari mobilitas dan rasa optimisme yang ada pada semut dalam mencari makanan.

Biarpun sudah dibersihkan, semut akan tetap mencari dan mengerumuni gula dimana pun diletakkan. Selain itu, semut juga simbol dari sosialisasi atau jaringan. Bedanya dengan orang yang berjuz 19 atau 20 yang juga mempunyai unsur semut, orang yang berjuz 27 seringkali berhitung untung rugi dalam bergaul. Jika surah ini yang dominan, tidak hanya dalam hal bergaul ia berhitung untung rugi, dalam hal lain pun ia bisa bersikap demikian.

Adapun surah yang mengisi juz 27 lumayan banyak, seluruhnya berjumlah 7 surah. Pertama surah Adz-Dzaariyaat (51 ayat) dari ayat 31 sampai 60. Adz-Dzaariyaat berarti angin yang menerbangkan. Jika ada sesuatu yang ingin disampaikan baik berupa ucapan maupun perbuatan, orang yang berjuz 27 tidak pandang bulu siapa yang ia ajak bicara dan dengan siapa ia berhadapan. Dengan polos, ia akan mengatakan sejujurnya tanpa basa-basi. Berkata jujur memang tidak salah, namun dalam kondisi tertentu, tak jarang kita dituntut untuk berbuat sebaliknya.

Dari pengaruh surah ini pula, orang yang berjuz 27 menyukai sesuatu yang berbau kontroversial. Ada semacam kepuasan dalam dirinya jika ia bisa melakukan hal yang revolusioner dan menarik perhatian orang banyak.

Bahkan yang lebih ekstrem lagi, ia berpotensi untuk merubah secara frontal tatanan yang sudah disepakati bersama dan membuat tatanan baru menurut versinya, layaknya angin puyuh yang akan menerjang apapun yang menghalangi jalannya.

Hal tersebut semakin ketara ketika kita mengkonversikan total ayat dari surah Adz-Dzaariyaat yang berjumlah 30 kedalam urutan surah Al Quran, yaitu surah Ar-Ruum. Sejarah membuktikan bahwa bangsa romawi pada masanya merupakan bangsa adidaya. Boleh dikatakan, tak ada bangsa lain di dunia ini yang bisa mengalahkannya. Bangsa romawi akan melibas tanpa ampun siapa saja yang berani menentangnya, sekalipun pada akhirnya romawi harus kandas dan tumbang karena konflik intern yang tak kunjung selesai menderanya.

Surah yang kedua, At Thuur (52), yaitu bukit, dimulai dari ayat 1 sampai 49. Jangan kaget, jika orang yang membawa karakter juz 27 suka meremehkan dan menganggap sepele orang lain. Hal ini bisa dimaklumi, sebab ada unsur At Thuur pada dirinya. Sebagaimana orang yang sedang berada di atas bukit, bisa dipastikan semua fokus yang ada dibawahnya akan terlihat kecil.

Begitu pula sebaliknya, apapun benda yang ada di atas bukit akan terlihat kecil oleh kita yang berada di lereng bukit. Namun tidak demikian jika kita telah berhasil mendakinya, pemandangan akan normal kembali. Angkuh dan sombong, demikianlah kesan pertama yang akan kita rasakan begitu mengenal orang yang berjuz 27. Tetapi sebenarnya, ia orang yang pengertian, sabar dan penyayang.

Total ayat At Thuur berjumlah 49 ‘ayat yang merujuk pada Al Hujuraat, artinya kamar-kamar. Orang yang berjuz 27 tipe orang yang tidak bisa mencampur-adukkan permasalahan. ia paling pandai memilah mana yang harus didahulukan, artinya ia memiliki skala prioritas.

Ia juga suka berangan-angan. Terbukti dari surah ketiga pada juz 27, yaitu An Najm (53), artinya bintang. Namun jika dipadu dengan ketajaman instink bisnisnya, bukan tidak mungkin akan berbalik menjadi sesuatu yang positif. Sebab, proyeksi dalam bisnis sangat diperlukan. Boleh dikatakan, ia sangat berbakat dalam hal forcast (memprediksi sebuah usaha).

Sebagai manusia biasa, ia juga mempunyai sisi spiritual dalam dirinya. Hal ini bisa diketahui dengan mensubtitusikan ayat surah An Najm yang berjumlah 62 ayat menjadi urutan surah Al Quran, yaitu surah Al Jumu’ah. ia juga menyukai bahkan gandrung pada hal yang bersifat sekunder (tidak pokok) dan tersier (pelengkap, mewah).

Orang yang berjuz 27 tergolong sensitif dan agak tertutup. Hal ini bisa diketahui dari surah keempat, yaitu surah Al Qamar (54), bulan. Bulan adalah simbol kelembutan dan romantisitas sehingga ia juga memiliki sifat ini.

Sisi lain, bulan hanya memantulkan sinar yang datangnya dari matahari. Jadi, orang juz 27 sangat memerlukan bantuan dari pihak lain untuk mewujudkan ketnginannya. Bila sifat ini yang dominan, ia akan menjadi seseorang yang suka menggantungkan orang lain. Padahal, secara mendasar orang juz 27 bisa menjadi seorang yang mandiri.

Surah Al Qamar dimulai dari ayat 1 sampai ayat 55, total 55 yang merujuk pada surah Ar Rahmaan yang ada pada 27 sendiri. Sebuah indikasi kuat, orang yang membawa karakter juz 27 memiliki sifat penyayang yang berlebih dibanding juz lainnya. ia paling mudah tersentuh hatinya dan paling tidak bisa memendam perasaannya. Terlebih jika orang merengek-rengek mengharap belas kasihannya, bisa dipastikan ia akan mudah luluh.

Sifat penyayangnya ini tak jarang membuka peluang orang lain yang mengerti tentang dirinya untuk memanfaatkannya. Sehingga seringkali ia ditipu dan mudah sekali dimanfaatkan orang lain.

Surah kelima, surah Ar Rahman diawali dari ayat 1 sampai 78. Jadi total ayatnya 78. Surah ke 78 yaitu An Naba’, berita besar. Orang yang berjuz 27 suka mendramatisir sesuatu. Masalah kecil bisa menjadi masalah besar, begitu pula sebaliknya. Sifat ini akan menjadi positif jika diarahkan pada hal yang positif pula, misalnya dalam bidang marketing atau memasarkan produk.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, orang yang membawa karakter juz 27 jika merasa tidak puas pada sebuah peraturan, ia bisa mengacak-acak peraturan tersebut yang melakukan sesuatu yang bersifat revolutif. Keberadaan surah Al Waaqi’ah (56) yang menempati urutan surah ke enam pada juz 27 semakin memperkuat karakter tersebut.

Sekalipun secara verbal, surah Al Waqiah bermakna peristiwa yang pasti terjadi (kiamat), namun terminologi menyatakan bahwa kiamat merupakan kegiatan penghancuran terhadap apapun yang ada dimuka bumi ini. Sehingga tak jarang, ia memandang remeh semua hal, “Ah, gampaang”, bisa jadi merupakan kata yang sering keluar dari mulutnya.

Surah Al-Waqiah dimulai dari ayat 1 sampai 96, total 96. Surah ke 96 Al-Alaq, artinya segumpal darah. Sekilas memang sulit ditemukan kaitan penjelasan yang berhubungan dengan karakter. Tetapi jika kita lebih dalam memahami Al Alaq, maka akan kita temukan jawabannya. Surah Al-Alaq seringkali disebut juga surah iqra’, bacalah. Hal ini juga merupakan indikasi bahwa orang yang berjuz 27 selalu memakai pendekatan baca atau logika dalam memahami sesuatu. Sehingga, ia susah sekali menerima penjelasan yang bersifat unlogical atau supranatural.

Orang yang berjuz 27 tergolong orang yang kukuh mempertahankan pendapatnya. Tapi, jika dijelaskan dengan cara yang tepat dan baik tanpa meninggalkan logika, maka ia akan bisa menerima pendapat orang lain, layaknya besi yang hanya bisa luluh oleh api. Karakter ini merupakan cerminan dari surah terakhir yang ada pada juz 27, yaitu surah Al Hadid (57), besi.

Ia akan bersikap pasif dan cenderung tidak agresif jika dihadapkan pada sesuatu yang tidak menarik minatnya. Karakter ini bisa diketahui dari ayat Al Hadid. Dari ayat 1 sampai 29, total 29. Surah ke 29, Al Ankabuut artinya laba-laba. Selain itu, ia juga pandai membuat jaringan bisnis yang setiap saat dalam memberikan benefit positif untuk dirinya.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1 Angkanya adelah 1 (otak), 23 (manusia), 2 (mata). Bari kombinasi ketiga angka ini dapat dipahami bahwa orang juz 23 gemar melakukan pengamatan dan memiliki pemikiran yang sederhana.

‘Ain 2 Angkanya adalah 2 (mata), 14 (langkah awal, rencana), 3 (THT). Pada ‘ain ini semakin mempertegas intuisi bisnis orang juz 27. Apa yang dilihatnya, ia ingin membuat perencanaan tertentu untuk melaksanakannya. Sayangnya, kadang kala apa yang direncanakan tersebut, sering kali diutarakan dengan orang lain. Bahkan tidak jarang ia sering terburu-buru untuk mendapatkan hasil dari rencananya tersebut. Hal ini berkaitan dengan ‘ain 22 (lihat putaran ‘ain di bawah)

‘Ain 3 Angkanya adalah 3 (THT), 21 (pemikiran ulang), 1 (otak). Disinilah seorang juz 27 sangat hati-hati dalam berbicara. Dia benar-benar memikirkan apa yang akan dibicarakan. Pertimbangan rasa kemanusiaan (sifat tidak tegaan) bisa jadi merupakan penghalang untuk bisa cepat memutuskan sesuatu. Hal ini bisa diketahui dari korelasi ‘ain 3 dengan ‘ain 23 yang berarti manusia.

‘Ain 4 Angkanya adalah 4 (kerangka), 21 (pemikiran ulang), 2 (mata). Tiga angka tersebut merupakan penegasan dari karakter yang sudah dijelaskan mengingat angka 21 terulang 31 pada ‘ain 1, 3, dan 4. Kaitan sebuah masalah dengan masalah yang lain bisa jadi merupakan bahan pertimbangan yang pelik dan sering dihadapi oleh orang yang berjuz 27, sebab ‘ain 4 mempunyai munasabah dengan ‘ain 24, Kaitan.

Berdasarkan Halaman

Taktis.

Taktis, bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6. Total ayat pada 6 halaman tersebut berjumlah 38. Kalau kita konversikan angka 38 dalam urutan surah Al Quran maka kita akan mendapatkan surah Shaad.

Ada dua surah Al Quran yang memiliki judul berupa huruf hijaiyyah, yaitu Qaaf dan Shaad. Dalam struktur ‘ain, Shaad adalah huruf ke-14, dimaknai sebagai langkah awal atau rencana. Hubungannya dengan karakter, orang yang berjuz 27 secara naluriah selalu terbayang dengan rencana-rencana yang akan dilakukannya dan ia juga menikmatinya.

Disisi lain, ia tergolong orang yang jika dituntut untuk melakukan sesuatu sudah harus jelas dan terencana dengan baik. Oleh karena itu, menghadapinya harus jelas apa yang hendak kita bicarakan dan sebaiknya sudah berjalan dan terencana.

Negatif/Positif.

Negatif/positif, didapatkan dari jumlah ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai 13, yaitu 112 ayat yang merujuk pada surah Al-lkhlas, berarti pasrah, ikhlas. Orang yang membawa karakter juz 27 boleh dikatakan tidak perhitungan dalam berbuat baik sampai-sampai terkadang melampaui batas. Bila hal ini yang dominan, ia sering kali menjadi pasif dan mau menerima apa adanya. Namun, dalam hal berbisnis ia sangat perhitungan sekali. Bisa jadi, ia-lah yang bisa memisahkan antara bisnis dan berbuat baik.

Jalan Keluar.

Jalan keluar merupakan gambaran bagaimana orang yang berjuz 27 menyelesaikan masalahnya. Caranya, dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15. Jumlahnya 18 ayat. Surah ke- 18 Al Kahfi, artinya gua. Orang yang berjuz 27 boleh dikatakan kuat memegang kata-kata. Negatifnya, sering kali ia berprasangka buruk terhadap seseorang. Bahkan tak jarang ia menutup diri atas masalah atau ketidak mampuan yang dimilikinya. Pantang baginya menarik kembali katakata yang pernah diucapkannya. Ada baik buruknya memang. Jika apa yang dipeganginya baik maka tidak masalah, namun cap keras kepala menancap pada dirinya jika apa yang dipeganginya tidak baik atau buruk bahkan bisa membahayakan orang disekelilingnya. Dengan kata lain, apa yang menjadi kemauannya harus terpenuhi.

Dasar

Dasar, adalah jumlah ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 27, yaitu 9 ayat. Surah ke 9 At Taubah, artinya pengampunan. Orang yang membawa karakter juz 27 mudah sakit hati tapi cepat pula memaafkan. Sehingga sekalipun orang telah berkali-kali membuat kesalahan padanya, ia akan memafkan juga. Jangan heran jika karena sifatnya ini ia sering tertipu pada masalah yang sama dan bahkan oleh orang yang sama juga. Tapi bila kesalahan tersebut sudah mencapai puncaknya, sampai kapan pun ia tidak akan memaafkan.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 27 terletak pada bagian mata dan paru-paru atau system respirasi (pernafasan). Selain itu, organ lain yang juga rentan terkena gangguan kesehatan adalah hati atau pankreas dan tangan serta jari-jari sebelah kanan. Termasuk pula organ reproduksi atau alat kelamin.

Kekurangan:

Suka meremehkan orang dan masalah yang dihadapinya, terlihat angkuh dan sombong, tak mudah memaafkan, pandai memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadinya.

Kelebihan:

Tekun dan teliti, ulet, mandiri, intuisi bisnis tajam, penyayang, tidak mudah putus asa dan pantang menyerah

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 26

Karakter Dasar Juz 26

Khalifah Edisi 30/Tahun II/2006

Cermat, Konsisten Namun Kaku dan Tak Mau Mengalah

Juz 26 dilambangkan dengan huruf Wawu. Berdasarkan urutan huruf hijaiyyah, wawu adalah huruf ke-26 . Pada struktur ‘ain, ‘ain ke-2berarti potensi, modal, waktu. Indikasi awal karakter orang yang berjuz 26 pandai mengatur waktu dan uang (modal).

Dengan kemampuan yang bersifat naluriah tersebut, ada baiknya ia menekuni bidang akuntansi atau hal-hal yang menyangkut pengelolaan keuangan. Ketekunan dan ketelitian serta sifat prudent (kehati-hatian)nya sangat berguna dalam mengelola uang. Dalam soal waktu, jika ia telah disibukkan oleh sebuah pekerjaan yang ia sukai maka ia akan lupa waktu. ia akan sibuk dan bekerja terus menerus tak kenal lelah. Hal ini bisa berdampak negatif terutama untuk kesehatannya.

Selain itu, surah Al Quran yang ke-26 adalah As Syu’araa, artinya para penyair. Orang yang membawa karakter juz 26 suka bertele-tele dalam menyampaikan keinginannya layaknya penyair yang menuangkan isi hatinya dalam untaian kata-kata yang indah. Unsur penyair dalam dirinya juga membuat ia sering beranganangan tinggi dan juga mendramatisir sesuatu. Namun, ia juga seorang retoris dan pandai merangkai kata-kata.

Secara empiris, jika orang yang berjuz 26 berjenis kelamin laik-laki, biasanya cenderung diam dan lebih banyak mengamati, sekalipun pada akhirnya ia bisa saja mendominasi pembicaraan. Lain halnya jika ia seorang wanita, ia cenderung mengobral kata-kata seakan-akan los tak ada remnya.

Boleh dikatakan ia agak cerewet. Ada 6 surah yang terdapat pada juz 26. Pertama surah Al Ahqaaf (46) : dari ayat 1 sampai 35. Al Ahqaaf berarti bukit-bukit pasir. Bukit yang kita ketahui rata-rata terdiri dari tanah dan bebatuan, namun terdapat pula bukit pasir yang biasanya hanya ada di padang pasir. Tidak seperti bukit yang berupa tanah dan bebatuan yang kuat dan kokoh, bukit pasir mudah sekali berpindah sesuai arah angin, terlebih jika terjadi angin badai, maka bisa dipastikan dalam waktu yang singkat dapat berubah tempat.

Penggolongan surah Al Ahqaaf dalam juz 26 secara simbolik menggambarkan karakter orang yang berjuz 26. Jika surah ini yang dominan, ia merupakan tipe orang yang mudah berubah pendirian dan cenderung ragu-ragu dalam mengambil sikap. Selain uraian makna Al Ahqaaf secara simbolik di atas, terkandung juga makna perpindahan tempat. Salah satu manfaat berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain yaitu mendapatkan pengalaman atau ide dan gagasan baru.

Boleh dikatakan, orang yang membawa karakter juz 26 kreatif dan inofatif. Ada saja yang ia kerjakan yang mungkin baru bagi orang lain. Hal ini bisa dimaklumi karena jumlah ayat dari surah Al Ahqaf 35 ayat, merujuk pada surah Faathir (pencipta).

Meski berubah tempat, namun kedudukannya masih sebagai bukit. Hal ini membuktikan bahwa orang juz 26 tergolong kaku dan tidak gampang merubah pendirian serta tidak siap menerima perubahan. Hal lainnya, perubahan yang dilakukan itu sebagai bentuk strategi dalam mengadaptasi lingkungan atau hal yang diterimanya. Jadi ada kecenderungan pandai berpurapura.

Kedua, surah Muhammad (47) : dari ayat 1 sampai 38. Banyak sekali makna dan hikmah yang bisa dipetik dari surah Muhammad pada juz 26 ini. Muhammad secara verbal merupakan bentuk maf’ul (objek) dari kata Hammada-yuhammidu-Tahmiidan, yang berarti memuji. Jadi Muhammad artinya orang yang terpuji.

Jika secara Psikologis surah ini merupakan kekurangan, maka orang yang berjuz 26 bisa jadi suka sekali dipuji bahkan bila menjadi parah ia bisa menjadi orang yang gila pujian., Muhammad adalah sosok manusia pilihan, akhlak dan tingkah lakunya membuat Sang Pencipta mengakui dan melegitimasi umat Islam untuk meneladani dan senantiasa menjadikan acuan serta pegangan hidup di dunia.

Beliau dengan sukses dan cemerlang dapat memerankan pemimpin Negara sekaligus pemuka agama dengan baik. Dalam ruang lingkup yang lebih kecil, beliau adalah seorang kepala keluarga yang ideal. Artinya, orang yang membawa karakter juz 26 dibekali kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, baik dalam lingkup kecil maupun komunitas besar.

Salah satu julukan dari nabi Muhammad adalah Mudatsir (berselimut). Ada kalanya seorang juz 26 menjadi sosok yang pendiam dan tertutup dengan apapun yang ada pada airinya. Sehingga kesan misterius lekat pada dirinya. Dipadu dengan daya kreatifitasnya yang tinggi, kepemimpinannya bisa membuahkan hasil yang maksimal berupa rencana-rencana yang ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

Hal ini didapatkan dari jumlah ayat surah Muhammad yang berjumlah 38. Surah ke 38 yaitu Shaad (dalam struktur ‘Ain berarti langkah awal atau rencana). Sudah selayaknya sebagai seorang pemimpin untuk berada di garis depan dalam memulai berbuat sesuatu. Memulai dalam arti memberikan contoh suri tauladan yang baik kepada yang dipimpinnya dan membuka diri terhadap segala sesuatu yang baru dan positif.

Dalam diri seorang yang berjuz 26 terdapat dorongan untuk selalu berbuat yang baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Bisa dikatakan ia orang yang aktif., mengingat surah keempat adalah Al Fath (48) dari ayat 1 sampai 29. Negatifnya, jika surah ini tidak dominan dalam dirinya maka ia akan menjadi seorang yang pasif dan cenderung menunggu peluang terbuka bagi dirinya.

Wajar, karena ayat Al Fath berjumlah 29, yaitu surah Al Ankabuut yang berarti laba-laba. Selain itu, setiap pendapatnya harus bisa diterima oleh siapapun. Hal inilah kesan tidak mudah mengalah sering ia tunjukkan. Surah berikutnya Al Hujuraat (49), dari ayat 1 sampai 18. Al Hujuraat artinya kamar-kamar. Orang yang membawa karakter juz 26 paling tidak bisa mencampuradukkan permasalahan. Segala sesuatu harus fokus dan menempati tempatnya masing-masing. ia memang konsisten dalam menerapkan prinsip tersebut, sehingga terkesan agak keras kepala. Tidak heran, karena ayat Al Hujuraat berjumlah 18, yaitu Al Kahfi.

Talenta atau modal dasar untuk menjadi seorang pemimpin dari surah Muhammad semakin dipertajam dengan adanya surah Qaaf (50), dari ayat 1 sampai 45, karena dalam struktur ‘Ain, huruf Qaaf juga bermakna pemimpin atau kepala. Tetapi, Qaaf juga bisa berarti pemikiran ulang. Seperti sudah dijelaskan diatas, bahwa orang yang berjuz 26 selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Jumlah ayat Qaaf yaitu 45 ayat. Surah ke 45 adalah Al Jatsiyah, artinya yang bertekuk lutut atau tunduk. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi seorang pemimpin. Nah, jika orang yang berjuz 26 menempati posisi sebagai bawahan, maka dapat dipastikan ia akan menjadi bawahan yang taat dan patuh pada peraturan atau atasan.

Negatifnya, jika ia tidak bisa mengontrol maka ia akan menuruti apa saja kata atasannya sekalipun salah atau melanggar aturan dan norma yang berlaku. Surah yang terakhir, Ad Dzariyaat ( 51), dari ayat 1 sampai 30. Surah ke 30 Ar Ruum. Ad Dzariyaat artinya angin yang menerbangkan (topan). Bak angin topan yang menerjang apapun yang di hadapannya, orang yang berjuz 26 mempunyai keberanian dalam hal berucap dan bertindak.

Memang terkadang cara bicaranya ceplas-ceplos tanpa rem. ia tipe orang yang tidak bisa memendam perasaannya. ia akan angkat bicara dan meluapkan isi hatinya tanpa memperdulikan siapa yang ia ajak bicara. Dalam hal bertindak pun begitu, ia tidak peduli dan cuek terhadap apapun kata orang tentang apa yang telah dan akan dilakukannya. Hal ini bisa menjadi kelebihan dan kekurangan.

BERDASARKAN TANDA ‘AIN

Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak), 10 (perut, pencernaan), 1. Kombinasi ketiga angka tersebut merupakan indikasi bahwa orang yang membawa karakter juz 26 memiliki kemampuan untuk berpikir rumit atau sesuatu yang bersifat exact. Hal ini dikuatkan dengan keberadaan ain 37 (analisis lanjutan) pada ‘ain 1.

`Ain 1 bertalian dengan ain 19. Artinya, dengan kemampuannya tersebut, sudah selayaknya ia dapat memecahkan masalahnya dengan baik.

Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata), 10 (perut), 2 (analisis, pengamatan). Ketiga angka tersebut merupakan gabungan angka yang menarik dan jarang terjadi pada juz yang lain. Hal ini membuktikan bahwa orang yang berjuz 26 mampu mengana-lisis permasalahannya dengan baik. Atau setidaknya merupakan gambaran bahwa ia selalu memakai pendekatan logika dalam memahami sesuatu.

Biasanya dalam menganalisis sesuatu, ia selalu merujuk pada pemikiran yang sudah ada dan mengacu pada aturan yang berlaku sehingga tidak liar, karena ‘ain 2 masih berhubungan dengan ‘ain 20 yang berarti aturan main. Dari meleburnya ‘ain 38 dengan ‘ain 2 bisa disimpulkan bahwa dengan cara tersebut, ia dapat mencapai tingkat pemahaman tertentu (sadar).

Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 6 (sendi, syaraf, hukum), 3. Jika ‘ain ini dominan, maka orang yang berjuz 26 lebih bisa mengontrol pembicaraanya. Bergabungnya ‘ain 21 pada ‘ain 3 membuat ia lebih berhati-hati dan lebih banyak berpikir dengan siapa dan dalam kondisi bagaimana ia angkat bicara.

Jika pembicaraan tersebut menarik buat dirinya, maka yang terjadi sebaliknya, ia lebih cenderung banyak bicara dan sulit bagi dirinya untuk menghentikannya. ia akan menceritakan semua yang dia ketahui dengan hal itu.

Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang), 19 (pemecahan masalah), 4 (rangka). Dari tiga angka tersebut tergambar bagaimana orang yang berjuz 26 menghadapi sebuah masalah.

Begitu masalah timbul, maka secara naluriah tergambar langkah demi langkah bagaimana seharusnya ia pertama mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ia juga mengacu pada target tertentu, karena ain 4 masih berhubungan dengan `ain 22 (target). Dengan kata lain, ia tidak merasa nyaman dan tenang dalam mengerjakan sesuatu sebelum mencapai tergetnya

`Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 11 (tali rasa), 1 (otak). Dalam mengerjakan sesuatu, ia dipengaruhi oleh suasana hatinya. Bila pekerjaan itu sesuai dengan hatinya, ia akan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliknya. Sebaliknya, bila tidak sesuai ia akan bekerja asal-asalan atau bahkan tidak mengerjakannya sama sekali.

BERDASARKAN HALAMAN

Taktis

Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai 6 juz 26 yaitu total berjumlah 60. Surah ke 60 adalah Al Mumtahanah yang berarti wanita yang diuji. Sederhananya, ia tipe orang yang tidak mudah percaya dengan kemampuan orang lain. Layaknya ingin mengangkat sebuah pegawai, ia akan mengadakan serangkaian tes untuk melihat kebisaan orang lain. Negatifnya, ia merasa bahwa ia yang paling bisa dan mengerti banyak hal.

Negatif/Positif

Negatif/positif, didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13. Total ayatnya 67 yang merujuk pada surah Al Mulk dalam urutan surah Al Quran. Al Mulk artinya kerajaan. Kerajaan merupakan simbol formalitas dan birokrasi yang patriartik. Orang yang berjuz 26 menyukai formalitas tanpa terkecuali dalam hal berbusana.

Dalam bergaul pun tak ketinggalan, ia menganut aturan tertentu yang terkadang agak susah dimengerti oleh orang lain. Negatifnya, ia akan menerapkan aturan yang sama dengan aturan dirinya, sehingga terkesan memaksakan.

JALAN KELUAR

Jalan keluar, dapat diketahui dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 juz 26, yaitu 41 ayat. Kalau angka 41 kita subtitusikan dalam ururtan surah Al Quran maka akan kita temukan surah Fushilat (yang dijelaskan). Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa orang yang berjuz 26 tidak mudah mempercayai sesuatu.

Baginya, sesuatu harus tampak sempurna dan jelas serta gamblang. Ketika berbicara sesuatu, ia tidak bisa focus dan tertuju pada suatu bahasan karena menurutnya sebuah masalah tidak bisa berdiri sendiri, artinya berkaitan antara satu dengan yang lain.

Dasar

Pada dasarnya orang yang membawa karakter juz 26 tipe pekerja keras, karena dasar yaitu jumlah ayat yang terdapat pada halaman 16 berjumlah 27. Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al Quran adalah An Nam! (semut).

Maknanya, ia juga pandai bersosialisasi dan bergaul serta cepat akrab sekalipun sama orang yang baru dikenalnya, karena ia memang tidak pernah pandang bulu dalam hal berkoresponden. Selain itu, ia juga mudah panik jika dihadapkan pada masalah yang tiba-tiba tanpa ia duga.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang berjuz 26 terletak pada organ mata, syaraf dan jantung. Organ lain yang juga rentan terkena gangguan kesehatan adalah THT dan tenggorokan.

Kekurangan

Memegang prinsip kehati-hatian, kaku, mudah panik, tidak mudah percaya, merasa paling tahu, tak mudah dikalahkan.

Kelebihan

Konsisten, etos kerja tinggi, suka bergaul dan bersosialisasi, menyukai formalitas, kreatif, cermat.

sumber : Khalifah Edisi 30/Tahun II/2006

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 25

Juz 25, dalam abjad hijaiyyah dilambangkan dengan huruf Nun. Menariknya, hampir setiap ayat dalam Al Quran terdapat Nun mati, baik asli maupun nisbi. Yang dimaksud asli jika benar-benar terdapat huruf Nun disukun. Sedangkan Nun mati nisby adalah huruf-huruf hijaiyyah yang ditanwin sehingga ketika dibunyikan atau dilafalkan terkandung huruf nun mati misalnya ban, bin, bun.

Wajarlah, dalam ilmu tajwid, hukum bacaan yang menempati pembahasan yang pertama adalah hukum nun mati dan tanwin karena banyaknya kasus bacaan tersebut pada ayat Al Quran dan merupakan dasar atau titik tolak pengembangan hukum bacaan yang lain. Maknanya, orang yang membawa karakter juz 25, dibekali kelebihan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara cepat. Ia dapat bergaul dengan siapapun dan dimanapun tanpa melihat Ras dan status sosial.

Dengan mudah, ia bisa menyembunyikan identitas bahkan mematikan rasa keakuan terhadap dirinya bak bunglon, sehingga ia tidak mengalami hambatan yang berarti untuk mulai berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, dalam arti ‘ain, ‘ain ke-25 (nun) memiliki arti lingkungan. Negatifnya, bila seorang juz 25 sudah “mematikan” diri dan lingkungannya, ia akan menjadi seorang yang sangat pasif dan malas untuk melakukan sesuatu perubahan. Ia merasa cukup dengan apa yang dimilikinya sekarang.

Selanjutnya, kita membahas tentang surah-surah yang terdapat pada juz 25. Terdapat 5 surah yang mengisi juz 25. Juz 25 diawali surah QS. Fusshilat (41): 47-54. Surah Fusshilat merupakan bentuk mabni majhul (pasif) dari kata Fasshala-yufasshilu-tafshiilan yang berbentuk mabni ma’lum (aktif), berarti memerinci atau menjelaskan secara detail. Kemudian kata Fasshala (bentuk madhi atau lampau) dirubah bentuk pasif menjadi fusshila. Karena menyesuaikan Naibul Fa’il (pengganti subjek) yaitu kata ayaatuhu dalam QS. Fusshilat (41) : 3, maka fusshila menjadi fusshilat karena kata ayaatuhu berbentuk jama’ muannast (plural feminin).

Oleh karena itu, surah Fusshila tidak bisa menerima kata sandang (huruf alif dan lam atau Al) di depannya karena fusshilat adalah kata kerja dan bukan kata benda, tidak seperti nama-nama surah Al Quran yang lain dimana selalu diawali dengan huruf Al, seperti Al Kautsar, Al Kafiruun dan lain-lain.

Sesuai dengan makna surah Fusshilat, orang yang membawa karakter juz 25 tidak mudah menerima sesuatu atau pendapat dari orang lain. Pengaruh huruf yang menjadi awal juz yaitu Alif (otak), membuat ia lebih memakai pendekatan logika dalam memahami sesuatu. Namun yang harus disadari olehnya, bahwa tidak semua bisa dipahami dengan memakai pendekatan akal.

Pengaruh huruf ini juga yang membuat orang juz 25 terkadang muncul “keakuannya” atau egois. Pendapat atau opininya harus bisa diterima oleh orang lain.

Masih dari pengaruh surah fusshilat, orang yang berjuz 25 terkesan ngeyel. Hal ini bisa dimaklumi, karena dalam menerima. informasi atau akan melakukan sesuatu, semuanya harus jelas dan detail terlebih dahulu. Jangan heran, jika ia bersikap proaktif atau sebaliknya tidak merespon karena menurutnya sesuatu yang disampaikan tidak jelas. Total ayat Fusshilat yang ada di juz 25 yaitu 8 ayat. Lalu angka 8 kita subtitusikan kedalam urutan surah Al Quran, maka kita akan mendapatkan surah Al Anfal yang berarti rampasan perang.

Surah inilah yang membuat orang yang berjuz 25 pantang menyerah dalam mempertahankan penda-patnya. Boleh dibilang, rasa keingintahuan-nya besar, sehingga ia akan mengejar siapapun dan dimanapun berada yang sekiranya dapat memberikan informasi kepadanya secara detail. Sebenarnya, orang yang berjuz 25 tipe orang yang kompromitif. Menurutnya segala sesuatu bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan jalan musyawarah. Dengan kata lain, ia piawai dalam hal bernegosiasi. Tak lain, karena surah As Syuura (42) secara penuh berada pada juz 25.

Ayat surah As Syuura berjumlah 53 ayat, dimulai dari ayat 1 sampai 53. Kemudian 53 kita konversikan ke urutan surah Al Quran, yaitu surah An Najm yang artinya bintang. Kita tahu, Bintang adalah benda langit yang selalu identik dengan “kecil”nya, karena ia terletak jauh nun disana, sekalipun aslinya sangat besar. Dari hal itu, kadang kala orang menganggap remeh. Padahal disitulah ia berstrategi untuk melihatkan bahwa ia memiliki kemampuan besar dalam dirinya.

Surah berikutnya Az Zukhruf (43) yang berarti barang perhiasan (mewah). Surah ini juga merupakan sebuah indikasi bahwa orang yang membawa karakter juz 25 menyukai segala sesuatu yang gemerlap atau mewah. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, ia bisa merelakan sesuatu yang bersifat primer untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang bersifat sekunder dan tersier. Ada semacam kekuatan atau daya tarik dalam dirinya sehingga jika melihat sesuatu yang dianggapnya berharga, ia terpikat untuk memilikinya. Jika sesuatu itu ada di tangan orang lain, maka ia pun akan berusaha memiliki yang sama.

Di sisi lain, barang perhiasan merupakan bentuk karya seni. Artinya darah seni mengalir dalam dirinya. Ia menyukai semua yang indah dan mengandung unsur estetika. Unsur seni yang ada dalam dirinya dapat ia wujudkan dan salurkan dalam membuat berbagai karya seni. Dengan ungkapan lain, jika unsur seni (pengaruh dari Az Zukhruf) dalam dirinya menonjol, apa yang ia ucapkan dan perbuat tersirat banyak unsur seni yang tampak indah di mata orang lain.

Surah Az Zukhruf juga merupakan surah penuh di juz 25, yaitu dari ayat 1 sampai 89, jadi total 89 ayat. Surah ke 89 adalah Al Fajr yang berarti fajar. Sayangnya, begitu orang yang berjuz 25 memiliki sesuatu yang berharga yang mungkin didapatkannya dengan susah payah, ia begitu mudah bosan untuk berniat memiliki sesuatu yang mungkin lebih bagus dan baru.

Setelah surah Az Zukhruf, selanjutnya surah Ad Dukhan (44) yang berarti kabut. Kabut mempunyai sifat mengaburkan atau menghalangi penglihatan terhadap suatu objek tertentu. Hubungannya dengan karakter juz 25, ia kerap mengalami semacam kegamangan dalam dirinya, ibarat perahu yang terombang-ambingkan oleh ombak sehingga berjalan tak tentu arah.

Dalam kondisi ini, secara psikologis, ia rentan terkena depresi kejiwaan. Oleh karena itu, ia harus mempunyai pegangan yang salah satunya bisa berupa target tertentu. Setidaknya, ia harus mempunyai perencanaan ke depan apa yang seharusnya ia lakukan. Jika surah Ad Dukhan menonjol pada dirinya, ia bisa menjadi seorang yang penurut dan mengikuti apapun kata orang yang dianggapnya lebih tinggi kapasitasnya dari dirinya.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena di juz 25 terdapat surah Al Jatsiyah (45), yang artinya orang yang bertekuk lutut. Al Jatsiyah juga merupakan surah penuh dan tidak terpisah oleh juz setelahnya. Jumlah ayat Al Jatsiyah yaitu 89, dari ayat 1 sampai 37. Surah ke 37 adalah As Shaaffat yang berarti malaikat yang bershaf-shaf. Ia tipe orang yang taat pada aturan seperti halnya malaikat yang selalu patuh kepada Allah swt terhadap titah apapun yang diembankan kepada mereka.

Unsur As Shaffat dalam diri seorang yang berjuz 25 juga mempengaruhinya dalam berpikir dan berbuat. Dalam berpikir, ia bisa sistematis dan runtut, begitu pula dalam melakukan sesuatu serba teratur. la memang berbakat untuk menangani sesuatu yang berhubungan dengan administrasi.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak), 10 (pencernaan), 6 (sendi, hukum). Dari kombinasi ketiga angka tersebut, orang yang membawa karakter juz 25 mempunyai daya nalar dan cerna yang baik. Ia mempunyai cara berpikir sendiri yang tak jarang berbeda dengan orang lain. Ia juga selalu memikirkan dengan baik apa yang akan dilakukannya, namun terkadang terlalu banyak berpikir sehingga lambat dalam memutuskan sesuatu. Hal ini bisa dimaklumi, karena ‘Ain 1 masih bertalian dengan ‘Ain 21 yang berarti pemikiran ulang.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 9 (hati), 1 (otak). Perpaduan ketiga angka tersebut membuat orang yang berjuz 25 mempunyai daya analisis yang tajam. Dari hubungan ‘Ain 2 dengan ‘Ain 22 terkadang membuat ia malas berpikir tentang sesuatu jika menurutnya tidak menarik atau bisa memberikan benefit (masukan) positif untuknya.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 10 (perut), 2 (mata). Meleburnya ‘Ain 3 dan 2 merupakan sesuatu yang jarang terjadi pada juz yang lain. Orang yang berjuz 25 dapat menyampaikan dengan baik apa yang ada dipikirannya. Yang banyak terjadi justru sebaliknya.

Ia juga mempunyai sisi humanisme atau kemanusian yang tinggi. Artinya kepedulian terhadap lingkungannya menonjol pada dirinya. Dorongan untuk merubah sesuatu yang menurutnya tidak selayaknya terjadi pada lingkungannya begitu kuat. Jika ‘Ain ini tidak dominan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, ia akan bicara seenak perutnya dan tidak peduli apakah menyinggung perasaan orang yang diajak bicara.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 10 (perut, pencernaan), 3 (THT). Dari perkawinan ketiga angka tersebut semakin jelas bahwa orang yang berjuz 25 dapat mengungkapkan sesuatu secara sistematis. Ia juga terbiasa melakukan sesuatu dengan menggunakan sebuah perencanaan.

Dalam mengungkapkan sesuatu pun, ia tidak pernah terlepas dari kaitan dengan permasalahan yang lain. Artinya, sulit baginya untuk membicarakan sesuatu tanpa terkait dengan masalah yang lain. Bisa dikatakan pembicaraannya akan melebar, karena ‘Ain 4 berhubungan dengan ‘Ain 24.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 14 (rencana, langkah awal), 4 (tulang). Dari unifikasi tiga angka tersebut semakin jelas bahwa orang yang berjuz 25 tidak bisa melakukan sesuatu secara serampangan.

Secara naluriah, ia juga “tersentuh” untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungannya. Namun, jika ‘Ain ini tidak dominan, ia akan berbalik menjadi orang yang pasif. Bisa dikatakan, ia cuek atau tidak peduli dengan lingkungannya dan cenderung bersikap individualis. Hal ini bisa ditengarahi sebab ‘Ain 25 yang berarti lingkungan bertemu dengan ‘Ain 5 dalam putaran ‘Ain.

Berdasarkan Halaman Taktis

Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai 6 yaitu berjumlah 64 ayat. Selanjutnya angka 64 dikonversi kedalam urutan surah Al Quran. Surah ke 64 At Taghabun yang berarti hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Orang yang membawa karakter juz 25 pandai berkelit jika membuat kesalahan dan cenderung menghindar untuk menutupi kesalahan yang telah ia perbuat. Nah, cara menghadapinya, kita harus membawa bukti kalau ia telah membuat kesalahan agar ia tidak berkutik.

Negatif/positif

Negatif/positif, bisa ditengarahi dari menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai 13 yaitu berjumlah 29 yang merujuk surah Al-Ankabut yang berarti laba-laba. Maknanya, orang yang berjuz 25 mempunyai keahlian dalam hal bernegosiasi. Wajar, jika akhirnya ia mempunyai banyak relasi atau jaringan.

Negatifnya, dalam hal merawat jaringan, ia tidak sepandai ketika menjalin atau membuatnya. Ia malas dan cenderung menunggu kesempatan baik yang suatu saat bisa datang menghampirinya dan meninggalkannya.

Jalan Keluar

Jalan Keluar, bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 14 sampai 15 yang berjumlah 28. Surah ke 28 Al Qashsas yang berarti cerita-cerita. Seperti telah dijelaskan di atas, orang yang berjuz 25 pandai berkelit ketika ia membuat kesalahan. Begitu pula jika sebuah pekerjaan tidak menarik minatnya atau tidak jelas baginya maka ia akan lebih banyak bicara dari pada bekerja.

Dasar

Dasar, merupakan jumlah ayat yang terdapat pada halaman 16 yaitu 14 ayat. Surah ke 14 Ibrahim. Dalam metode struktur Al Quran, Ibrahim disimbolkan sebagai gunung berapi. Maknanya, orang yang berjuz 25 emosional dan mudah terpancing suasana. Ketika emosinya sudah terpancing, maka bicaranya akan meledak-ledak tak ubahnya gunung berapi yang meletus.

Selain itu, Ibrahim juga simbol dari keteguhan memegang pendapat dan sikap. Selam pendapat yang ia pegang benar tidak masalah. Namun, jika tidak benar, maka akan menjadi boomerang baginya.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 25 terletak pada organ mata, tangan dan paru-paru atau system respirasi (pernafasan). Selain itu, organ lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah tulang atau rangka.

Osteoporosis merupakan penyakit yang harus ia waspadai. THT juga organ yang rentan terkena gangguan penyakit sehingga sakit gigi, gangguan pendengaran, sakit tenggorokan, panas dalam seperti teman yang setiap saat bisa datang menghampirinya.

Kekurangan

Egois, Pandai berkelit dari kesalahan, individualis, emosional dan mudah terpancing suasana, menyukai sesuatu yang glamour atau wah,

Kelebihan

Tidak mudah percaya omongan orang, Kepedulian sosial tinggi dan selalu ingin berbuat yang positif untuk lingkungannya, analisis lumayan tajam, dialogis dan komunikatif, penurut dan tact aturan.

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 24

Selain penguasaan pada variabel Al-Qur’an, khususnya yang terdapat pada format 18 baris, dalam mengurai karakter manusia dengan menggunakan metode struktur Al-Qur’an diperlukan data yang bersifat empiris.

Data empiris bisa diperoleh dengan banyak mengamati dan berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang mempunyai juz berbeda-beda.

Boleh dikatakan, menjalin silaturahmi antar juz memegang peranan yang tidak kalah penting dalam mengupas karakter secara akurat.

Sebagaimana biasa, variabel pertama yang kita jadikan acuan untuk mengulas karakter manusia adalah Surah. Surah yang ke 24 adalah An-Nuur yang berarti cahaya.

Cahaya mempunyai sifat menerangi ruang yang berada disekelilingnya, namun ada sekat-sekat tertentu dimana ia tidak bisa menembusnya. Orang yang membawa karakter juz 24 selalu cenderung untuk peduli pada lingkungannya.

Jika ia mengalami peristiwa yang baik dalam kehidupannya, maka ia akan berusaha mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk meniti jejaknya.

Begitu pula sebaliknya jika mengalami sesuatu yang buruk, maka ia akan berusaha menjauhkan orang-orang yang disekelilingnya untuk tidak melakukan apa yang telah dilakukannya.

Bisa menerangi lingkungan sekitarnya, belum tentu untuk dirinya sendiri. Jika mempunyai masalah pribadi, justru ia merasa kalut dan bingung. Dengan kata lain ia akan kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Surah An-Nuur memiliki jumlah ayat 64. Sedangkan surah ke-64 adalah At Taghabuun, Yang dinampakkan kesalahan. Orang juz 24 jeli melihat kesalahan orang lain.

Negatifnya, ia juga paling bisa untuk melihat kejelekan seseorang. Dalam bahasa populernya, ia suka “ngecengin” orang.

Surah pertama yang terdapat pada juz 24 adalah Az Zumar[39], yang berarti rombongan-rombongan. Jelas, orang yang membawa karakter juz 24 menyukai sosialisasi dengan lingkungannya, dengan kata lain ia sosok yang supel dan familiar.

Entah mengapa, setiap orang yang berada didekatnya serasa telah mengenalnya lama, padahal baru kenal. Begitu pula kepedulian sosialnya juga tinggi.

Az Zumar pada juz 24, dimulai dari ayat 32 sampai 75, jadi total 44 ayat yang merujuk pada surah Ad-Dukhaan [QS.44] dalam urutan surah Al-Qur’an. Ad Dukhan berarti asap. Artinya orang yang berjuz 24 pandai menutupi apa yang menjadi keinginannya. Ia memang susah ditebak.

Banyak hal yang bisa dijadikan rujukan untuk menjelaskan karakter juz 24 berkenaan dengan kabut / asap. Diantaranya adalah, kewaspadaan. Seorang juz 24 senantisa waspada dalam melihat kondisi dia berada.

Ia termasuk orang yang antisipasif. Setiap gerak seseorang tidak akan luput dari pengamatannya. Jadi terkesan ia mudah curiga dengan seseorang. Orang juz 24 juga termasuk lihai dalam menyembunyikan kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirinya.

Surah berikutnya, Al Mukmin [QS.40], yang berarti orang yang beriman. Pada edisi yang lalu telah kita bahas tentang satu kata yang bentuk mufrad (tunggal) dan jamaknya menjadi nama surah Al-Qur’an, yaitu Al-Mukminun [QS.23] dan Al-Mukmin [QS.40].

Orang yang berjuz 24 mudah percaya terhadap orang lain. Selain itu, ia juga menyukai sesuatu yang berbau spiritual. Secara spiritual, ia juga mempunyai kepekaan yang lumayan tinggi. Ia model orang yang tidak hanya pandai berbicara, tapi pandai pula bekerja.

Ayat Al-Mukmin yang berada pada juz 24 dimulai dari ayat 1 sampai 85, sehingga total 85 ayat. Kemudian angka 85 disubtitusikan menjadi urutan surah Al-Qur’an yang jatuh pada surah Al-Buruuj [QS.85] yang bermakna gugusan bintang. Orang yang berjuz 24 suka berangan-angan. Selain itu, bicaranya juga tinggi.

Surah yang terakhir adalah Fusshilat [QS.41], yang berarti dijelaskan atau diperinci. Orang yang membawa karakter juz 24 dalam menerima atau belajar sesuatu harus jelas dan rinci.

Terkadang ia lambat dalam memahami sesuatu bila tidak dijelaskan secara terperinci dan mendetail. Namun bila sudah ia pahami, ia akan susah melupakan hal itu.

Dimulai dari ayat 1 sampai 46, jadi total 46 ayat. Surah ke 46 yaitu Al Ahqaaf, yang artinya bukit-bukit pasir. Biasanya bukit pasir mudah berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain mengikuti angin yang menerpanya.

Tidak jauh beda dengan orang yang membawa karakter juz 24, ia mudah terbawa dan terpengaruh suasana dan memang secara psikologis, ia labil.

Disisi lain, meski sepertinya ia mudah mengikuti “arus” layaknya tidak punya pendirian, namun itulah strategi dia untuk melihat dan belajar. Begitulah cara dia berkamuflase.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak), 10 (perut, pencernaan), 4 (tulang, rangka). Dari kombinasi ketiga angka tersebut dapat dipahami bahwa orang yang membawa karakter juz 24 selalu berpikir runtut atau sistematis.

Selain itu, ia adalah tipe orang yang normatif dalam berpikir. Artinya ia setuju dengan hasil-hasil pemikiran yang sudah mapan, karena ‘ain 1 masih berkaitan dengan ‘ain 20 yang berarti aturan main. Namun sayangnya, ia tipe orang yang mengikuti mod termasuk dalam masalah berpikir.

Namun, karena pengaruh ‘ain 20 ini membuatnya setiap aturan yang dimilikinya harus juga diikuti oleh orang lain.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pandangan), 11 (tali rasa, perasaan), 5 (tangan, penanganan). Kolaborasi angka-angka tersebut membuat orang yang berjuz 24 mudah tersentuh dengan apa yang dilihatnya dan selalu ingin berbuat sesuatu untuk menyikapinya.

Ia juga tipe orang yang kurang tegas dalam melihat sebuah permasalahan. Ia cenderung melihat bahkan terfokus pada kaitan permasalahan yang sedang dihadapinya dengan masalah yang lain dan lupa dengan masalah inti. Hal ini bisa dimaklumi, karena ‘ain 2 berhubungan dengan ‘ain 21 yang berarti pemikiran ulang.

Kaitan ‘ain 39 dengan ‘ain 2 mempengaruhi cara pandangnya dalam memandang sebuah persoalan. Baginya, persoalan yang sedang terjadi, tak lepas dari kaitan dan sebab akibat dari persoalan yang lain.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 11 (tali rasa, perasaan), 6 (syaraf, hukum). Perpaduan tiga angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang berjuz 24 tak hanya mudah tersentuh dengan apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya pun bisa membuat perasaannya tersentuh. Dengan kata lain, ia tipe orang yang mudah berempati terhadap orang lain.

Dalam berbicara, ia selalu melihat situasi dan kondisi, tidak asal bicara. Dalam hal ini, perasaanya yang bermain. Dengan bergabungnya ‘ain 22 dengan ‘ain 3, pembicaraanya pun terarah dan mengacu pada tujuan tertentu dan tidak ngalor ngidul.

Sisi lainya, ia termasuk orang yang berbicara sekehendak hatinya. Terkadang gaya bicaranya yang ceplas-ceplos bisa menyinggung perasaan orang lain bila tidak mengenal dia dengan baik.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 7 (paru), 7 (sistem respirasi). Bertaliannya ‘ain 4 dengan ‘ain 7 dua kali membuktikan bahwa orang yang berjuz 24 dalam menyusun kerangka berfikir ia sangat membutuhkan masukan dari beberapa pihak.

Secara psikologis, ia tipe orang yang tidak bertele-tele dan tidak pula banyak mempunyai rencana. Untuknya, apa yang ada dihadapannya, itulah yang dilakukannya.

Dari sini, kelihatan kalau ia bukan seorang yang gemar berolah pikir. ‘Ain 4 masih berkaitan erat dengan ‘ain 23. Artinya Ia juga orang yang selalu ingin diperhatikan.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 5 (penanganan), 8 (darah, jantung). Terulangnya ‘ain 5 dua kali merupakan penegasan bahwa orang yang berjuz 24 tidak banyak bicara. Ia lakukan segera apa yang ada di depan mata.

‘Ain 5 masih berhubungan dengan ‘ain 24. Dalam melakukan sesuatu, ia pandai mencari kaitan dengan permasalahan yang lain sehingga semakin lengkap. Namun, tak jarang justru membuatnya repot sendiri.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 24 yaitu berjumlah 65 ayat.

Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah At-Thalaaq [QS.65] yang artinya talak. Surah ini merupakan isyarat bagaimana menghadapi orang yang membawa karakter juz 24.

Sesuai dengan artinya, menghadapinya harus tegas namun bertahap sebagaimana talak yang tegas dan tidak boleh main-main dan terbagi menjadi beberapa tahapan, raj’i 1, raj’l 2, dan talak bain kubra (talak 3), mengingat karakternya yang labil dan mudah berubah, maka harus dipakai pendekatan yang sedikit agak frontal.

Pengaruh surah ini membuatnya menjadi seorang yang tegas dan tidak bermain-main dalam mengambil sikap atau keputusan. Apalagi keputusan tersebut sudah jatuh pada “talak tiga”.

Jumlah ayat dari surah Ath ThalaAq adalah 12 ayat. ‘Ain ke-12 ini memilki arti ambisi, motifasi dan nafsu. Hal inilah yang membuatnya menjadi seorang yang temperamental.

Negatif/Positif

Negatif/Positif, didapat dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman berikutnya yaitu 7 sampai 13 yang berjumlah 79. Surah yang ke 79 adalah An Naazi’aat, artinya malaikat pencabut. Orang yang membawa karakter juz 24 ketika tidak menyukai sesuatu maka ia akan selamanya tidak menyukainya.

Baginya, pantang untuk mencabut apa yang sudah menjadi keputusannya. “Sekali pedang terhunus pantang untuk disarungkan” itulah ungkapan yang tepat baginya.

Jalan Keluar

Jalan keluar, dapat diketahui dengan menghitung ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15, yaitu total 22 ayat. Al Hajj merupakan surah yang ke 22 yang artinya haji.

Dalam metode struktur Al-Qur’an, Al Hajj dimaknai sebagai titik puncak, tujuan, dan target. Hal ini berdasarkan posisi haji yang menempati urutan terakhir (klimaks, puncak) rukun islam.

Bisa jadi, ini merupakan sebuah petunjuk bagi orang yang berjuz 24 dalam menyelesaikan masalahnya. Artinya ia harus mempunyai dan membuat target tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Baginya segala sesuatu harus sempurna

Al Hajj berjumlah ayat 78. Surah ke-78 adalah An Nabaa, artinya berita besar. Ia juga memiliki kemampuan untuk membuat berita yang sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa. Sebaliknya, ia juga mudah terpengaruh oleh berita besar yang tidak jelas asal-usulnya.

Dasar.

Dasar, merupakan jumlah ayat pada halaman terakhir juz 24, yaitu berjumlah 9 ayat. Surah ke 9 adalah At Taubah (pengampunan).

Pada dasarnya, orang yang berjuz 24 tipe orang yang lapang dada. Sekalipun orang telah berbuat tidak baik padanya, ia tetap bisa memakluminya dan memaafkannya.

Namun, jangan sekali-kali membuat kesalahan padanya. Bila itu terjadi, jangankan untuk menyapa, melihat pun ia enggan.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 24 terletak pada organ mata dan tulang atau rangka. Bagian tubuh lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah persendian (syaraf) dan tangan.

Ia tipe orang yang tidak bisa bekerja kasar atau terlalu berat. Ia mudah terserang pegalpegal atau capek, terutama pada bagian lengan sebelah kiri dan pada bagian tungkai atau kaki.

Kelemahan

Temperamental, suka membentuk seseorang sesuai dengan kehendaknya, Terlalu peduli pada orang lain dan kurang memikirkan dirinya sendiri, tidak menerima dan melakukan sesuatu sebelum jelas sehingga terkesan rewel, suka mencela kekurangan seseorang.

Kelebihan

Tegas, pantang menarik omongan, familiar dan supel serta pandai pergaul, empati dan kepedulian sosial tinggi, pandai menutupi kelemahan.

___________________________________________________________________________________________

Juz 23

Lam adalah huruf ke-23. Dalam struktur ‘ain, ‘ain ke-23 dimaknai sebagai manusia (bayi). Indikasi awal dari karakter orang yang berjuz 23, ia tidak bisa melepaskan diri dan bergantung kepada orang lain. Biasanya ia sangat manja dan selalu ingin dilayani.

Seorang juz 23 mudah tertarik dengan seseorang berdasarkan fisik. Namun, dalam memilih pasangan orang juz 23 termasuk selektif, apalagi bila melangkah pada tahap berumah tangga. Bagi kaum Adam, ada semacam kecenderungan tertentu dalam memilih pasangan hidup. Seorang juz 23 menyukai pasangan yang lebih tua atau lebih dewasa tepatnya. Bukan berarti ia termasuk odipus komplek (Oedipus complex).

Kencenderugan itu disebabkan karena ‘ain ke-23 juga berarti bayi. Dimana seorang bayi selalu memerlukan ibu. Oleh karena itu dalam memilih pasangan ia ingin istrinya juga bisa menjadi seorang ibu baginya.

Parahnya, bila figur seorang ibu tidak ia dapatkan pada istrinya, ada kemungkinan untuk mencari istri lagi yang bisa menjadi seorang ibu. Namun, jika figur ibu ada pada istrinya, ia menjadi seorang yang sangat setia dan menyayangi dengan sepenuh hati.

Setelah itu, surah yang ke 23 adalah Al Mukminun yang berarti orang-orang yang beriman. Al Mukminun merupakan bentuk jamak dari kata Al Mukmin. Sebuah isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 23 piawai dalam bersosialisasi.

Sebaliknya, bila surah ini berbentuk kekurangan, biasanya ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Atau lebih banyak menyendiri sebagai aktualisasi surah Al Mukminun yang tidak dominan pada dirinya.

Ada sesuatu yang menarik di balik pencantuman kata Al mukminun dalam bentuk jamak dan kata Al Mukmin dalam bentuk tunggal sebagai judul surah Al Quran.

Al Mukmin diletakkan pada urutan surah ke 40. Sebuah fenomena yang mengundang berbagai macam pertanyaan kritis? .

Salah satu hikmah yang bisa dipetik dari peletakan Al Mukminun mendahului bentuk mufrad (tunggal)nya adalah untuk menjadi seorang yang beriman (al Mukmin), ia harus banyak belajar dan menimba ilmu.

Mencari ilmu tidak harus dilakukan secara formal. Mengamati dan memikirkan lingkungan sekitar merupakan salah satu bentuk menuntut ilmu secara non formal.

Selain itu, biasanya manusia mencapai tahap dewasa dalam berpikir dan bertindak ketika umurnya menginjak 40. Muhammad SAW diangkat jadi Nabi pun ketika berumur 40 tahun.

Nah, untuk menjadi sosok pribadi mukmin yang sesungguhnya, seseorang haruslah melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah.

Diantaranya, bisa dipahami dari surah Al Mukminun (23). Ia haruslah sudah mapan dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan telah berbuat sesuatu yang berguna untuk mereka.

Unsur surah Al Mukminun juga membuat orang yang berjuz 23 mudah percaya dengan sesuatu yang bersifat metafisis (ghaib). Karena itu, ia tergolong orang yang mempunyai naluri dan sugesti yang kuat dan tajam. Hasil analisisnya seringkali menjadi kenyataan.

Terdapat 4 surah yang membangun juz 23. Pertama surah Yaasin (36), dimulai dari ayat 22 sampai 83. Seperti diuraikan pada edisi sebelumnya, surah Yaasin merupakan surah tidak utuh atau pecah, artinya terbagi dalam dua juz dimana ayat 1 sampai 21 terdapat pada juz 22 dan ayat 22 sampai dengan 83 terletak pada juz 23.

Nama surah Yaasin [QS.36] merupakan dua huruf yang menjadi awal surah. Menurut metode stuktur Al Quran, huruf Yaa dimaknai sebagai dasar, inti dan Sin sebagai motivasi, ambisi, alat vital.

Banyak karakter yang bisa digali dari kedua huruf tersebut. Misalnya secara naluriah, orang yang berjuz 23 cenderung mempunyai libido seks yang tinggi dengan terakomodirnya unsur sin dalam surah tersebut.

Jika libido seks yang tinggi ini tidak tersalurkan dengan baik, bisa dipastikan organ pertama yang terkena gangguan kesehatan adalah kepala.

Jika surah tersebut berbentuk kelemahan, ia harus berhati-hati dengan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan seks. Penyakit impoten (laki-laki) atau frigid (wanita) kerap menyapanya.

Dengan cara hidup yang sehat dan berimbang antara fisik dan mental serta membaca juz secara rutin, insyaAllah hal tersebut bisa diatasi.

Total ayat dari surah Yaasin yang terdapat di juz 23 berjumlah 62 ayat. Kalau kita kembalikan ke dalam urutan surah Al Quran, kita akan mendapatkan surah nomor 62 adalah Al Jumuah.

Maknanya, orang yang berjuz 23 seringkali terjebak melakukan sesuatu yang sebenarnya kurang penting dan kurang perlu untuk dirinya. Memang, ia mempunyai kelemahan menentukan sesuatu yang baik atau berguna untuk dirinya.

Ingat, Al Jumuah merupakan simbol dari formalitas dan pernak-pernik yang bersifat sekunder. Parahnya, jika sifat ini bisa terbawa saat mengalami surplus finansial, bisa saja ia membeli sesuatu yang tidak perlu dan berguna untuknya.

Surah berikutnya adalah As Shaaffat (37) dari ayat 1 sampai 182. As Shaaffat berarti yang bershaf-shaf. Begitu juga dengan orang yang berjuz 23, ia rapi dan teratur dalam berpikir dan bertindak. Baginya, dalam berpikir harus runut dan runtut serta sistematis dan dalam melakukan sesuatu tidak bisa serampangan.

Surah As Shaaffat adalah surah penuh dan tidak terpecah dengan juz lain. Total ayatnya 182. Kalau kita mengurangi angka 182 dengan jumlah surah Al Quran 114, maka kita akan mendapatkan 182-114 = 68.

Surah ke 68 adalah Al Qalam yang berarti pena. Maknanya sekalipun ia teratur dalam berpikir dan bertindak, sayangnya, justru ia tergolong orang yang susah diatur. Ia juga sosok yang dinamis yang bisa dengan cepat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menyukai tantangan.

Selanjutnya adalah surah Shaad (38), ayat 1 sampai 88. Surah shaad merupakan salah satu dari dua surah Al Quran yang berupa satu huruf hijaiyyah. Dalam metode struktur Al Quran, Shaad merupakan simbol dari rencana atau langkah awal.

Ada saja selalu direncanakan dalam pikirannya. Ia memiliki banyak ide dan gagasan. Sayangnya, sebatas rencana tanpa pelaksanaan.

Shaad juga surah penuh di juz 23. Jumlah ayatnya 88. Surah yang ke 88 adalah Al Ghasyiah yang berarti hari pembalasan. Orang yang berjuz 23 cenderung idealis dan tegas. Ia juga tipe pendendam. Positifnya, ia tidak perhitungan dalam memberikan sesuatu.

Surah terakhir adalah Az Zumar (39) dari ayat 1 sampai 31. Az Zumar adalah bentuk jamak dari kata zumrah, artinya golongan. Orang yang membawa karakter juz 23 harus selalu dekat dengan komunitasnya. Pada saat-saat tertentu, ia bisa saja merasa kesepian.

Dengan selalu dekat kepada lingkungannya, kemungkinan untuk bisa menyikapi semua permasalahannya dengan bijak semakin terbuka lebar karena jumlah ayar A Zumar yang terdapat di juz 23 berjumlah 31 ayat. Sedangkan surah ke 31 adalah Lukman yang merupakan simbol dari kebijaksanaan.

Berdasarkan Tanda ‘ain

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 20 (aturan main), 2 (mata. Pandangan). Dari kombinasi ketiga angka tersebut bisa dipahami bahwa orang yang membawa karakter juz 23 mengikuti aturan main dalam berpikir dan menganalisis sesuatu.

Analisanya juga mengacu pada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang menurutnya sesuai. Karena ‘ain 1 masih bertalian dengan ‘ain 18 yang berarti pertimbangan.

Bertemunya ‘ain 1 dengan ‘ain 35, menjadikan terkadang hasil analisisnya tidak selalu tepat atau sesuai dengan lingkungan. Artinya ia harus lebih mengkaji secara mendalam tentang konteks sebelum melakukan analisa, sehingga hasil analisisnya sangat tajam.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, analisis), 18 (pengkajian), 3 (THT). Sebuah kolaborasi yang cantik antara ‘ain 2 dan 3 yang diselipi ain 18 yang sangat jarang sekali terjadi.

Artinya orang yang berjuz 23 mempunyai kemampuan untuk bisa menyampaikan apa yang ada dipikirannya dan hasil pengkajiannya dengan baik. Dengan kata lain ia seorang retoris yang baik. Antara pikiran dan apa yang diucapkan nyambung.

Dari kemampuannya itu ditambah pengkajian tentang sebab akibat yang merupakan benang merah dari semua permasalahan, tak jarang masalah-masalahnya bisa ia selesaikan dengan baik. Wajar, ‘ain 2 berkorelasi dengan ‘ain 19 dan ‘ain 36.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 17 (estimasi), 4 (rangka). Seperti sudah dijelaskan di awal, orang yang berjuz 23 mempunyai kelebihan pada cara berbicara yang sistematis. Mengacu pada hasil pemikiran yang sudah ada (‘ain 20), kemudian ia dapat mengembangkannya sendiri (‘ain 37).

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (rangka), 16 (intisari, dasar), 5 (tangan, penanganan). Dibalik semua kelebihannya itu, orang yang berjuz 23 biasanya mengalami masalah pada tingkat aplikasi atau pelaksanaan dari semua ide dan gagasannya. Ini sangat dipengaruhi ketidakpercayaan dirinya terhadap hasil ide dan gagasannya sendiri sehingga membuatnya ragu dan bimbang untuk melakukannya (ain 21).

Bahkan, ia menyadari dirinya tidak akan sanggup mewujudkan idenya sendiri (‘ain 38). Oleh sebab itu, sebelum menganalisis sesuatu, sebaiknya ia mengkaji secara mendalam dan tidak membiarkan pikirannya mengembara kemana-mana.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (penanganan), 21 (pemikiran ulang), 1 (otak). Dari ketiga angka ter-sebut, semakin jelas, dalam tataran aplikasi, orang yang berjuz 23 sering dihinggapi rasa ragu dan bimbang. Namun, dalam mengerjakan sesuatu ia selalu serius menghadapinya. Meski hal itu sangatlah sepele.

Namun jika ia sedikit memaksa dirinya untuk memenuhi target yang telah ditetapkannya (‘ain 22) dan menikmati pekerjaanya (‘ain 39), ia bisa menjalaninya dengan baik.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, dapat dipahami dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 23. Total berjumlah 42 ayat. Kalau kita konversikan ke dalam urutan surah Al Quran, akan ditemukan surah As Syuura yang berarti musyawarah.

Yang terpenting dalam menghadapai orang yang membawa karakter juz 23 adalah komunikasi. Ia akan dengan mudah menerima segala sesuatu dengan mengajaknya diskusi dan dialog.

Negatif/Positif

Negatif/positif didapatkan dengan menjumlahkan halaman berikutnya yaitu 7 sampai 13. Jumlahnya 66 ayat yang merujuk pada surah At Tahrim yang berarti mengharamkan. Orang yang berjuz 23 teguh memegang kata-katanya. Jika ia mengatakan tidak, maka apapun yang terjadi tetap tidak.

Jalan Keluar

Menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 adalah cara memahami jalan keluar karakter juz 23. Jumlah ayat yang terdapat pada kedua halaman tersebut sebanyak 22 ayat. Sedangkan surah ke 22 adalah Al Hajj.

Bisa jadi, ini merupakan salah satu petunjuk bagi orang yang berjuz 23 dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Artinya, sebaiknya, ia tidak memutus atau menunda pekerjaanya sebelum selesai atau sempurna. Dikawatirkan, pada hari berikutnya sudah ada pekerjaan lain yang sudah menunggu untuk diselesaikan.

Perlu diingat, haji merupakan simbol kesempurnaan. Oleh karena itu, ia harus membuat target yang terjadwal dengan baik untuk mengantisipasi penumpukan masalah.

Dasar

Dasar, yaitu jumlah ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 23 yang totalnya 11 ayat. Surah yang ke 11 adalah Hud yang merupakan simbol dari tanah. Pada dasarnya orang yang berjuz 23 tertutup dan tidak mudah menyampaikan isi hatinya kepada orang lain.

Ia tidak mengalami banyak hambatan untuk menyesuiakan diri dengan lingkungannya, namun ia harus berhati-hati, karena ia mempunyai kecenderungan untuk menerima apapun secara mentah-mentah.

Dengan kata lain, ia tidak mempunyai daya filter (saring) dan kurang bisa membedakan apa yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 23 terletak pada organ mata, dan THT (hidung, telinga, tenggorokan). Penyakit seperti pilek, batuk, panas dalam, sariawan dan penyakit yang berhubungan dengan THT mudah sekali menyapanya. Organ lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah tangan, sendi/syaraf dan kepala. Ia mudah seklai capek dan pusing. Anggota tubuh yang harus mendapat perhatian terkait dengan kesehatan adalah alat vital dan siku pangkal lengan sebelah kiri.

Kekurangan

Tertutup dan tidak mudah menyampaikan keinginan, manja, labi dan selalu tergantung kepada orang lain, gemar berfantasi, libido tinggi kurang selektif.

Kelebihan

Analisis tajam, sistematis dan teratur dalam berpikir dan bertindak, retoris (antara apa yang dipikirkan dan diucapkan bersambung), komunikatif dan supel.

____________________________________________________________________________________________________

Juz 22 Kosong

____________________________________________________________________________________________________

Juz 21

Seperti biasa, langkah pertama yang dilakukan untuk mengurai karakter manusia berdasarkan Al Qur’an adalah dengan mensubtitusikan angka juz ke dalam urutan surah Al Qur’an. Surah yang ke 21 adalah surah Al Anbiya’ yang berarti para nabi.

Sebagaimana para Nabi, orang yang membawa karakter juz 21 dibekali kemampuan untuk memimpin komunitasnya, atau setidaknya kata-katanya selalu menjadi acuan dan patokan untuk menuntun ke tujuan yang hendak dicapai.

Selain itu, orang yang membawa karakter juz 21 juga sering diliputi rasa gamang atau keragu-raguan dalam memutuskan sesuatu. Kata-katanya mudah berubah rubah. Bisa dipastikan, Dampaknya secara langsung dirasakan oleh orang-orang yang dipimpinnya, karena mereka mengacu dan berpegang pada apa yang telah dikatakan dan diputuskannya.

Namun, kewajiban para Nabi hanya menyampaikan risalah (misi, tugas) yang diembankan kepadanya, selebihnya mereka serahkan sepenuhnya kepada Dzat yang mengutusnya Allah SWT.

Tidak jauh beda dengan orang yang berjuz 21, ia bisa bersikap tidak peduli kepada lingkungannya ketika ia merasa sudah melakukan sesuatu yang menurutnya harus dilakukan. Atau boleh dikatakan demi menjaga “kepentingannya”, ia tega dan acuh tak acuh terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya.

Di sisi lain, jika masalah yang sangat pelik menerpanya, ia bisa goyah secara mental atau mudah stress. Ia butuh seseorang yang bersedia mendengar keluh kesahnya atau tempat curhat.

Layaknya para Nabi, ketika kaumnya mendustakannya, ia akan mengadukan hal tersebut kepada kekasihnya, tak lain Allah SWT.

Pada Juz 21, terdapat 5 surah, yaitu surah ke 29 yaitu Al Ankabut yang artinya laba-laba, dari ayat 45 sampai 69. Maknanya, laba-laba merupakan binatang yang lebih dikenal dengan jaring-jaringnya.

Setelah memasangnya, selanjutnya ia cenderung menunggu sampai ada binatang yang terjerat di dalamnya. Artinya orang yang berjuz 21 sabar menunggu peluang-peluang yang menguntungkannya. Ia begitu optimis bahwa peluang akan menghampirinya.

Jumlah ayat dari surah Al Ankabut yang terdapat pada juz 21 adalah 25 yang merujuk pada surah Al Furqan dalam urutan surah Al Qur’an.

Dalam melihat sebuah permasalahan, orang yang berjuz 21 terkesan agak kaku, sebab yang tergambar dipikirannya adalah salah dan benar, hitam dan putih. Ia juga tipe orang yang terbiasa fokus pada suatu permasalahan, artinya konsentrasinya mudah buyar jika harus mencampuradukkan berbagai masalah.

Sarang laba-laba bisa ada dimana saja, namun kadang kala kita tidak menemukan laba-laba tersebut. Artinya, seorang juz 21 mudah bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Ia akan meninggalkan begitu saja sesuatu yang sudah tidak menguntungkan baginya. Ia mudah membuat jaringan, namun sering kali menelantarkan jaringan yang sudah dibuatnya.

Setelah surah Al Ankabut adalah surah ke 30 yaitu Ar Ruum yang berarti bangsa romawi. Sejarah menceritakan bahwa bangsa romawi adalah sebuah bangsa besar dan adidaya, waktu itu tak satupun negara di dunia ini yang sanggup mengalahkannya. Ar Ruum merupakan surah penuh, artinya tidak terpisah atau berbagi dengan juz sebelumnya atau sesudahnya.

Ia adalah tipe orang yang sulit untuk mengalah dalam segala hal. Entahlah, ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya susah menerima jika ada orang lain berada di atasnya, ia harus beda dan selalu di atas.. Hal ini terjadi bila Ar Ruum dalam dirinya menonjol atau dominan. Dengan ungkapan lain, egoisitasnya tinggi.

Total ayat surah Ar Ruum pada juz 21 berjumlah 60 ayat, dari ayat 1 sampai 60. Kalau kita konversikan angka 60 dalam urutan surah maka kita akan mendapatkan surah Al Mumtahanah yang berarti perempuan yang diuji.Maknanya adalah dikala berbicara dengan orang lain, orang yang berjuz 21 kelihatan seperti menguji, padahal tidak ada maksud sedikitpun dari dirinya untuk berbuat demikian.

Bila kita cermati, kedua surah tersebut sangatlah berhubungan. Bangsa Romawi adalah bangsa yang tidak mudah dikalahkan. Namun, sejarah mencatat bahwa mereka kalah oleh seorang perempuan, yaitu Cleopatra.

Dalam kehidupan seorang juz 21 akan selalu mendapatkan ujian dari wanita (Al Mumtahanah). Ia mudah larut oleh bujuk rayu wanita. Namun, bila ia sudah mencintai seorang wanita, apapun akan dia berikan untuk membahagiakan wanita pujaannya dan menjaganya.

Surah berikutnya adalah Luqman yang berarti luqman, salah seorang hamba Allah swt yang terkenal bijak bestari. Maknanya orang yang berjuz 21 bisa bersikap bijak dalam menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Sebuah hal yang kontradiktif bila dibandingkan dengan uraian surah Ar Ruum di atas.

Nah, justru inilah yang menarik pada diri orang yang berjuz 21, ada dua kutub yang terlihat sekilas berlawanan, namun kalau kita amati lebih jauh, kita akan menemukan hikmah di baliknya, yaitu keadilan dan kemahakuasaan Allah SWT dalam menciptakan manusia.

Jika Allah SWT menciptakan makhluk yang diklaimNya sebagai “Yang paling bagus bentuknya”, mempunyai kelebihan, maka di sisi lain, Dia sertakan pula kekurangannya, agar seimbang.

Selain itu, terbukti bahwa urutan surah-surah Al Qur’an adalah Tauqify yaitu ketetapan dari Nabi SAW dan tidak sembarangan. Bisa kita bayangkan jika salah satu surat yang ada di juz 21 terletak di juz berikutnya 22, maka bisa dipastikan tidak akan didapatkan uraian di atas.

Surah ke 31 yaitu Luqman dimulai dari ayat 1 sampai 34, jadi totalnya 34. Angka 34 mengingatkan kita pada surah Saba yang berarti kaum yang mencari. Seperti karakter juz sebelumnya 20, orang yang berjuz 21 juga jeli melihat peluang-peluang yang menguntungkannya.

Selanjutnya Surah ke 32 yaitu As Sajdah yang artinya sujud atau batasan. Inilah yang harus disadari dan dimengerti oleh orang yang membawa karakter juz 21, dikala Ar Ruum dominan pada dirinya, ia seringkali terlena dan lupa bahwa manusia diciptakan Allah SWT serba terbatas.

Kenapa As Sajadah dihubungkan dengan Ar Ruum, karena total ayat surah As Sajdah berjumlah 30 ayat yang merujuk pada surah Ar Rum.

Karena pengaruh surah As Sajdah inilah kadang kala ia merasa kemampuan yang dimiliknya terbatas atau tidak percaya diri. Atau ia paling tidak suka dibatasi gerak-geriknya, pasalnya ia termasuk orang yang menyukai kebebasan.

Surah yang terakhir adalah Al Ahzab yang artinya golongan yang bersekutu. Maknanya orang yang berjuz 21 adalah tipe orang yang jika mempunyai masalah justru mencari dan terjun dalam keramaian. Ia memerlukan partner atau teman untuk melakukan dan mewujudkan idenya. Dari sini bisa diketahui, orang bahwa ia juga mempunyai sifat tidak percaya diri.

Ayat Al Ahzab yang terdapat pada juz 21 juga berjumlah 30 ayat. Ini membuktikan bahwa jika orang yang berjuz 21 bisa melibatkan dan merangkul banyak pihak (Al Ankabut, jaringan), maka Ar Rum bisa berbalik menjadi positif. Karena, seberat apapun sebuah pekerjaan, jika dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. Ia juga suka berkelompok atau membentuk sebuah organisasi .

Berdasarkan Tanda ‘Ain

 ‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 7 (paruparu), 5 (tangan, penanganan). Kombinasi ketiga angka tersebut merepresentasikan bahwa orang yang membawa karakter juz 21 bukan tipe orang yang hanya bisa bicara saja. Ia berusaha mengaplikasikan apa yang ada dipikirannya, namun memang prosesnya memakan waktu yang cukup lama, karena ada unsur 7 diantara 1 dan 5.

Selain itu, ia juga selalu mengacu pada aturan yang berlaku dilingkungannya, karena ‘ain 1 bertalian dengan ‘ain 20 yang berarti aturan main. Namun, itu semua tergantung pada minatnya (ain 39). Dengan kata lain, ia mau melakukan sesuatu jika sesuai dengan keinginannya.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 12 (ambisi, motivasi), 6 (sendi, syaraf). Orang yang berjuz 21 memang dibekali kemampuan untuk bisa mengamati sesuatu dengan baik, analisisnya lumayan tajam.

Sayangnya, seringkali ia tidak yakin dengan hasil analisisnya sendiri sehingga membuatnya ragu dalam mengambil sikap. Hal ini wajar terjadi pada dirinya karena ‘ain 2 dalam teori putaran ‘ain (lihat daftar ‘ain) bertemu dengan ‘ain 21 yang berarti pemikiran ulang.

Karena sikapnya yang ragu dan mudah berubah dalam membuat keputusan tersebut, jika ia menjadi seorang pemimpin, akan berdampak kurang baik kepada orangorang yang dipimpinnya. Bisa dipastikan orang yang berada di bawahnya akan kebingunan dan kelabakan mengikuti pola kepemimpinannya.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 6 (sendi, hukum), 7 (udara). Ketika berbicara, orang yang berjuz 21 selalu mengacu pada aturan yang berlaku. Setidaknya, dalam hal retorika ia mempunyai kelebihan, namun adakalanya ia terlalu banyak bicara.

Keterkaitan ‘ain 3 dengan ‘ain 22 dalam putaran ‘ain membuktikan bahwa apa yang dibicarakan olehnya dilandasi oleh tujuan dan target tertentu. Boleh dibilang, ketika ia berbicara berarti ia mempunyai kepentingan terhadap masalah tersebut.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 10 (perut, pencernaan),1 (otak, kepala). Orang yang membawa karakter juz 21 tidak mengalami hambatan jika dituntut untuk merumuskan sesuatu yang ada dalam pikirannya.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 9 (hati, nurani) , 2 (mata, pengamatan). Ia adalah tipe orang yang tidak akan bergerak jika hatinya tidak tersentuh. Tetapi tidak mudah untuk membuatnya tersentuh, karena harus melalui perjalanan analisis yang panjang.

Ketika sedang melakukan sesuatu, seringkali ia dipertemukan dengan ide atau gagasan baru, karena ia memang jeli dalam melihat kaitan antar masalah. Hal ini bisa dimaklumi karena ‘ain 5 bertemu dengan `ain 24.

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (saraf, sendi), 8 (darah, jantung), 3 (THT). Dari ketiga angka tersebut bisa disimpulkan bahwa orang yang berjuz 21 adalah sosok yang normatif. Ia juga berusaha agar norma diberlakukan pada lingkungannya ‘ain 25 .

Apabila 21 dipampatkan, hasilnya adalah 3 (2 + 1). ‘Ain ke-3 adalah THT. Artinya, ia bisa menjadi seorang yang terlalu banyak bicara. Atau seperti pepatah “Tong kosong nyaring bunyinya”.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, dapat diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6. Totalnya 72 ayat yang merujuk pada surat Al Jin dalam urutan surah Al Qur’an. Al Jin adalah salah satu makhluk Allah SWT yang tersembunyi atau tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

Maknanya orang yang berjuz 21 cenderung gandrung terhadap sesuatu yang sifatnya mistis atau supranatural. Atau bisa pula dikatakan untuk bisa membuatnya sadar, ia harus melihat atau mengalami sesuatu yang sifatnya supranatural.

Kehadiran jin tidak dapat kita lihat dengan mata biasa. Oleh karena itu kadang kala kehadiran seorang juz 21 sering diabaikan. Hal lnilah yang membuatnya merasa disepelekan.

Negatif/Positif

Negatif/ positif dipahami dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang berjumlah 78 ayat. Selanjutnya kita konfersikan ke urutan surah Al Qur’an, yaitu An Naba’, artinya berita besar.

Demikian pula dengan orang yang berjuz 21, sesuatu yang kecil, dalam pandangannya adalah sebaliknya besar. Bisa juga berarti ia pandai mendramatisir sesuatu. Ia mudah terpancing dan terpengaruh oleh sesuatu berita yang belum tentu kebenarannya.

Jalan Keluar

Jalan keluar, didapat dari menjumlah totalkan ayat yang terdapat dari halaman 14 sampai 15, yaitu 19 ayat. Surah yang ke 19 adalah Maryam. Ini merupakan isyarat bagi orang yang berjuz 21, dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, sebaiknya ia dapat dengan bijak membedakan mana masalah yang ia harus melibatkan perasaannya dan tidak, sebagaimana Maryam dulu menyelesaikan masalahnya.

Dasar

Dasar, adalah jumlah ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 21 yaitu 10 ayat. Surah Yunus merupakan surah yang ke 10 yang berarti Nabi Yunus atau simbol air.

Pada dasarnya, orang yang berjuz 21 fleksibel dan bisa bergaul dengan siapa saja. Ia tidak mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 21 terletak pada mata, kepala, dan jantung (darah). Artinya ketika perasaan lagi labil, organ tubuh pertama yang terkena gangguan adalah kepala. Selain itu, organ tubuh yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah usus besar.

Kesimpulan

 Kekurangan

Suka mendramatisir sesuatu, peragu dan plin plan sehingga terkesan tidak tegas, cepat jenuh, banyak omong, sering menelantarkan jaringan, tidak gampang mengalah dan ingin menang sendiri,  temperamental, arogan dan egois.

Kelebihan

Analisis tajam, bijak, gemar berpikir, mudah bergaul dan supel, sabar menunggu dan jell menangkap peluang yang menguntungkan, mobilitas tinggi, pandai berargumentasi.

____________________________________________________________________________________________________

Juz 20

Karakter Dasar Manusia Juz 20

Tabloid Khalifah Edisi 24/Tahun I/2005

Dalam mengurai karakter berdasarkan Al Quran, pertama kali yang sebaiknya dilakukan adalah merujuk pada urutan Surah Al Quran.

Surah yang ke 20 adalah surah Thaha. Dalam disiplin ilmu Al Quran, surah Thaha tergolong dalam pembahasan tersendiri dalam Bab Muhkam dan Mutasyabih, tepatnya pada bahasan tentang Al Ahruf Al Muqattha’ah fi Awailis Suwar, yaitu huruf-huruf hijaiyyah yang menjadi awal surah. Bab tersebut telah dibahas khalifah dalam rubrik Tarbiyah edisi 16 lalu.

Dikatakan, ulama ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna di balik huruf-huruf hijaiyyah yang menjadi awal surah. Sampai saat ini, tak satupun ulama yang berani memastikan kebenaran pendapatnya atas pemaknaan huruf-huruf tersebut secara objektif.

Sehingga, banyak sekali ayat-ayat dalam Al Quran diterjemahkan hanya “Allah yang tahu”. Misalnya Alif lam Ra, Thahaa, Yasin, dan sebagainya. Bahkan ada dua surah yang terdiri dari satu ayat. Yaitu surah Shad dan Qaaf.

Dalam metode struktur Al Quran, Thaha dimaknai sebagai loncatan pemikiran atau perjalanan, tentu hal ini bersifat non psikis. Jelasnya, orang yang membawa karakter juz 20 sering mengalami loncatan pemikiran (kata Thaha terdiri dari huruf Thaa dan Haa,  apabila dilihat dari urutan abjad huruf Hijaiyaah, setelah huruf Thaa langsung loncat ke huruf Haa)

Begitu terlintas di dalam benaknya ia segera merencanakan atau akan melakukan sesuatu. Sebelumnya secara otomatis telah tergambar lebar dipikirannya secara detail dari A sampai Z hal-hal yang harus dilakukannya.

Namun, seringkali rencana-rencana yang telah tergambar dipikirannya tidak bisa dilakukannya secara utuh dan runtut.

Dengan kata lain pola berfikirnya tidak sistematis. Untuk menghindarti hal tu, sebaiknya ia segera menyusunnya secara tertulis, agar tidak lupa dan bisa menjalankannya sesuai rencana.

Ada tiga surah yang terdapat pada juz 20. Pertama surah An Naml yang berarti semut, dari ayat 60 sampai 93. Jadi jumlah ayat surah An Naml yang terdapat pada juz 20 sebanyak 34 ayat.

An Naml adalah simbol mobilitas, etos kerja dan semangat yang menggebu-gebu. Bagaikan semut, orang yang membawa karakter juz 20 slap melakukan pekerjaan apapun untuk ratunya.

Begitu sebaliknya. Ia berbalik menjadi orang yang malas jika atasan atau perusahaan tempatnya bekerja tidak sesuai atau konsisten dengan aturan main yang berlaku di lingkungannya.

Semut juga termasuk binatang yang bandel, betapapun sudah dibersihkan, ia masih tetap ada. Dengan kata lain, ia termasuk orang yang “ngeyel”. Bahkan kalau kita menyakitinya ia akan membalas dengan gigitannya yang juga tidak kalah sakitnya.

Total ayat An Naml yang berada di juz 20 sebanyak 34 ayat. Kalau kita subtitusikan angka 34 ke dalam urutan surah Al Quran maka akan didapatkan surah Saba yang berarti kaum yang mencari.

Maknanya, orang yang berjuz 20 jeli menangkap peluang-peluang yang menguntungkannya. Dengan kata lain, dimanapun gula berada, ia akan tetap bisa menemukannya dan dimanapun diletakkan ia akan tetap bisa mengejarnya.

Sayangnya, semut merupakan hewan yang memiliki rasa panik yang tinggi. Coba kita halangi atau kita putus rute semut yang sedang berjalan beriringan. Bisa dibayangkan apa yang bakal terjadi? Benar, awalnya ia akan panik dan kebingungan, namun pada akhirnya ia akan berusaha mencari jalan alternatif lain.

Begitulah kira-kira kondisi psikis orang yang berjuz 20. Saat masalah secara tiba-tiba menghadang di depannya, sulit baginya untuk berpikir jernih. Yang terjadi kepanikan yang justru menambah rumit masalah. Ada baiknya ia mengendalikan emosi dan menenangkan pikirannya dahulu, baru setelah tenang ia dapat terjun kembali.

Surah kedua surah Al Qashash yang berarti cerita-cerita. Bagi orang yang berjuz 20, tidak ada kata singkat dalam menjelaskan sesuatu. Ketika diminta menjelaskan sebuah masalah, secara alami penjelasan akan merembet ke permasalahan lain yang ada kaitannya.

Disisi lain, ia juga menyukai segala sesuatu yang berbau cerita atau sejarah. Semakin banyak cerita dan sejarah yang ia dengar dan baca, semakin banyak pula bahan yang ia dapatkan untuk disampaikan kembali kepada orang-orang di sekelilingnya.

Ia juga jeli menangkap fenomena di sekitar yang mungkin dianggap remeh orang lain. Lalu ia mengemasnya menjadi sebuah bahan pembicaraan yang menarik untuk disampaikan.

Dengan kata lain, orang yang berkarakter juz 20 tidak pernah kehabisan bahan omongan. Andaikata habis, dengan kemampuan alamiahnya bisa dengan mudah mencarinya kembali.

Surah Al Qashash merupakan surah penuh di juz 20. Artinya tidak terpisah dengan juz sebelum dan sesudahnya. Total ayatnya sebanyak 88. Surah Al Quran yang ke 88 adalah Al Ghasyiah, artinya hari pembalasan.

Ini berhubungan dengan karakter semut tadi, ketika ia disakiti, ia akan membalas dengan gigitannya. Ia juga seorang pendendam.

Salah satu kelemahan orang berjuz 20 adalah merasa tahu tentang banyak hal. Karena itu, ia bisa menyanggah apa saja yang menurutnya tidak tepat. Padahal belum tentu apa yang dianggapnya benar itu memang benar. Karena faktor surah inilah bisa menjadikan orang berjuz 20 banyak melakukan sanggahan dan merasa paling tahu.

Surah ketiga Al Ankabut yaitu laba-laba. Laba-laba merupakan binatang yang terkenal dengan jaring-jaringnya. Binatang ini cenderung menunggu setelah ia mengakar dan memasang perangkap dengan jaringnya.

Hal tersebut mencerminkan orang yang membawa karakter juz 20. Ia akan lebih cenderung mengamati dan mencermati ketika berada pada lingkungan baru, namun ia akan mendominasi dan mempengaruhi setelahnya.

Orang yang berjuz 20 juga mempunyai sifat yang sensitif dan halus perasaanya seperti halnya jaring laba-laba yang tipis dan halus. Bahkan cenderung cengeng. Wajar, karena dikatakan dalam salah satu ayat dari Al Ankabut (29) : 41, artinya “dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba andaikata mereka mengetahui.”

Bila kita merusak sarang lebah, tentu saja ia tidak akan membangun sarang. Artinya, orang berjuz 20 bisa “mutung” atau ngambek. Bila pekerjaan yang sedang ditangani dan ada orang yang merusaknya, ia enggan untuk memulainya lagi.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, pikiran), 8 (darah, jantung), 5 (tangan, penanganan). Dari kombinasi angka itu, orang yang membawa karakter juz 20 selalu mewujudkan apa yang ada dipikirannya. Ia tipe orang yang tidak banyak berbicara kalau tidak perlu, dan akan lebih mengedepankan aspek perbuatan.

Karena ‘ain 1 erat kaitannya dengan ‘ain 17, yang berarti estimasi, maka bisa ditengarai dalam melakukan suatu pekerjaan, orang berjuz 20 mempunyai landasan dan tujuan tertentu yang mendasarinya. Tak pelak, ia akan bermalas-malasan jika harus melakukan sesuatu yang tidak jelas tujuannya.

Orang yang berjuz 20 akan bersikap yang sama jika sebuah masalah dianggapnya tidak pokok atau urgen, karena ia selalu mengacu pada skala prioritas bahkan untuk membicarakannya pun ia ogah.

Hal ini dilandasai oleh putaran ‘ain 1 yang bertemu dengan ‘ain 33 yang berarti skala prioritas atas masalah yang dihadapi.

`Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 16 (inti, dasar), 6 (sendi, syaraf, hukum). Dalam melihat atau menganalisis suatu permasalahan, orang yang membawa karakter juz 20 jeli dan selalu melihat dasar atau intinya. Tak lupa, ia juga memandangnya dari sisi legalitas terhadap norma atau aturan hukum yang berlaku.

Putaran ‘ain 2 yang pertama adalah angka 18 yang berarti pertimbangan atau pengkajian. Ia juga tipe orang yang selalu mempertimbangan pandangan-pandangannya. Bahkan terkadang ia diliputi keraguan dalam mengambil keputusan. Inilah yang harus diantisipasi oleh dia. Tak jarang, karena sifat-nya yang satu ini, ia merasakan penyesalan atas tindakan yang telah diputuskannya sendiri.

‘Ain 34 merupakan hasil putaran ‘ain 2 yang kedua yang berarti keputusan yang diambil. Pada awalnya pertimbangan dan pengkajian selalu mewarnai setiap keputusan yang akan diambilnya, tapi akhirnya ia harus memutuskannya juga. Hal inilah yang kadang menjadi sebuah dilema baginya.

`Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 11 (tali rasa, perasaan), 7. Untuk pertama kali, ketika berada pada lingkungan yang baru, orang yang membawa karakter juz 20 cenderung tidak agresif dalam hal pembicaraan, sekalipun pada akhirnya “hegemoni”nya berangsur-angsur timbul secara perlahan. Ia akan mengamati dan mencermati dahulu situasi dan kondisi.

Dari putaran ‘ain 3, didapatkan angka 19 yaitu penyelesaian masalah. Ia merasa sangat gerah jika mendengar pembicaraan yang tidak jelas juntrungannya alias tidak menyelesaikan masalah. Baginya, tidak perlu bicara jika tidak menyelesaikan masalah.

Angka hasil putaran ‘ain yang terakhir adalah 35 yang berarti pengenalan lingkungan secara mendalam dimana masih erat kaitannya dengan ‘ain 3 dari segi makna.

Orang yang berjuz 20 tidak asal bicara sebelum ia mengenal lebih jauh lingkungan tempat ia berada.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 13 (kaki), 8 (darah, jantung). 20 (aturan main). Kolaborasi keempat angka itu membuktikan orang yang membawa karakter juz 20 merupakan sosok formalis sejati. Ia akan mengalami gejolak dalam dirinya jika harus melawanaturan yang berlaku atau yang sudah disepakati bersama.

Menurutnya, berlaku hukum sebab akibat yang merupakan makna ‘ain 36, angka hasil putaran ain 4. Artinya orang yang melawan aturan atau norma yang berlaku pantas diganjar sesuai dengan perbuatannya, tanpa ampun.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan) , 8, 2 (analisis, mata), 21 (pemikiran ulang). Titik klimaks dari pemikiran ulang atau keragu-raguan yang sering menghinggapi orang yang berjuz 20 berada pada titik ‘ain ini. Baginya, tidak mudah memutuskan sebuah masalah yang bagi orang lain sepele.

Dengan kata lain, ia memerlukan waktu yang tidak singkat untuk mengambil kebijakan. Tak jarang, keputusannya meleset atau tidak tepat yang mengakibatkan penyesalan di kemudian hari. Hal tersebut diperkuat ‘ain 37 yang berarti analisa lanjutan.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, didapatkan dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 20, yaitu berjumlah 64 ayat. Kalau angka tersebut kita konversikan ke dalam urutan surah, diperoleh surah At Taghabun, artinya hari ditampakkan kesalahan.

Orang yang berjuz 20 suka menandai atau melakukan pendataan apabila orang-orang di sekelilingnya membuat kesalahan. Sampai kapanpun ia akan selalu mengingat atau senantisa menyindir kesalahan orang yang dianggapnya keterlaluan. Ia juga jeli melihat kesalahan seseorang.

Data-data tersebut sangat berguna sekali sebagai bahan masukan baginya untuk mengambil keputusan. Karenanya, jangan coba membuat kesalahan yang berulang di depannya. Saat bermasalah dengannya, ia akan membongkar atau mengungkit kesalahan-kesalahan tersebut.

Negatif/Positif

Negatif/positif dapat diketahui dari jumlah ayat yang ada pada halaman berikutnya yaitu halaman 7 sampai 13. Total berjumlah 71 ayat. Surah ke 71 adalah Nuh atau keseimbangan.

Dalam berbagai hal, seorang juz 20 selalu berusaha menerapkan keseimbangan. Sebaliknya, bila tidak demikian, maka bisa dipastikan gejolak akan timbul dalam dirinya. Susah tidur dan penyakit-penyakit lain akibat stres mudah menghampirinya.

Seperti halnya kisah Nuh, ia lebih mengedepankan tugas yang diemban ketimbang keluarganya. Ini bisa bernilai positif atau negatif.

Jalan keluar

Untuk memahami jalan keluar harus dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15. Yakni berjumlah 21 ayat. Surah yang ke 21 adalah Al Anbiya (para nabi).

Sebagaimana para Nabi yang hanya bertugas menyampaikan, orang yang berjuz 20 juga dibekali talenta bisa menyampaikan sesuatu kepada orang lain.

Dengan unsur-unsur cerita (Al Qashas) dalam diri-nya, merupakan bekal yang cukup untuk memberi masukan pada orang lain (penasehat). Namun, ia sebatas menyampaikan, selebihnya ia tak peduli, apakah orang tersebut menerima atau tidak.

Makna Al Anbiya pada jalan keluar juz 20 juga merupakan isyarat yang nyata terhadap solusi yang sebaiknya ditempuh jika ia dirundung masalah. Nabi selalu mengembalikan akhir semua perkaranya kepada Allah. Dengan kata lain, ia harus selalu ikhlas dan pasrah.

Dasar

Dasar, merupakan jumlah ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 20 yaitu 10 ayat yang merujuk pada surah Yunus. Yunus dalam metode Struktur Al Quran adalah simbol air. Air adalah zat yang selalu bisa menyesuaikan bentuk ke dalam wadah dan bersifat meresap dan menetralisir zat yang lain. Artinya orang yang berjuz 20 fleksibel dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 20 adalah organ mata dan limpa, hati. Selain itu, bagian perut atau tepatnya di usus kecil.

Pada dasarnya, ia mempunyai ketahanan tubuh atau fisik yang kuat. Namun, jika masalah non fisik selalu menerpanya, ia menjadi sakit-sakitan.

Sebaiknya ia bersikap cuek atau mengabaikan perasaanya terhadap masalah yang dihadapinya sebagai tindakan preventif atau pencegahan.

Kekurangan

Sensitif, kurang percaya diri, cepat mengambil kesimpulan, banyak sanggahan dan merasa paling tahu. Jika norma yang sudah disepakati oleh lingkungan tidak dilaksanakan, ia akan membuat aturan main sendiri, mudah bergaul.

Kelebihan

Sabar menunggu kesempatan, analisis tajam, cepat menangkap dan menyerap informasi, etos kerja dan komitmen yang tinggi, mempunyai skala prioritas, banyak membuat alternatif jalan keluar, jeli menangkap peluang.

____________________________________________________________________________________________________

Juz 19

Dalam konsep pengembangan diri, jika seseorang diminta untuk memberikan masukan kepada orang lain tentang kepribadian dalam rangka menjadi yang lebih baik, maka yang pertama kali terucapkan adalah “be your self”, jadilah dirimu sendiri. Sebuah ungkapan bahasa inggris yang sudah tentu asing di kalangan masyarakat awam.

Lontaran konsep menjadi diri sendiri sebenarnya adalah merupakan proses yang tidak mudah. Butuh ketenangan dalam berpikir dan kebijaksanaan serta niat yang tumbuh dari dalam diri setiap individu untuk sampai ke sana.

Demikian juga dalam mempelajari karakter manusia berdasarkan struktur Al Qur’an. Diperlukan pemaharnan yang cukup dalam menterjemahkan variabel yang ada dan mampu menjelaskan karakter yang bersangkutan secara akurat.

Khalifah menyadari, dalam menjelaskan karakter manusia berdasarkan juz, masih belum lengkap dan sempurna. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi dari seseorang yang paham dengan ilmu psikologi dan mau mempelajari dan mendalami karakter manusia berdasarkan Al Qur’an sehingga dapat disinergikan menjadi kesatuan yang utuh.

Surah Al Qur’an yang ke 19 adalah surah Maryam. Maryam adalah simbol ketegaran, kemandirian serta keajaiban dari bukti kekuasaan Allah SWT. Keajaiban itu sendiri adalah sebuah misteri yang tidak bisa dinalar oleh akal manusia. Bagaimana mungkin, seorang wanita tanpa seorang laki-laki bisa mengandung dan mempunyai anak, tetapi bagi Allah swt tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Menurut kisah yang tertulis dalam Al Qur’an, Maryam memiliki pribadi yang mau menerima apapun yang terjadi dalam dirinya.

Begitu juga seorang juz 19, ia merupakan sosok yang mau menerima apapun omongan yang baik maupun buruk tentang dirinya. ia enggan untuk berargumentasi. Dengan kata lain, sebisa mungkin menghindari adu mulut untuk sesuatu yang dianggapnya tidak jelas.

Bila surah ini yang dominan, ia bisa menjadi penyabar. Namun, dengan kesabarannya ini sering kali lambat dalam menentukan sikap. Ia lebih suka berdiri dalam posisi netral. Kasarnya, mencari selamat.

Karena Mariyam adalah wanita, maka seorang juz 19 memiliki perasaan yang sensitif, tidak tegaan dan gemar mendidik.

Juz 19 terdiri dari tiga surah, yaitu surah Al Furqan yang merupakan surah pecah artinya terbagi antara juz 18 dan juz 19. Selanjutnya surah As Syu’ara’ yang berupa surah penuh pada dan surah An Naml yang berbentuk surah pecah atau terbagi dengan juz 20. Surah yang mengawali juz 19 adalah surah Al Furqan (pembeda) dari ayat 21 sampai 77.

Seperti sudah dijelaskan pada edisi yang lalu (karakter juz 18), bahwa Al Furqan dalam hubungannya dengan karakter adalah pada sikapnya yang terlalu banyak pertimbangan yang berakibat pada keragu-raguan dalam mengambil keputusan sehingga terkesan lamban.

Namun, ada yang sedikit berbeda dengan juz 19, jika seorang juz 18 diliputi rasa penuh pertimbangan dan bahkan keraguraguan sebelum ia melakukan sesuatu, tidak demikian halnya dengan orang yang berjuz 19, justru sikap tersebut muncul pada saat ia sedang atau telah melakukan sesuatu. Secara tiba-tiba, keraguan menghampirinya ketika sedang melangkah untuk melakukan suatu pekerjaan sehingga membuatnya berpikir kembali.

Jumlah total dari ayat surah Al Furqan yang mengisi juz 19 adalah 57 ayat yang merujuk pada surah Al Hadid yang berarti besi. Dalam hal memegang prinsip yang diyakininya benar memang tidak jauh beda dengan juz 18.

Kemauan keras mewujudkan keinginannya di mata orang lain memang terkesan ngeyel dan ia memang tipe orang yang agak susah dinasehati. Pendekatan yang tepat untuk mendekati orang yang berjuz 19 adalah pendekatan pandai besi, tempa pelan-pelan sampai ia luluh dan akhirnya bisa kita bentuk sesuai dengan keinginan kita.

Surah yang kedua adalah As Syuara’ (para penyair), yaitu dari ayat 1 sampai 227. Jika orang yang membawa karakter juz 18 lebih banyak diam dan mengamati serta mengedepankan aksi atau tindakan, lain halnya dengan orang yang berjuz 19 yang lebih banyak berbicara dari pada bekerja. Hal ini terjadi jika surah As Syuara’ dominan pada dirinya.

Namanya juga penyair, sekalipun ia mempunyai gagasan yang tinggi dan banyak ide, tetap saja ia akan berkutat dalam wilayah verbal. Dengan ungkapan lain, sesuatu rencana atau ide yang biasa, bisa ia poles menjadi ide yang tinggi bahkan muluk-muluk. Singkatnya ia adalah orang yang terobsesi oleh bayangan-bayangan “romantisnya”.

Layaknya para penyair, dalam menyampaikan maksud tentu sering mempergunakan perumpamaan. Begitu juga dengan orang juz 19, dalam menyampaikan maksudnya sering kali tidak langsung pada tujuan, seringkali menggunakan ungkapan.

Total jumlah ayat As Syuara adalah 227, coba kita kurangi dengan jumlah surah Al Qur’an sehingga 227-114=113. Surah yang ke 113 adalah surah Al Falaq (waktu shubuh). Artinya bicaranya orang yang berjuz 19 mudah berubah-rubah dan tidak bisa dipegang, sebagaimana waktu shubuh yang segera pudar dengan terbitnya matahari. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa saja ia melanggar sendiri apa yang telah ia katakan.

Namun, Maha kuasa Allah SWT yang menciptakan manusia dalam bentuk yang paling bagus, serta memberikan kelebihan beserta kekurangannya. Artinya tiada manusia yang sempurna. Begitu juga dengan karakter juz 19 dan juzjuz yang lain.

Jika As Syuara pada juz 19 dominan dan menyebabkan ia lebih banyak berbicara dari pada berbuat. Maka pada juz yang sama, terdapat pula sebuah surah yang mencounter karakter tersebut yaitu surah An Naml (semut).

Surah An Naml adalah surah terakhir dari juz 19, yaitu mulai dari ayat 1 sampai 59. Sebaliknya, jika An Naml yang dominan maka orang yang berjuz 19 cenderung menjadi tipe seorang pekerja yang giat dan tangguh.

Ia mempunyai mobilitas yang tinggi dan selalu mementingkan gerak atau aktivitas. Ia bisa saja bekerja tak kenal lelah dan waktu. Ada istilah “ada gula, ada semut”. Artinya, orang juz 19 memiliki kemampuan untuk mencari dan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat baginya.

Kalau kita mengamati semut, biasanya selalu bergerak meski produktivitasnya belum jelas. Ada sesuatu dalam dirinya yang mendorong dan membuatnya ingin selalu menyibukkan diri mengerjakan sesuatu. Begitu pula dengan orang yang berjuz 19.

Selain itu, semut adalah binatang yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Buktinya, mereka acapkali saling “menyapa atau bersalaman” dengan teman sesamanya ketika bertemu. Seorang juz 19 juga menyukai sosialisasi atau korespondensi. ia suka bergaul dan berteman dengan siapa saja, baginya teman adalah sumber informasi yang kelak suatu saat bisa berguna dan bermanfaat baginya.

Namun, jangan lupa bahwa semut adalah tipe binatang yang mudah panik. Coba, andaikata kita halangi atau kita putus di tengah semut yang sedang berjalan beriringan, maka kita akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

Benar, semut-semut itu akan tercerai berai tak tentu arah karena panik jalannya kita putus atau halangi. Demikian juga dengan orang yang berjuz 19, mudah panik dalam menghadapi permasalahannya.

Subhanallah, tetapi semut juga tipe binatang yang tak kenal putus asa. Jika kita halangi atau coba usir semut walau dengan segala cara, maka ia pun telah menemukan seribu cara untuk menemukan jalannya kembali.

Dengan kata lain, ia binatang yang tergolong bandel. Jika kita bisa mengarahkan dengan baik orang yang berjuz 19 maka ia takkan mengenal patah semangat.

Sedangkan ayat An Naml yang terdapat pada juz 19 berjumlah 59 ayat. Kalau kita konversikan ke dalam urutan surah Al Qur’an, maka kita akan menemukan surah Al Hasyr yang artinya pengusiran. Orang yang berjuz 19, jika disakiti maka ia akan membalasnya sebagaiamana semut yang akan menggigit jika diinjak. Selanjutnya ia akan cenderung menjaga jarak bahkan menjauhi orang yang telah menyakitinya atau membuatnya kecewa.

‘Ain 1

Angkanya adalah 1, 14 (rencana), 3 (THT). Dari kombinasi ketiga angka tersebut menunjukkan bahwa orang yang membawa karakter juz 19 umumnya sangat kritis dalam mengungkapkan pendapat atau pikiran atau bisa juga dalam menanggapi dan mengevaluasi pendapat orang lain sangat jeli.

Ia memang berbakat untuk menggali ide-ide baru, gagasan dan idenya memang selalu up to date. Sehingga ia mempunyai kapasitas untuk menjadi seorang konseptor yang baik, tetapi kelemahannya seringkali gagasan atau idenya hanya sekedar di mulut saja, dengan kata lain ia jarang sekali bisa merealisasikannya.

Ia juga seorang planner (perencana) yang baik, karena ia selalu mengacu pada aturan main yang berlaku (ain 20). Namun ia lemah dari sisi operasional. Lemah dalam arti tidak prefeksionis, tidak rampung atau sama sekali tidak bisa menangani hal-hal yang bersifat tekhnis dan njelimet.

Apalagi jika hal tersebut tidak sesuai dengan minat atau keinginannya, ia akan ogah-ogahan (ain 39). Wajar, dari kelemahannya ini, ia sering dicap sebagai pembuat masalah di lingkungannya.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2, 10 (pen-cernaan), 4 (tulang, rangka). Dari kolaborasi angka tersebut, terlihat bahwa orang yang berjuz 19 juga tipe seorang pemikir atau analist yang jeli.

Karena kejeliannnya dalam melihat sebuah permasalahan, disisi lain tidak sesuai dengan apa yang ia bicarakan, jangan heran jika di mata orang lain ia dianggap tong kosong nyaring bunyinya.

Dari ‘ain 2 ini pula bisa diketahui bahwa ia seringkali mengalami kegamangan justru saat ia sedang atau sudah melakukan pekerjaannya. Karena ain 2 masih bertalian dengan `ain 21 (pemikiran ulang). ia mudah lupa dengan apa yang telah diputuskannya atau terhadap rencana yang telah ia buat.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3, 16 (esensi), 5 (penanganan).. Ketiga angka tersebut memberikan isarat bahwa begitu banyak gagasan atau ide yang bisa muncul dari seorang berjuz 19. Namun seringkali yang ia realisasikan adalah ide yang menurutnya paling penting dan melupakan yang lain yang tidak kalah pentingnya.

‘Ain 3 mempunyai hubungan dengan ain 22 (target). Yang selalu dibicarakannya adalah bagaimana mencapai target dalam pekerjaan tertentu, tetapi tidak dibarengi dengan kapasitas yang cukup untuk sampai ke target tersebut.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4, 17 (estimasi), 6 (hukum, sendi). Orang yang berjuz 19 cenderung tidak mau berlawanan dengan norma atau hukum yang berlaku. Apa yang ia rencanakan selalu mengacu ke sana. Dengan masih bertalian-nya ‘ain 4 dengan ‘ain 23 membuatnya menjadi seorang yang humanist sekaligus idealis. Apa selalu mengungkapkan apa yang diyakininya benar. Tetapi kadang ia lupa, benar menurut dirinya belum tentu menurut orang lain.

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 , 9 (hati), 1. Uraian pada ‘ain 1 di atas diperjelas oleh kombinasi angka pada ‘ain ke 5 ini. Terlihat bahwa penanganan atau pelaksananan dari sebah ide atau gagasan berakhir pada ‘ain 1 atau hanya sebatas wacana saja dan bukan sebaliknya. Sekalipun ia memang pandai mencari kaitan atau petunjuk arah dari analisisnya yang lumayan tajam (ain 24)

‘Ain 6

Angkanya adalah 6, 24 (kaitan, petunjuk arah), 2. Uraian pada ‘ain 5 dikuatkan oleh kolaborasi angka yang terdapat pada ain ke 6. Disi lain, ia juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya karena ‘ain 6 terkait dengan ‘ain 25 yang berarti lingkungan.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis, bisa dipahami dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6. Total jumlahnya adalah 111. Kalau angka tersebut kita subtitusikan ke dalam urutan surah Al Qur’an maka kita akan menemukan surah Al Lahab (kobaran api).

Artinya orang yang membawa karakter juz 19 cenderung temperamental dan mudah terpancing oleh situasi. ia bagaikan kobaran api yang menjilat-jilat dan melahab apa yang ada di sekelilingnya tanpa pandang bulu.

Negatif/positif

Negatif/positif didapatkan dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yaitu 80 ayat. Surah Al Qur’an yang ke 80 adalah Abasa (bermuka masam).

Sekalipun orang yang berjuz 19 suka bergaul dan supel, namun jika ia disakiti atau merasa tidak cocok terhadap seseorang, maka ia tak akan segan untuk menunjukkan sikapnya tersebut dengan tidak menegur atau bahkan tidak menyapanya. Umumnya, masalah yang dipikirkan terpancar dari mimik mukanya.

Jalan Keluar

Jalan keluar seorang yang berjuz 19 bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 dari juz 19 sendiri yaitu 27 ayat. An naml adalah surah yang ke 27, oleh karena itu etos kerjanya tidak perlu diragukan lagi karena bagaiamanapun juga semut adalah salah satu hewan yang mempunyai mobilitas yang tinggi dan menyukai rutinitas.

Dasar

Dasar bisa diketahui dari total ayat yang terdapat pada halaman terakhir pada juz 19 yaitu berjumlah 14 ayat yang merujuk pada surah Ibrahim dalam urutan surah Al Qur’an.

Jikalau orang yang berjuz 19 dapat mengendalikan dirinya. Maka bisa ditengarai ia akan akan dapat menyelesaikan masalah-nya secara optimal. Dari surah Ibrahim pula, memberikan gambaran bahwa orang yang berjuz 19 temperamental dan sangat mudah terpancing.

Ibrahim ini dapat meredam surah Al Lahab. Sebab, dalam tenangnya gunung berapi terdapat gejolak magma yang luar biasa. Artinya, meski dalam kondisi emosi, seorang juz 19 dapat meredam emosinya tersebut. Jangan salah, sekali waktu meledak, ia dapat merusak dirinya dan lingkungan disekitarnya.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 19 adalah bagian kepala dan hati atau limpa. Bagian atau organ tubuh yang lain yang juga rentan terkena gangguan kesehatan adalah perut.

Kesimpulan

Kekurangan

Mempunyai angan-angan yang terlalu tinggi, gemar berkomentar, kalau sudah asik dengan pekerjaanya ia lupa segalanya, ngeyel, susah dinasehati, cuek, benar menurutnya harus benar juga menurut orang lain. Suka memaksakan kehendak.

Kelebihan

Mempunyai ide atau gagasan yang actual, menyukai mobilitas dan rutinitas, sabar, tekun, analisis yang tajam, humoris, pantang menyerah dan tidak mudah putus asa.

__________________________________________________________________________________________________

Juz 18

Surah yang ke-18 adalah surah Al Kahfi yang berarti gua. Sebagaimana layaknya gua yang terdiri dari unsur batu, orang yang membawa karakter juz 18 mempunyai maupun menilai seseorang.

Selain itu, lorong-lorong yang gelap dan licin membuatnya menjadi sosok yang misterius dan tertutup serta tidak mudah mengungkapkan uneg-uneg dan kemauannya kepada orang lain.

Jika seseorang masuk ke dalam gua, harus siap dengan kejutan-kejutan yang akan terjadi. Begitu juga bila kita mencoba mengenal orang juz 18. Sering kali kita akan menemukan kejutan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sampai-sampai kita tidak akan menyangka bahwa seorang juz 18 akan seperti yang kita duga sebelumnya.

Ada tiga surah yang mengisi juz 18. Pertama adalah surah Al-Mukminun yang berarti orang-orang yang beriman. Dalam Al Qur’an, ada beberapa nama surah yang lafalnya berbentuk mufrad (tunggal) dan Jama’ (banyak) masing-masing menjadi surah tersendiri. Salah satunya adalah surah Al Mukmin (40) yang merupakan bentuk tunggal artinya orang yang beriman dan surah Al Mukminun (23), berbentuk jama’ yang berarti orang-orang yang beriman.

Nah, penamaan surah Al Qur’an yang mengambil satu kata menjadi surah yang berbeda dalam bentuk tunggal dan jama’ merupakan sebuah indikasi bahwa ada makna atau pesan yang hendak disampaikan.

Berikut akan diulas penjelasannya dalam konteks mengurai karakter manusia berdasarkan metode struktur Al Qur’an.

Salah satu makna yang bisa ditangkap dari fenomena tersebut adalah penegasan, bisa dan sisi makna, bisa juga dari sisi kapasitas atau jumlah. Dari sisi kapasitas memang sudah bisa terlihat dari bentuk lafalnya, namun dari sisi makna, perlu sedikit kejelian untuk meraba dan akhirnya menemukannya.

Derajat tertinggi dalam spiritualitas islam adalah mukmin. Ingat, ketika Rasulullah saw dititahkan Allah SWT untuk menegur beberapa orang suku badui (tinggal di pegunungan dan pelosok) yang mengatakan bahwa mereka telah beriman.

Allah SWT menyangkalnya (dengan tujuan menjelaskan) lewat lisan Rasul-Nya yang di-abadikan dalam Al Qur’an QS.AI Hujurat (49): “orang-orang Arab badui itupun berkata : “kami telah beriman “, katakanlah (kepada mereka): ” kalian belum beriman, tetapi kata-kanlah kami telah tunduk (muslim)…..”.

Dari potongan ayat di atas, bisa dipahami bahwa untuk mencapai derajat mukmin tidak semudah yang kita bayangkan. Ada kriteria tertentu agar seseorang bisa mencapai derajat tersebut.

Salah satunya adalah lanjutan dari ayat di atas pada surah yang sama yaitu ayat 15, “orang –orang yang beriman adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya (dengan menjalani segala perintahNya dan menjauhi laranganNya), lalu mereka tidak ragu-ragu (dengan keyakinannya) dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, merekalah orang-orang yang benar.”

Sebuah kriteria yang ideal yang seharusnya ada dalam diri orang yang berjuz 18. Bukan berarti karakter juz yang lain tidak perlu mengacu pada sifat-sifat yang terkandung dalam ayat di atas, tetapi orang yang membawa karakter juz 18 mempunyai peluang yang lebih banyak dengan eksistensi surah Al Mu’minun pada juz tersebut secara penuh dan tidak terbagi dengan juz yang lain.

Gambaran dari Al Mu’minuun adalah orang yang berakal. Artinya, ia termasuk seseorang yang gemar berolah fikir.

Baginya, segala sesuatu harus bisa diterima oleh akalnya. Karena berhubungan dengan goa (Al Kahfi), kadang kala cara berfikirnya susah ditebak, terlalu “njlimet” dan terkesan kaku. Tidak jarang ia memaksakan pemikirannya kepada orang lain.

Hubungannya dengan karakter orang yang berjuz 18, biasanya ia cenderung pendiam dan lebih banyak mengamati jika berada dalam lingkungan barunya, tetapi sebenarnya dalam dirinya tersimpan keinginan untuk menjadi pusat perhatian orang-orang yang di sekelilingnya.

Total ayat surah Al Mukminun adalah 118. Kalau kita menerapkan teori putaran surah yaitu dengan cara mengurangkan jumlah ayat surah Al Mukminun dengan jumlah surah Al Qur’an, maka kita akan mendapatkan 118-114=4. Selanjutnya angka 4 kita subtitusikan ke dalam urutan surah Al Qur’an.

Surah yang ke 4 adalah An Nisa (wanita). Umumnya orang yang berjuz 18 telaten dan rapih serta teliti dalam mengerjakan sesuatu. ia juga mempunyai sifat yang manja. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi kelemahan seorang juz 18. ia mudah terpengaruh oleh wanita.

Surah yang kedua adalah An Nuur (cahaya). Sesuai dengan fugsinya, cahaya berguna untuk menerangi tempat yang gelap. Dari sini bisa diketahui bahwa orang yang membawa karakter juz 18 tidak banyak mengalami kendala untuk menyerap berbagai bentuk keilmuan kemudian mentransfernya kembali kepada orang lain. Boleh dibilang, kemampuan olah pikir atau intelektualitasnya tinggi.

Tetapi yang perlu diingat, jangkauan cahaya sangat terbatas dimana cahaya tidak bisa menembus sekat-sekat tertentu. Memang, dalam hal menerangi orang lain dalam arti memberi nasehat atau masukan kepada orang lain ialah ahlinya, namun justru terkadang ia mengalami kesulitan untuk menerangi dirinya sendiri.

Seorang juz 18 meiliki kelebihan dalam menyelami permasalah orang lain. Dengan kata lain, ia orang yang tepat untuk tempat curhat setiap permasalahan. ia menjadi seseorang yang gemar menolong.

Keberadaan surah An Nur juga membuat orang yang berjuz 18 ingin selalu mencari penjelasan tentang sesuatu di balik kehidupan ini, terutama yang bisa didapatkan secara spiritual atau lakon tertentu.

Ada sesuatu dalam dirinya yang mendorong agar keinginannya tersebut terakomodir dengan baik, jika tidak maka ia akan selalu merasa gelisah.

Namun jika keinginan di atas dapat tersalurkan dengan baik maka ia bisa menjadi seorang yang arif dan bijak dalam menyelesaikan persoalan lingkungannya.

Kalau saja kita rnau sedikit mengamati cahaya lilin atau lampu, maka kita akan menyaksikan bahwa area yang terdekat dengan cahaya tersebut yaitu ruang yang lurus sejajar dengannya tidak ikut terterangi oleh cahayanya. Begitulah kira-kira gambaran non psikis yang sering dialami oleh orang yang berjuz 18. Ia tidak bisa melihat kesalahan atau kelemahan yang ada pada dirinya.

Jumlah ayat dari surah An Nur adalah 64 Kalau kita subtitusikan kembali angka tersebut ke dalam urutan surah Al Qur’an.

Maka kita akan mendapatkan surah At-Taghaabun, yang berarti hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Lazimnya, orang yang membawa karakter 18, jika ada orang yang berbuat salah depannya atau bahkan menyakitinya, ia akan bersikap “mencatat” atau “niteni” dalar bahasa jawanya.

Ketika tiba saatnya nanti, ia akan mengeluarkan semua catatannya tersebut sebagai senjata untuk melumpuhkan rivalnya, oleh karena itu jangan coba untuk membuat kesalahan yang sama dua kali di depannya. Sisi lain, ia sangat jeli melihat kesalahan oran lain.

Surah yang terakhir pada juz 18 adalah surah Al Furqan yang berarti pembeda. Hal itu merupakan pertanda bahwa orang yang berjuz 18 mempunyai keahlian untuk menjadi seorang penengah atau negosiator.

Ini terlepas dari pengaruh kombinasi yang cantik antara surah An Nur dengan Al Furqan.

Entah mengapa, ia merasa tidak betah denga keadaan yang kisruh dan tidak kondusif secara naluriah ia akan berusaha memberikan sumbangsih pemikiran atau apapun untuk menetralisir keadaan tersebut.

Dari Surah Al Furqan pula, ia adalah sosok yang normatif, karena ayat Al Furgan yang berada di juz 18 berjumlah 20 ayat. ‘Ain 20 dimaknai sebagai aturan main, sehingga dalam memecahkan permasalahan yang terlihat adalah hitam dan putih, benar dan salah. Wajar, jika kesan kaku melekat padanya.

Sisi yang lain dari unsur Al Furqan yang mewarnai karakter juz 18 adalah pada sifatnya yang terlalu banyak pertimbangan sehingga terkadang lambat dalam mengambil keputusan, keraguan dalam bertindak seringkali melingkupinya,

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Berikut putaran ‘ain dan angka di dalamnya ;

Ain 1

Angkanya adalah 1, 22 (target), 1. Dari kombinasi ketiga angka tersebut bisa diketahui bahwa orang yang membawa karakter juz 18 malas untuk berpikir jika tidak ada tujuannnya atau target tertentu yang bisa memberikan masukan positif buatnya.

Seperti sudah disinggung di atas, ia adalah orang yang banyak pertimbangan dalam menyelesaikan atau membuat keputusan, sehingga terkesan lamban. Karena ‘ain 1 masih berhubungan dengan ‘ain 18 yang berarti pertimbangan.

Selain itu, ain 35 juga berkaitan dengan ain 1, yang berarti ia akan lebih bersikap jaim (jaga image) dan menahan diri jika berada pada lingkungan yang belum dikenalnya dengan akrab.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2, 10 (perut), 2. Dari gabungan angka tersebut bisa disimpulkan bahwa orang yang berjuz 18 tergolong jell dalam melihat berbagai persolaan. ia juga mempunyai bakat untuk menganalisis sesuatu yang bermuara pada ditemukannya jalan keluar Cain 19). ia bisa menyikapi permasalahan dengan tenang karena keyakinannya akan hukum causalitas atau sebab akibat Cain 36)

‘Ain 3

Angkanya adalah 3, 18 (pertimbangan, kesehatan), 3. Terlihat jelas, bahwa orang yang berjuz 18 memang penuh pertimbangan dengan terulangnya angka 18 di beberapa titik `ain. Sisi lainnya THT juga bisa menjadi kelebihannya dengan perkataanya yang mudah diterima dan dipercaya orang lain.

Tetapi hal itu juga bisa menjadi kekurangan baginya. ia merasa kesulitan mengungkapkan keinginannya. Secara fisik, ia mudah terkena gangguan penyakit yang berhubungan dengan organ THT.

Pertimbangannya selalu didasarkan pada aturan main atau norma yang berlaku di lingkungannya Cain 20) dan merupakan penerapan dari hasil analisannya terhadap permasalahan yang ia hadapi (ain 37).

‘Ain 4

Angkanya adalah 4, 27 (usaha), 4. Biasanya ia selalu merencanakan segala sesuatu sebelum ia melaksanakannya. Jika ia anggap masih terdapat kekurangan, maka ia akan memikirkannya kembali (‘ain 21) dengan memasukkan dan mengambil peluangpeluang untuk pengembangan ke dapan secara lebih baik (ain 38)

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 5, 5.Orang yang berjuz 18 cenderung tidak suka banyak bicara. Baginya yang penting bekerja dulu. Bahkan untuk menyebut sifatnya yang satu ini, boleh dikatakan “pukul dulu, urusan belakangan”.

ia juga terbiasa bekerja dengan sistem target, tak jarang karena terlalu asiknya “mengejar target” ia melupakan yang lain Cain 22). Hal itu ia lakukan jika apa yang ia kerjakan sesuai dengan minat atau keinginannya atau setidaknya ia menyukai pekerjaan tersebut (ain 39).

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (syaraf, hukum), 26 (waktu, potensi), 6. Orang yang berjuz 18 memang sosok yang normative terutama dalam masalah waktu. ia terkadang merasa seolaholah waktu selalu mengejarnya sehingga

dalam mengerjakan sesuatu terkesan tergopoh-gopoh dan terburu-buru.

Tetapi dalam keadaan tertentu (jika hatinya merasa gundah dan tidak. enak) ia adalah orang yang tidak menghargai waktu, dalam arti ia bisa bersikap semaunya seakan-akan minta perhatian.

Tak jarang dalam meng-ungkapkan apa yang menjadi keinginannya, ia melakukan sesuatu yang spektakuler untuk menarik perhatian orang-orang di seke-lilingnya (‘ain 23).

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 18. Total ayatnya adalah 112 yang merujuk pada surah Al Ikhlas.

Orang yang membawa karakter juz 18 tulus dam tidak perhitungan dalam membantu sesama, bahkan tak jarang karena ketulusannya, ia dimanfaatkan orang lain. Namun yang tidak boleh dilupakan, justru inilah ujian bagi seorang juz 18. Keikhlasan.

Negatif/positif

Negatif/positif bisa didapatkan dengan menjumlahkan ayat yang terdapat paad halaman selanjutnya yaitu 7 sampai 13, berjumlah 65 ayat. Kalau kita subtitusikan pada urutan surah Al Qur’an maka kita akan mendapatkan surah At Talaq. Ketegasan orang yang berjuz 18 terlihat di sini.

Kolaborasi antara surah Al Kahfi (18), Al Furcian ( 25), dan At Talaq (65) menunjukkan campaur baurnya antara ketegasan (yang didasari oleh kearifan (al Mukminun) dan keras (yang didasari oleh emosi dan idealisme yang terlalu tinggi). Tetapi ada sebuah surah yang berfungsi sebagai penetralisir yaitu An Nur.

Baginya, apa yang terlihat salah dimatanya, selamanya akan tetap salah. ia tidak perduli bila sebenarnya orang tersebut benar. Begitu juga sebaliknya. Bila surah ini yang dominan dalam diri juz 18, ia bisa menjadi seorang diktaktor tulen.

Jalan Keluar

Dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 maka kita akan mendapatkan jalan keluar juz 18. Total ayatnya adalah 13 yaitu surah Ar Ra’du.

Ketika emosi dan ambisi orang membawa karakter juz 18 memuncak, maka bagaikan kilat dan petir yang menyambar kesana kemari, tak seorangpun bisa menghadapinya.

Surah ini juga bisa membuat orang yang berjuz 18 mempunyai kemauan yang keras untuk mewujudkan keinginannya.

Petir terjadi karena bertemunya energi positif dan negatif. Artinya, seorang juz 18 memiliki kegemaran berdiskusi sampai tingkat perdebatan.

Karena surah ini sebagai jalan keluar, maka bila seorang juz 18 memiliki masalah, hendaklah didiskusikan, bukan dipendam.

Dasar

Dan halaman yang terakhir, yaitu 16, kita bisa memahami dasar dari juz 18. Jumlah ayatnya adalah 12 yang kalau kita korelasikan ke dalam urutan surah adalah surah Yusuf. Yusuf adalah simbol kepolosan.

Begitu juga dengan orang yang berjuz 18, apa yang ia bicarakan dan lakukan adalah apa

adanya dan tidak dibuat-buat. Namun yang menjadi masalah adalah tempat dan waktu yang kadang tidak tepat untuk menunjukkan kepolosannya tersebut yang berakibat ia mudah ditipu.

Surah Yusuf juga merupakan simbol udara atau atmosfir. Wajar jika orang yang berjuz 18 mudah sekali bergaul dan membentuk dirinya sesuai tempat ia berada.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 18 terletak pada organ kepala, darah dan jantung. Selain itu juga pada hati atau lever dan mata.

Bagian tubuh yang lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah bagian pantat dan paha kaki kanan.

_____________________________________________________________________________________________________

Juz 17

Mengenal karakter orang memang ada suka dukanya. Namun yang pasti tidak untuk tajassus yaitu mencari-cari kesalahannya untuk mencelakakan atau menfitnahnya. Tetapi sebagai masukan dan referensi agar lebih bijaksana dalam menghadapi karakter orang yang berbeda-beda dan bermacam-macam.

Selain itu, bagi orang yang bersangkutan bisa lebih mengenal dirinya sendiri. Bukan membanggakan diri jika terdapat sifat-sifat yang baik dan enggan memperbaiki sifat yang buruk. Namun sebaliknya, berusaha memaksimalkan sifat positif dan mengurangi atau menghilangkan sifat-sifat negatif.

Berdasarkan urutan surah sesuai dengan nomer juznya, surah ke-17 adalah Al Isra (perjalanan malam). Sebuah isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 ketika menghadapi permasalahan, memilih menenangkan diri dulu sebelum memecahkannya. Baginya masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin.

Menenangkan diri versi orang yang berjuz 17 bisa berbentuk macam-macam. Bisa bergulat dengan dunia malam atau sebaliknya, mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengingat Isra merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Mimpi adalah salah satu bentuk “perjalanan” malam. Artinya, seorang juz 17 termasuk orang yang gemar bermimpi atau berfantasi. Atau orang juz 17 juga memiliki banyak sekali ide atau gagasan.

Salah satu dari 4 juz dalam Al Qur’an yang terdiri dari surah penuh, yaitu diawali oleh akhir surah dan diakhiri oleh akhir surah pula adalah juz 17. Memang empat juz tersebut antara lain juz 17, 28, 29, dan 30 tergolong juz yang “istimewa”.

Artinya bisa jadi dengan tidak adanya surah yang pecah dalam juz-juz tersebut tanpa terkecuali juz 17 yang kita bahas pada edisi kali ini menjadikan seorang yang membawa karakter juz 17 mempunyai pribadi yang tidak ingin setengah-setengah dalam menangani sesuatu.

Selain itu, ia juga menganggap dirinya mampu untuk menangani masalah sendirian, entah kenapa ia tidak terbiasa dengan meminta pertimbangan atau pertolongan orang lain.

Surah-surah yang penuh dalam juz 17 juga menjadikannya orang yang selalu memperhitungkan apa yang hendak dilakukannya, atau dengan ungkapan yang lain jangan coba-coba untuk melakukan sesuatu secara serampangan (tidak sistematis) di depannya.

Surah penuh merupakan simbol keteraturan, kejelian dan ketepatan serta kecermatan. Atau singkatnya ia adalah figure yang prefeksionis, artinya segala sesuatu harus terlihat sempurna di hadapannya bagaimanapun caranya.

Juz 17 juga bermakna estimasi, bisa dikatakan orang yang berjuz 17 memiliki kelebihan dalam memprediksi suatu peristiwa atau kejadian. Selain itu, biasanya ia tidak bisa atau malas melakukan sesuatu jika tidak sesuai dengan pikirannya atau paling tidak ada benefit positif (manfaat) buatnya.

Surah Al Anbiya dan Al Hajj merupakan dua surah yang mengisi juz 17. Surah Al Anbiya (21), yaitu dari ayat 1 sampai 112. Makna dari Al Anbiya adalah secara etimologi adalah bentuk plural (jamak) dari kata Nabi yang berarti seorang Nabi atau pembawa berita.

Sebagaimana diketahui bahwa Para Nabi adalah hamba Allah SWT yang terpilih untuk membawakan berita (wahyu) dan menjadi pemimpin untuk umatnya masing-masing, kecuali Nabi Muhammad yang diutus untuk seluruh manusia.

Yang perlu diketahui disini adalah bahwa para Nabi hanya menyampaikan wahyu dan menjelaskannya kepada umatnya, tidak lebih. Artinya Nabi adalah sosok pemimpin yang merupakan eksekutor atas norma dan peraturan Allah SWT.

Jika wahyu tidak mengakomodasi detail permasalahan yang dihadapi oleh mereka, maka dengan kapasitas sebagai nabi mereka diberikan hak untuk berijtihad untuk menyikapi dan mencari solusi atas persoalan mereka.

Nah, dari sini kita sudah mendapat gambaran sekilas tentang sifat orang yang membawa karakter juz 17. la mempunyai kebiasaan dalam menyikapi sebuah permasalahan dengan mengembalikan kepada norma atau aturan yang berlaku pada lingkungannya, jika norma atau aturan tersebut tidak mengkover maka ia akan berijtihad mengambil inisiatif untuk memecahkan masalahnya sendiri sehingga kesan subjektif akan terlihat padanya.

Sayangnya, karena Nabi diberikan kewenangan oleh Allah menjadi eksekutor dan legislator (pembuat peraturan) dalam hal-hal tertentu, berpengaruh terhadap karakter orang yang berjuz 17, kadang-kadang tanpa disadari, ia memaksakan keinginan atau kehendaknya pada orang lain, atau setidaknya orang harus setuju dengan pendapatnya.

Namun, dibalik kesan angkuh yang melekat padanya, tersimpan sifat yang tulus , peduli pada lingkungan dan ikhlas serta pemaaf. Karena total ayat surah Al Anbiya yang terdapat pada juz 17 adalah 112 yang merujuk pada surah Al Ikhlas yang artinya memurnikan keesaan Allah. Selain itu, dengan kemampuan bernegosiasi dan berdialog, ia bisa mempengaruhi seseorang atau kelompok

Selanjutnya adalah surah Al Hajj (ibadah haji), yaitu dari ayat 1 sampai ayat 78. lbadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima, apabila seorang muslim telah selesai melaksanakannya maka islamnya telah sempurna. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 17 dalam melihat berbagai hal harus tampak sempurna, namun yang seringkali ia lupakan bahwa sempurna menurutnya belum tentu sempurna menurut orang lain.

Jumlah ayat surah Al Hajj yang ada pada juz 17 adalah 78. Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al Qur’an maka kita akan mendapatkan surah An Naba’ (berita besar). Artinya orang yang membawa karakter juz 17 bisa menjadi pusat perhatian, antusias (cepat semangat dalam melakukan sesuatu tetapi tidak jarang cepat pula pudarnya), dan mempunyai modal untuk meyakinkan orang.

Berdasarkan Tanda ‘Ain
Sejak dulu, tanda ‘ain merupakan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan selain merupakan tanda waqaf (berhenti), terutama berkaitan dengan angka-angka yang terbubuh padanya. Dasar pemaknaan ‘ain sebagai tanda waqaf pun tidak kuat karena selain merupakan bentuk hasil ijtihad ulama, argumen yang merujuk pada literature tertentu juga tidak ditemukan.

‘Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 10 (pencernaan), 1. Kombinasi angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 gemar berpikir, dengan kata lain ia bisa diajak untuk berpikir simple dan bisa juga berpikir rumit dan njlimet. Oleh karena itu, pola pemikiran seorang juz 17 kadang kala terkesan kaku dan cenderung bernilai subjektif.
‘Ain 1 mempunyai korelasi dengan ain 18, artinya setiap yang dipikirkan dan akan dilakukannya sebaiknya selalu didasari oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Salah satu yang harus menjadi pertimbangannya adalah factor lingkungan. la harus melakukan pengamatan yang cermat agar apa yang dipikirkanya tepat sasaran, hal tersebut perlu dilakukan karena ‘ain 1 juga masih bertalian dengan ain 35.

‘Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 19 (pemecahan masalah), 2. Pandangan dan analisis seorang yang berjuz 17 boleh dibilang tajam dan selalu mengarah pada penyelesaian masalah. Entah kenapa ia kurang terlalu suka dengan pandangan yang bertele-tele.
Hal tersebut semakin diperkuat dengan putaran ‘ain yang kedua sehingga ‘ain 2 berkaitan dengan ‘ain 19. Terakomodirnya ‘ain 19 sampai dua kali pada ‘ain 2 membuat makna yang terkandung di dalamanya semakin jelas dan terasa.
Putaran ‘ain yang terakhir jatuh pada angka 36, artinya analisisnya sebaiknya juga didasari oleh pertimbangan sebab akibat atas apa yang akan dilakukannya.

‘Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 12 (ambisi, motivasi), 3. Membaurnya ketiga angka tersebut menjadi satu kesatuan menyebabkan orang yang membawa karakter juz 17 dalam menyampaikan sesuatu terlalu menggebu-nggebu dan bersemangat sehingga ada kesan tertentu dibalik apa yang disampaikannya. la sangat gigih untuk merealisasikan gagasannya. Atau dengan ungkapan yang lain, apa yang ia sukai akan ia perjuangkan habis-habisan tanpa memperdulikan orang lain.
Dalam berbicara pun, biasanya ia sangat jeli dalam menganalisis bahasa yang dipergunakan, dan baginya tepat atau tidaknya pemakaian bahasa dalam bertutur merupakan barometer apakah seseorang mengerti dengan apa yang dibicarakannya. Hal itu wajar, karena `ain 3 mempunyai korelasi dengan ‘ain 20 (aturan main).
`Ain 3 juga bertalian dengan `ain 37. la merasa tidak puas dengan hanya berbicara saja, biasanya ia selalu bisa menfollow up dari apa yang telah ia ucapkan atau apa yang menjadi idenya.

‘Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 9 (hati nurani), 4. Dalam membuat perencanaan sebuah pekerjaan, kalau sedang hatinya tidak galau, maka ia akan dapat menyelesaikannya dengan balk, begitu sebaliknya.
Putaran ‘ain 4 pertama menghasilkan angka 21. Sebaiknya ia memikirkan ulang dalam rangka mengkaji secara matang apa yang akan dilakukannya.
Putaran yang terakhir berujud angka 38. Setelah melalui analisa dan pengkajian yang cukup, maka ia juga harus memikirkan bagaimana mengembangkannya pada masa mendatang.

‘Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 25 (lingkungan), 5. Dari ketiga angka tersebut bisa dipahami bahwa orang yang berjuz 17 menjadikan lingkungan sebagai faktor yang harus diperhitungkan terkait dengan rencana yang akan dilakukannya.
Dalam melakukan sesuatu pun, ia sudah terbiasa bekerja dengan target tertentu. Hal ini disebabkan ‘ain 5 mempunyai korelasi dengan ain 22, artinya target.
‘Ain 5 berkitan dengan ‘ain 39. Dalam melakukan pekerjaannya, kalau tidak sesuai dengan minatnya, maka bisa diperkirakan ia akan malas melakukannya. Bila mau melakukanpun karena terpaksa, akhirnya hasilnya kurang maksimal

`Ain 6
Angkanya adalah 6 (sendi, hukum), 18 (pertimbangan), 6. la tidak suka berspekulasi, sesuatu harus sistematis dan jelas, khususnya masalah legalitas atau sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun sayang, terkadang ia sendiri pada saat tertentu melanggar peraturan yang ia buat sendiri. Parahnya, ia bisa menjadi seorang yang konsisten dalam ketidak konsitenan.

Berdasarkan Halaman
Halaman Al Qur’an juga bisa dijadikan indikator dalam mengkaji karakter manusia berdasarkan metode struktur Al Qur’an, tentu yang dimaksud Al Qur’an di sini adalah mushaf format 18 baris. Dalam usaha untuk menguraikan karakter berdasarkan halaman Al Qur’an, dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

Taktis
Taktis dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 dari juz 17, yaitu berjumlah 82 ayat. Jumlah ayat ini selanjutnya dikorelasikan menjadi urutan surah. Surah Al Qur’an yang ke-82 adalah Al Infithar artinya yang terbelah. Orang yang membawa karakter juz 17 cenderung emosional dan meledak-ledak dalam menyampaikan sesuatu. la juga tergolong orang yang enerjik. Namanya terbelah, sering kali ia dihadapkan pada kondisi dilematis dalam mengambil keputusan.

Negatif / Positif

Begitu pula dengan negatif/positif, bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang total berjumlah 74. Urutan surah Al Qur’an ke 74 adalah Al Muddatsir yang berarti orang yang berselimut. Orang yang berjuz 17 biasanya tertutup dan malas jika harus mengikuti aturan orang lain, dengan kata lain ia agak susah diatur. Tidak jarang, kita tidak dapat mengerti apa yang menjadi keinginan seorang juz 17.

Jalan Keluar
Jalan keluar bagi orang yang membawa karakter juz 17 di dapat dari jumlah ayat yang berada pada halaman 14 dan 15, yaitu 25 ayat. Surah Al Qur’an yang ke 25 adalah Al Furqan, artinya pembeda. la adalah tipe orang yang tidak bisa mencampuradukkan berbagai permasalahan. Baginya masalah harus dipetakan dan dibahas serta diselesaikan menurut jenis dan macamnya sehingga dalam mencari solusinya bisa terarah atau fokus.

Namanya juga pembeda, ia lebih percaya diri bila bisa berbeda dengan yang lain, meskipun orang lain menganggap hal itu aneh. Dengan kata lain, ia berani tampil beda. Karena hal inilah yang dijadikan senjata untuk menutupi kekurangan dirinya.

Dasar
Di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16 pada juz 17 yang total berjumlah 9 ayat. Surah ke 9 Al Qur’an adalah At Taubah. Seperti dijelaskan di awal, bahwa orang yang berjuz 17 sebenarnya adalah tipe pemaaf. Selain itu ia sulit untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.
Tapi, bila kesalahan tersebut fatal baginya. la menjadi seorang yang keras dan tidak bisa memaafkan kesalahan tersebut. Jangankan memaafkan, menegur orang tersebut pun enggan.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang berjuz 17 terletak pada jantung dan darah. Selain itu juga pada bagian kepala dan sistem respirasi atau pernafasan (paru-paru), wajar jika ia sering mengalami sesak nafas atau gangguan pernafasan lainnya. Bagian tubuh lain yang lemah adalah THT, sehingga ia mudah terserang gangguan pernafasan, batuk, pilek dan lain-lain.
Selain itu bagi seorang juz 17 pria, yang harus dia jaga adalah prostat.

Kesimpulan
Kekurangan
Selalu melihat permasalahan menurut pendapat pribadi, emosional, malas jika tidak sesuai dengan keinginannya (moody), merasa mampu melakukan sesuatu sendirian (mandiri). Suka memaksakan kehendak

Kelebihan
Prefeksionis, penuh perhitungan, cermat, logis, pemaaf, tidak suka bertele-tele, enerjik, memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan. Berani tampil Beda.

____________________________________________________________________________________________________

Juz 16

Ada sesuatu yang menarik pada juz 16 yang akan kita bahas kali ini. Apakah sebuah kebetulan jika salah satu surah di juz 16 adalah surah ke-20 yaitu surah Thaha?

Sebelum mengurai karakter berdasarkan surah, mari kita kaji berdasarkan nomer juz yang dikorelasikan dengan urutan surah. Surah ke-16 adalah An Nahl, artinya Lebah.

Karakteristik lebah: pandai mencari madu, menciptakan sarang yang luar biasa dan saling menjaga komunitasnya. Namun, lebah punyai sifat sensitif. Bila ada asap di sekitar sarangnya, meraka cepat bereaksi menjauhi sarang.

Ini dapat menggambarkan karakter orang juz 16. Ia peka keadaan sekeliling, bahkan cenderung sensitif. Perubahan suasana sangat mempengaruhi mood-nya.

Orang juz 16 pandai menata tempat tinggal. Jangan heran, emosi orang juz 16 dapat terpancing hanya karena keadaan rumah yang sudah ditata tapi menjadi berantakan.

Memang, ia akan cepat merapikannya, tapi mulutnya tidak berhenti mengumpat sampai proses penataannya selesai.

Ia pandai mengatur keuangan sesuai dengan keperluannya. Seperti halnya, lebah yang menghasilkan madu dan mengaturnya sesuai dengan kebutuhan.

Ia memiliki kecenderungan pendendam bila dirinya atau salah satu anggotannya disakiti.

Namun, sifat pendendam ini tidak hanya memiliki konotasi negatif. Dia akan memberikan apapun yang dimiliki kepada seseorang yang telah menolongnya. Inilah salah satu sifat pendendam yang bersifat positif.

Juz 16 terdiri dari tiga surah. Salah satunya merupakan surah pecah yaitu surah Al Kahfi yang terbagi antara juz 15 dan juz 16. Sedangkan dua surah lainnya adalah surah yaitu Maryam dan Thaha.

Diawali surah Al Kahfi dari ayat 75 sampai 110, sehingga total ayatnya adalah 36. Seperti pernah disinggung pada edisi 19 tentang interpretasi gua, jika dihubungkan dengan karakter manusia, gua merupakan simbol misteri dilihat dari sisi ruang-ruangnya yang berliku-liku dan gelap gulita.

Begitu juga dengan orang yang membawa karakter juz 16. Ia sosok orang yang tertutup. Hanya orang-orang yang sangat dekat kepadanya yang mengetahui rahasianya.

Gua juga lazim dipakai orang untuk melakukan “Tahannuts” atau “I’tizal”. Yakni menyepi dengan maksud dan tujuan tertentu dan tempat mengisolasi diri dari hiruk pikuknya kehidupan duniawi.

Sebagaimana pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika menangkap sinyal-sinyal risalah dari Allah SWT pertama kali berupa mimpi-mimpi yang baik.

Setelah itu, beliau lebih suka menyepi, merenung, dan memikirkan apa yang sebenarnya beliau alami di Gua Hira sampai akhirnya Jibril mendatangi dan menyampaikan wahyu yang pertama kali.

Begitu juga dengan orang yang membawa karakter juz 16. Jika bersikap diam, mengurung diri serta berusaha menjauh dari pergaulan, bisa ditengarai ia sedang dirundung masalah. Sayangnya hanya dia yang tahu masalahnya.

Sisi lain dari sebuah gua yang bisa gali dan korelasikan dengan karakter manusia adalah unsur batu.

Sebuah indikasi kuat orang yang berjuz 16 punya sifat keras kepala sehingga dibutuhkan pendekatan khusus saat menghadapinya.

Pelan dan sabar. Itu salah satu pendekatan yang tepat terhadap dirinya. Jika ia sedang menghadapi masalah. berkomunikasi dengan orang juz 16 harus ekstra hati-hati.

Mengapa? Surah Maryam sebagai surah penuh pada juz 16 menjadikan orang yang membawa karakter juz 16 sangat sensitif dan mempunyai perasaan halus sekalipun berjenis kelamin laki-laki.

Surah Al Kahfi
Jumlah ayat Al Kahfi yang berada pada juz 16 adalah 36. Merujuk pada surah ke-36 adalah Yasin. Ini bisa jadi isyarat orang yang berjuz 16 tidak mudah menyampaikan keinginan atau ambisinya pada orang lain.

Yasin bermakna kandungan, inti, ambisi dan motivasi. Sisi lain, tidak jarang sering kali ia dihadapkan pada masalah yang sama.
Dari Yasin ini pula bisa dipahami bahwa ketika telah yakin dengan yang dipikirkannya, ia sangat berambisi merealisasikannya. Terkadang sampai lepas kontrol dan ingin segera melakukan sesuatu demi ambisinya.

Surah Maryam
Surah yang berikutnya adalah Maryam terdiri dari ayat 1 sampai 98.
Seperti diketahui, Siti Maryam, putri seorang hamba Allah yang shaleh bernama Imran. Allah SWT mengabadikan nama keduanya untuk nama surah dalam Al Qur’an.

Bukan nama saja yang tercantum dalam Al Qur’an, kisah keluarga dan kehidupannya pun diceritakan dengan indah lewat untaian ayat-ayat suci-Nya.

Siti Maryam merupakan sosok wanita yang tangguh, tabah dan mandiri. Itu tercermin dari kegigihannya mempertahankan kesuciannya yang dicap telah ternoda kaumnya, Bani Israil.

Allah SWT menunjukkan salah satu kekuasaan-Nya dengan menganugerahkan kepada Maryam seorang anak (Isa) tanpa melalui proses reproduksi sebagaimana manusia normal.

Siti Maryam juga sosok pribadi wanita yang mandiri. Ia membesarkan Isa seorang diri tanpa bantuan dan kasih sayang seorang ayah.

Begitu juga dengan orang berjuz 16. Jika perempuan, ia pribadi yang tabah dan mandiri. Jika telah bersuami, ia tidak banyak menggantungkan diri kepada suami atauorang lain.

Jika laki-laki, sifat yang nampak biasanya pada tingkah lakunya yang lemah lembut, namun sensitif. Ia mempunyai kelebihan pada tangannya yang telaten dan terampil dalam mengerjakan sesuatu.

Pekerjaan yang memerlukan ketelatenan yang biasanya dilakukan wanita bisa dilakukannya dengan mudah tanpa hambatan yang berarti.

Kolaborasi surah Al Kahfi dan Maryam, menyebabkan karakter dasar yang sering muncul pada orang berjuz 16 terlihat pada kebiasaannya menyimpan barang-barang berharga secara rapih dan terawat.

Artinya, ia membutuhkan tempat khusus untuk mengakomodir kebiasaannya dan menjaga privasinya terkait dengan sifatnya yang lebih suka menyendiri dalam menghadapi masalah.

Jumlah ayat surah Maryam yang berada pada juz 16 totalnya sebanyak 98. Bila angka tersebut disubtitusikan menjadi urutan surah Al Qur’an, kita akan mendapatkan surah Al Bayyinah yang berarti bukti yang nyata.

Ia tidak terlalu suka dengan spekulasi dan lebih cenderung kepada realitas yang terjadi di depan mata. Dengan ungkapan yang lain ia tidak mudah percaya terhadap sesuatu sebelum ada bukti nyata.

Surah terakhir pada juz 16 adalah surah Thaha. Secara tafsir verbal, nama surah yang diambil dari ayat pertamanya itu tidak dapat terdifinisi secara pasti.

Ulama berbeda pendapat tentang pemaknaannya, karena ayat itu bukan berbentuk kalimat tetapi merupakan susunan dua huruf hijaiyyah.

Mengacu pada pendapat ulama yang setuju dengan usaha untuk menginterpretasikan huruf-huruf hijaiyyah yang menjadi awal surah, mustahil Allah SWT menurunkan ayat-ayat Al Qur’an yang tidak bisa dimengerti manusia sebagai objek atau sasaran (khitab) dari Al Qur’an.

Dalam kaitan ini, metode struktur Al Qur’an melakukan eksplorasi dengan menerapkan berbagai pendekatan.

Thaha terdiri dari dua huruf, yaitu Tha (huruf ke-16) dan Ha (huruf ke-27). Atau terjadi lompatan sebanyak 10.

Sebuah loncatan lumayan jauh yang mengundang pertanyaan sekaligus menjadi sebuah misteri untuk bisa disingkap makna atau pesan yang terkandung di balik itu. Subhanallah

Dengan begitu, orang berjuz 16 sering mengalami loncatan pemikiran. Apa yang akan dilakukan sudah tergambar dan terbayang saat ini, sehingga ia merasa seperti bermimpi.

Berdasarkan metode struktur Al Qur’an, Thaha diartikan Perjalanan. Sehingga orang juz 16 memiliki kegemaran jalan-jalan.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

‘Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak,kepala) , 12 (ambisi, motivasi), 10 (pencernaan). Menilik angka pada ‘ain 1, orang juz 16 memiliki kecenderungan ambisius. Namun, ia masih bisa meredam ambisinya. Ini disebabkan dari angka 10 yang artinya mencerna. Selain itu, ‘ain 1 berkaitan dengan ‘ain 18 (pertimbangan).
Jadi, dalam memenuhi ambisinya harus melalui sebuah perhitungan dan pertimbangan tertentu.
Salah satu yang dijadikan pertimbangan adalah faktor lingkungan. Sebaiknya orang juz 16 mengenal lingkungannya lebih mendalam agar dapat menyalurkan keinginannya dengan baik. Karena ain 1 mempunyai korelasi dengan ain 35 yang bermakna pengenalan lingkungan secara mendalam.

‘Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata), 19 (pemecahan masalah), 11 (tali rasa). Dari kombinasi angka tersebut bisa dimengerti dalam melihat permasalahan dan pemecahannya, orang berjuz 16 menggunakan pendekatan perasaan.

Wajar jika memang sensitif dan memiliki empati bila seseorang mengalami masalah.

Dalam teori putaran ‘ain, ‘ain 2 berhubungan dengan angka 19 sebanyak dua kali.

Makna pengulangan adalah penegasan dari makna yang sudah dijelaskan.

Satu lagi, dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi adalah harus berdasar teori kausalitas (sebab-akibat) atau hukum sebab akibat. Ia harus menganalisis dengan tepat sebab dan akibat dari apa yang akan dilakukannya.

‘Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 9 (hati) 12 (ambisi, motivasi). Ketiga angka tersebut juga merupakan salah satu indikator orang yang berjuz 16 sangat perasa, mudah terpancing perasaannya.

Seperti dijelaskan sebelumnya ia adalah tipe orang yang tidak mudah percaya. Ia lebih sepakat untuk mengikuti aturan main atau norma yang berlaku karena ain 3 juga berarti ain 20.

‘Ain 3 juga bermakna ain 37. Ia cukup mempunyai dasar untuk bisa menganalisis permasalahan dengan baik. Tetapi perasaanya lebih banyak bermain sehingga jadi penghalang berpikir dengan jernih.

‘Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka) ,15 (langkah nyata) ,1 Artinya ia tipe orang yang agak kurang sabar.
Dalam merealisasikan keinginanya, ia sering dihinggapi rasa gamang dan raguragu. Dengan terakomodasinya ‘ain 21 pada ‘ain 4 bisa memberikan jalan keluar baginya yaitu ia harus berpikir ulang untuk tidak terburu-buru dalam melakukan apa yang telah direncanakannya.
Bergabungnya ‘ain 38 menjadikan ia tipe orang yang kreatif. Rencana yang sudah ada memberikannya inspirasi mengembangkan lebih lanjut sehingga hasilnya lebih bisa maksimal.

‘Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan , penanganan) ,25 , 2 . Dari ketiga angka tersebut, kita bisa memahami orang yang berjuz 16 kurang mempertimbangan faktor lingkungan dalam merealisasikan keinginannya. Bahkan ia lebih sering bersikap cuek atau tidak peduli jika ambisinya muncul.

‘Ain 5 juga bisa berarti ain 22. Artinya kalau sudah asyik melakukan sesuatu, ia bisa lupa segalanya karena dalam melakukan pekerjaanya didasari target tertentu yang ada pada dirinya.

Karena ‘ain 5 bertalian dengan ain 39, ia lebih enjoy dalam melakukan segala sesuatu jika apa yang dilakukannya sesuai dengan minatnya. Dengan kata lain ia tipe orang yang suka mengikuti apa kata hatinya sehingga ia akan enggan mengerjakan sesuatu jika hatinya tidak mendorongnya untuk melakukan hal tersebut.

‘Ain 6
Angkanya adalah 6 (hukum, sendi),10 (perut), 3 (THT). Meleburnya tiga angka tersebut membuat orang yang membawa karakter juz 16 seorang yang normatif. Bila berinteraksi dengan sesamanya, ia lebih sering menilai orang dari sisi norma yang berlaku. ‘Ain 6 juga mempunyai korelasi dengan ain 23. Dari ‘ain ini pula, biasanya ia bersifat manja, terutama pada ibu atau ayah atau istri atau suaminya.

Berdasarkan Halaman
Taktis
Kita bisa memahami taktis dari seorang yang membawa karakter juz 16 dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai halaman 6 pada juz 16 yaitu berjumlah 93.

Kalau kita merujuk kembali pada urutan surah Al Qur’an, kita akan mendapatkan surah Ad Dhuha. Artinya ia adalah orang yang menyukai hal-hal yang baru dan mudah bosan.

Negatif/positif
Begitu pula dengan negatif/positif, yaitu dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13. Jumlah ayatnya pada halaman itu sebanyak 17 ayat.

Surah ke-17 adalah Al lsraa’, yang artinya Perjalanan Malam Hari. Seperti sudah dibahas pada uraian di atas orang yang berjuz 16 suka menyendiri dalam rangka mengaktualisasikan diri sekaligus menunjukkan pada lingkungannya bahwa ia eksis.

Perjalanan malam hari juga bisa bermakna ide atau gagasan. Tidak jarang orang juz 16 memiliki ide atau gagasan yang tidak dipikirkan orang lain.

Jalan keluar
Ini semakin kentara dengan jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 pada juz 16 yang berjumlah 34.

Surah ke-34 merujuk pada surah Saba (Kaum Pencari) yang mengisyaratkan jalan keluar bagi orang bejuz 16. Dalam mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi, ia lebih suka keluar tanpa arah yang jelas.

Dasar
Kita bisa memahaminya dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16 pada juz 16 yang total berjumlah 14 ayat.

Surah yang ke 14 adalah surah Ibrahim. Seperti sudah dijelaskan pada uraian karakter juz-juz sebelumnya Ibrahim adalah simbol dari keteguhan dan ketegasan dalam mengambil sikap. Selain itu juga simbol dari gunung berapi.

Orang juz 16 pandai mengelola emosi. Namun suatu saat bisa meledak. Tidak peduli kapan dan dimana dia berada.

Kelemahan Fisik
Kelemaham fisik orang berjuz 16 terletak pada sistem pernafasan atau paru-paru dan tulang.

Ia mudah sesak nafas, capek dan pegal-pegal. Titik kelemahan lainnya terletak pada kepala dan saluran rahim. Orang juz 16 dan juz 14 rawan sekali dengan kista.

Pada juz 16 juga terdapat surah 19 (Maryam). 19 berarti pemecahan masalah. Artinya sebaiknya ia segera menyelesaikan masalah sehingga InsyaAllah ia tidak mudah sakit.

Sebaliknya bila selalu menumpuk masalah, ia akan menjadi lemah dan sakit-sakitan.

Kekurangan
Sensitif, kurang percaya diri, cepat mengambil kesimpulan, banyak sanggahan dan merasa paling tahu. Jika norma yang sudah disepakati oleh lingkungan tidak dilaksanakan, ia akan membuat aturan main sendiri, mudah bergaul.

Kelebihan
Sabar menunggu kesempatan, analisis tajam, cepat menangkap dan menyerap informasi, etos kerja dan komitmen yang tinggi, mempunyai skala prioritas, banyak membuat alternatif jalan keluar, jell menangkap peluang.

Gus AA/Ziyad at- Tubany

___________________________________________________________________________________________________

Karakter dasar manusia Juz 15
Khalifah Edisi 19/Tahun I/2005
Tibalah saatnya kita mengurai karakter manusia berdasarkan struktur Al Qur’an pada juz pertengahan Al-Qur’an, yaitu juz 15

Kalau kita merujuk kembali pada urutan surah al Qur’an, maka surat yang ke 15 adalah Al Hijr yang berarti batu, sebuah indicator awal bahwa orang yang membawa karakter juz 15 adalah keras kepala sebagaimana kerasnya batu.

Oleh karena itu, jika menghadapi orang berjuz 15 tidak dapat dengn kekerasan. Bila keras dihadapi dengan keras, maka semakin keras ia menolak-nya.

Parahnya, ia bisa menjadi pemberontak. Sebaliknya, hadapi dia dengan kelembutan.

Dengan betigu ia akan merasa risih dan serba salah. Ibaratnya batu karang yang terkikis oleh ombak lautan.

Kalau kita pernah melihat atau masuk ke dalam gua kita akan menyaksikan bahwa sebuah batu bisa berlobang hanya dengan tetasan air.

Jangan liat kapasitas tetesannya. Coba lihat frekuensi (kontinuitas) air menetes yang berlangsung selama berminggu minggu, berbulan bulan bahkan bertahun-tahun .

Fenomena itu menginspirasi kita tentang bagaimana cara menghadapi orang yang berjuz 15 yaitu harus pelan pelan dan memerlukan kesabaran yang tinggi serta telaten. Walau sesekali memang perlu bersikap tegas terhadapnya.

Analoginya adalah dalam kondisi tertentu atau mendesak kita harus menghancurkan batu dengan kekuatan atau kekerasan (menggunakan alat seperti palu besar atau bahkan bom) jika situasi dan kondisi menuntut demikian.

Jumlah ayat dari surah al hijr adalah 99. Surah ke-99 adalah al zalzalah (kegoncangan)

Dibalik sifat kerasnya, seorang yang berjuz 15 memiliki perasaan yang sensitive. Bila sisi ini yang disentuh, maka nampak pada sikapnya yang mudah terpengaruh.

Hal ini digambarkan oleh seorang pemahat batu. Batu bisa di bentuk sekehendak hati pemahat. Artinya orang berjuz 15 sebenarnya seorang yang mudah sekali dipengaruhi, namun tergantung siapa orang yang mempengaruhinya.

Semakin handal orang yang mempengaruhi, maka orang berjuz 15 bisa menjadi seseorang yang dapat juga mempengaruhi orang lain. Layaknya sebuah patung yang dapat mempesona orang yang melihatnya.

Seni mencerminkan pembuatnya. Bisa jadi, bila ia sudah mengidolakan seseorang, ia bisa menjadi “duplikat” orang yang diidolakannya.

Surah yang terdapat pada juz 15 adalah Al Isra yang artinya Perjalanan di malam hari. Ini menunjukkan orang yang berjuz 15 mempunyai kepekaan spiritual yang cukup tinggi.

Peristiwa isra’ dan mi’raj merupakan kejadian istimewa sepanjang kehidupan rasul saw dan merupakan symbol dari puncak spiritualitas. Yaitu bertemunya seorang makhluk dengan Tuhannya dan peristiwa diwajibkannya shalat bagi Rasul saw dan umatnya.

Untuk melakukan perjalanan di malam hari, dibutuhkan cahaya dan kehati hatian dalam melangkah. Sikap inilah yang sangat melekat pada seorang juz 15.

Ia sangat memperhitungkan setiap tindakan atau langkah yang akan diambil. Sikap kehati hatian merupakan keharusan baginya.

Sisi negatifnya, bila seorang juz 15 tidak memiliki “cahaya”, ia bisa menjadi orang yang tidak bisa membawa diri. Jangankan berhati hati, untuk melangkah saja ia tidak mengetahui harus dari mana memulainya.

Ayat dari surah Al isra pada juz 15 adalah mulai dari ayat 1 sampai 111. Kalau kita merujuk urutan surah al quran, kita akan menemukan surah al lahab yang berarti gejolak, kobaran atau jilatan api.

Kalau sudah terpancing emosinya, seorang juz 15 bisa meledak ledak seperti layaknya api yang berkobar kobar. Atau bnisa menjadi seorang yang temperamental.

Dalam al quran format 18 baris, surah al lahab memiliki satu satunya ayat yang terbagi dalam dua halaman. Artinya, seorang juz 15 bisa dengan mudah menjadi seorang yang “mutungan” alias ngambekan.

Surah yang lainnya adlah surah al kahfi yang berarti gua. Dari struktur gua yang terdiri dari bebatuan dan jalannya yang berkelok kelok serta gelap dan licin bisa diketahui karakter orang yang berjuz 15 pandai menyimpan rahasia.

Ia hanya mungkin mengungkapkannya  pada orang yangsangat dekat dengannya. Memang terdapat banyak misteri di balik penampilannya yang low profil atau dengan kata lainia susah di tebak. Kita tidak bisa dengan mudah menebak keinginannya.

Karakter itu semakin dominant dengan terakomodirnya unsure “berselimut”. Karena jumlah ayat dari surah al kahfi yang berada pad ajuz 15 adalah 74 ayat yaitu dari ayat 1 sampai 74. Surah ke-74 al quran yaitu surah al mudatsir. Artinya orang yang berkemul

Kita tidak akan tahu dengan jelas dan pasti apa atau siapa yang ada atau bersembunyi di balik selimut jika tidak menyingkapnya. Dari sini, jelas kita bisa menyimpulkan orang yang berjuz 15 memang sosok misterius.

Berdasarkan tanda ‘ain

Berikut ‘ain dan angka angka dari juz 15

‘ain 1

Angkanya adalah 1 (kepala), 10 (perut), 1. Dari kombinasi angka tersebut bisa diidentifikasiorang yang berjuz 15 gemar berolah fakir sehingga terkesan terlalu lama untuk memikirkan hal hal yang seharusnya tidak perlu di pikirkan.

Terkadang ia mengedepankan pemikirannya. Sehingga ada istilah cara berfikirnya seenak perutnya sendiri. Tidak peduli kata orang. Dalam konteks ini, muncul kesai ia memaksakan hasil pemikiran untuk diteima orang lain.

‘ain 1 juga berarti ain 22 yang berarti target atau tujuan. Ia orang yang tidak suka basa basi dalam segala hal. Ia lebih suka “to the point”. Negatifnya, dalam berolah pikir terkadang ada kesan terburu buru ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya.

Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 12 (motivasi, ambisi), 2. Kebiasaan berolah fakir di atas berdampak pada pandangan pandangannya yang bagi orang-orang di sekelilingnya dianggap mempunyai maksud atau tujuan tertentu. Wajar jika ia selalu dicurigai. Seorang juz 15 memilki reaksi spontan terhadap apa yang dilihatnya.

Ain 2 juga berkaitan dengan ain 23 yang berarti manusia. Artinya, tanpa dia sadari dalam emngamati sesuatu, ia seringkali terjebak pada subjek yang sebenarnya tidak perlu. Atau dengan kata lain ia lebih melihat kepada orang (pribadi) dan bukan apa yang disampaikannya.

Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 8 (darah, jantung), 3. Didukung kepawaian mengolah bahasa (retorika), orang yang berjuz 15 telah mempunyai modal yang cukup untuk bisa mentransfer ide danpandangannya kepada orang lain.

Dalam berbicara atau mengemukakan argumentasinya, ia begitu detail dan menyeluruh. Layaknya fungsi jantung yang memompa darah.

Dari apa yang dilihat dan didengarnya, ia pandai mencari kaitan terhadap permasalahan permasalahan yang dihadapinya serhingga bisa ditemukan jalan keluarnya. Itu bisa dimaklumi karena ‘ain 3 bertalian dengan ‘ain 24 yang berarti kaitan atau penunjuk arah.

Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 10 (perut), 4. Dengan sentuhannya dalam membuat sebuah rencana kerja pun, sebuah masterplan yang sederhana bisa menjadi sangat rumit.

Dengankata lain, tidak ada kata sederhana atau simple dlaam mengerjakan sesuatu semuanya harus terlihat prefect atau sempurna

Hal ini juga terkait dengan jumlah ayat dari surah al hijr, yaitu 99 ayat. Meski sudah sempurna, selalu terasa ada yang kurang dalma diri atau pekerjaan yang sedang ditanganinya. Sebab, dari 99 ayat tersebut dibagi dalma dua juz. Di mana hanya satu ayat yang dipisahkan (lihat rubric insane edisi 18)

Selain itu, masalah lingkungan selalu menjadi bahan pertimbangannya dalma mengambil keputusan, karena ‘ain 4 berhubungan dengan ‘ain 25 yang berarti lingkungan.

Ain 5

Angkanya adlah 5 (tangan, penganganan), 12 (motivasi), 5. Ia juga tipe orang yang tidak memerlukan banyak motivasi dari luar untuk berbuat sesuatu karena tela ada semacam sugesti atau dorongan dari dalam dirinya sendiri. Ia tahu dan sadar atas apa yang sedang dan akan dilakukannya.

Tetapi jika ia tidak mempunya modal (dalam arti luas), maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ia menjadi orang yang tidak percaya diri. Dengan kata lain ia membutuhkan dorongan dari eksternal (luar) dirinya. Hal tersebut bisa dimengerti karena ‘ain 5 juga berarti ‘ain 26

Ain 6

Angkanya adalah 6 (syarat, hokum), 8 (darah, jantung), 6. Orang yang membawa karakter juz 15 termasuk orang yang normative. Segala sesuatu harus mengikuti dan mengacu pada norma yang berlaku di lingkungannya. Sebaliknya, bila ia memiliki aturan atau hokum sendiri, ia tidak perduli apakah lingkungan menerimanya atau tidak.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 yaitu 67 ayat yang merujuk pada surah al mulk yang berarti kerajaan.

Orang yang membawa karakter juz 15 bersifat formal, baik dari cara berbicara, berpakaian maupun bertingkah laku.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Kerajaan merupakan symbol dari hirarki yang patriatik, eksklusif atau tidak tersentuh, dan sangat menjunjung tinggi formalitas.

Setiap kerajaan tentu memilik aturan. Dalam mengatur dirinya, ia memilik aturan sendiri. Inilah yang kadang kala menimbulkan pergesekan, antara aturan yang dimliki orang berjuz 15 dengan aturan orang lain.

Negatif/Positif

Didapatkan dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yaitu berjumlah 78 ayat. Surah ke-78 adalah An Naba’ (berita besar).

Ia suka mendramatisir permasalahan yang sifatnya sepele menjadi sesuatu yang besar. Ia jugabisa tertarik dengan “berita besar” yang belum tentu kebenarannya.

Jalan keluar

Didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 13 sampai 14 yaitu 23 Al Mu’minun yang berarti orang-orang yang beriman.

Bisa jadi ini adalah sebuah isyarat bagi orang yang berjuz 15. Jikalau sedang dirundung masalah, hendaklah mencari solusinya dengan cara spiritual yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bukan berarti orang yang membawa karakter juz-juz lain tidak dianjurkan melakukan hal yang sama. Tetapi yang dimaksud di sini adalah pada diri orang yang membawa karakter juz 15 terdapat kepekaan spiritual yang lebih.

Dari surah tersebut juga bisa diketahui ia tipe orang yang polos dan mudah percaya terhadap orang lain, sehingga tidak jarang mudah dan sering dibohongi.

Salah satu kategori orang yang beriman adlaah orang yang berakal. Jalan keluar lainnya adalah berfikir.

Dasar

Didapatkan dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 15 dan 16 yaitu berjumlah 17 ayat. Surah yang ke 17 al isra, artinya perjalan di waktu malam.

Pada dasarnya, orang yang membawa karakter juz 15 jika sedang ditimpa masalah, bawaannya ingin selalu keluar atau jalan-jalan. Tetapi bukan berarti ia tidak mau menyelesaikannya.

Ia melakukannya dalam rangka mencari ketenangan pikiran, karena dalam pandangannya maslaah tidak akan tuntas jika diselesaikan dalam kondisi yang tidak stabil atau labil

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang berjuz 15 terletak pada kepala dan tangan, bagian syaraf atau sendi yang bisa berwujud mudah capek atau pegal-pegal pada bagian persendian.

Ia juga rentan terkena amandel atau gangguan suara dan radang karena bagian kerongkongan merupakan salah satu organ yang lemah dari tubuhnya.

Kesimpulan

Kelemahan

Keras dan tegas, pribadi yang misterius atau tertutup, tidak suka basa basi, temperamental, terkesan kaku dalam bergaul, ngambekan.

Kelebihan

Sosok yang formalis, jeli dalma menganalisis sebuah permasalahn, mempunyai kepekaan spiritual yang lumayan tinggi.

___________________________________________________________________________________________________

Juz 14

Alhamdulilah, sampai saat ini Khalifah telah menguraikan karakter manusia berdasarkan kajian struktur hampir separoh dari Al Qur’an, yaitu 14 juz. Oleh sebab itu, pada edisi 18 ini, mari kita kupas bersama karakter juz 14. Kalau kita merujuk pertama kali pada urutan surah Al Qur’an, maka surah yang ke-14 adalah Ibrahim.

Seperti diuraikan pada edisi yang lalu, bahwa Ibrahim adalah simbol kebiksanaan sekaligus keberanian dan ketegasan dalam mengambil sikap.

Modal dasar karakter yang memang diakui “lebih” dari pada yang lain. Andaikata orang yang membawa karakter juz 14 bisa sedikit menahan diri dan bisa mengendalikan emosi dan ego-nya, bisa dipastikan karakter di atas menjadi dominan pada dirinya.

Dalam kajian struktur Al Qur’an, nabi Ibrahim di simbolisasikan dengan gunung berapi. Seperti halnya gunung berapi yang kuat menyimpan dan meredam panasnya magma, juz 14 juga memiliki kemampuan seperti itu.

Ia bisa meredam emosi yang ada pada dirinya. Namun jangan salah, pada suatu saat magma itu bisa tersebut keluar yang berakibat rusaknya bentuk gunung dan daerah sekitar.

Bila seorang juz 14 dalam keadaan emosi, ia akan berbuat sesuka hatinya tanpa memperdulikan lingkungan sekitar dan dirinya. Akibatnya bisa merusak diri sendiri.

Juz 14 terdiri dari dua surat yaitu surat Al Hijr yaitu dari ayat 2 sampai 99, hal ini merupakan indikasi awal bahwa seorang yang membawa karakter juz 14 mempunyai sifat keras kepala.

Apa yang di inginkannya harus segera tercapai, kalau perlu ia mengambil inisiatif sendiri sekalipun tanpa bantuan orang lain.

Wajar kesan teledor dan ceroboh melekat pada dirinya karena dalam melakukan sesuatu tanpa disertai oleh pertimbangan yang matang. Hal inilah yang terkadang bisa membahayakannya.

Dalam kondisi ini la bisa bersikap “cuek bebek”, artinya apapun kata orang tentang dirinya dan apa yang hendak di lakukannya ia tidak akan peduli. Sifat tersebut merupakan representasi dari Al Hijr yang berarti batu.

Yang menarik adalah satu ayat dari surah ini tertinggal pada juz 13. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa hanya satu ayat saja yang ditinggal, tidak dua, tiga, empat dan seterusnya. Salah satu pesan yang bisa kita tangkap terutama yang berhubungan dengan karakter orang yang berjuz 14 adalah segi kejiwaan dan mentalnya yang labil.

Bisa di pastikan pada saat menghadapi masalah yang berat atau ada masalah yang mengganggu pikiran dan perasaannya, maka ia akan merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang pada dirinya, perasaan ” blank” atau kosong mungkin lebih tepat untuk menyebut situasi tersebut. Pada akhirnya bermuara pada kegalauan dan kebingungan yang memang acapkali menimpanya, kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Cobalah kita merujuk angka 1 pada struktur ‘ain, maka kita akan mendapatkan bahwa angka 1 bermakna otak atau pribadi, dimana seharusnya ayat 1 dari Al Hijr tersebut bergabung dengan 98 ayat yang lain pada juz 14, tetapi ia harus terpisah dan “hilang” dari komunitasnya dan menyatu dengan komunitas yang lain pada juz 13.

Kehilangan satu ayat ini juga merupakan gambaran bahwa ia akan selalu merasa kurang atau yg hilang pada dirinya.

Oleh karena itu ia harus selalu berada dalam kondisi yang positif dan tidak terlalu dibebani dengan permasalahan-permasalahan yang berat untuk menjaga perasaannya agar tidak terjerembab dalam situasi kosong yang bisa mempengaruhi bahkan mengganggu kesehatannya secara fisik dan non fisik.

Total ayat dari surat Al Hijr yang terdapat pada juz 14 adalah 98. Bila merujuk pada surah ke 98 adalah surah Al Bayyinah yang berarti bukti yang nyata.

Hal ini juga menunjukkan bahwa orang yang berjuz 14 tidak mudah percaya terhadap orang lain dan apa yang di sampaikannya sampai ada bukti yang jelas di hadapannya atau setidaknya masuk dalam pemikirannya, ia memang boleh di bilang mempunyai kapasitas intelektual dan daya nalar yang baik.

Beda halnya jika surah Ibrahim yang dominan. la bisa menjadi seorang yang penurut kepada seseorang yang dianggap panutan. Apapun kata orang tersebut akan dituruti, meskipun salah. Inilah hal yang paling berbahaya.

Surah yang berikutnya adalah An Nahl yang artinya Lebah. Yaitu dari ayat 1 sampai 128. Kalau kita mempelajari karakteristik hewan yang bernama lebah maka kita akan mendapatkan banyak karakter yang merupakan refleksi dari karakter orang yang berjuz 14.

Karena itulah salah satu rahasia Allah SWT dibalik pencantuman nama hewan jenis herbivora tersebut menjadi sebuah surah dalam Al Qur’an.

Baiklah, mari kita uraikan dan korelasikan sifat-sifat hewani lebah ke dalam karakter juz 14. Lebah adalah salah satu dari sekian banyak hewan yang tergolong canggih dan pandai dalam membuat sarang serta menjaganya. Hal tersebut juga tercermin dari karakter orang yang berjuz 14.

la adalah seorang yang terampil dalam melakukan pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan kejelian yang tinggi khususnya yang dikerjakan dengan tangan (handy), misalnya handi craft (kerajinan tangan).

Talenta tersebut di pertegas dengan hasil pemampatan 1 + 4= 5 yang berarti tangan atau penanganan, memang inilah salah satu kelebihannya. la sangat telaten dalam menangani sesuatu yang memerlukan kesabaran.

Sementara itu, lebah merupakan binatang yang sangat sensitif. Ada perubahan sedikit saja di sekitar sarangnya, ia akan cepat bereaksi. Dengan kata lain, ia bisa menjadi orang yang peka perasaan sekaligus mudah tersinggung.

Bidang lain yang terkait dengan batu dan lebah adalah arsitektur dan seni bangunan, boleh di bilang ia memiliki sense of art yang tinggi, karena kalau kita lihat bahwa surat An Nahl diletakkan sesudah surat Al Hijr, maknanya adalah bahwa zaman dahulu sebelum ada semen untuk merekatkan batu, nenek moyang kita telah lebih dulu mengenal dan menggunakan media madu dan telur sebagai bahan perekatnya.

Dari sini kita mengetahui dan menyadari bahwa pada penempatan urut-urutan surat Al Qur’an tidak sembarangan karena di dalamnya terdapat apa yang dinamakan sebagai l’jaz yaitu nilai kemukjizatan Al Qur’an.

Dari sifat lebah, kita juga bisa mengetahui bahwa la juga merupakan orang yang cenderung over protektif terhadap lingkungannya.

Mulai dari dirinya sendiri, keluarga dan orangorang terdekatnya bahkan terhadap barangbarang yang menjadi koleksinya.

la akan bersikap reaktif dan progresif jika ada orang yang mencoba mengusiknya, sebagaimana lebah yang akan menyerang langsung siapa saja yang mencoba mengganggu sarang dan ratunya.

Namun, kalau kita bisa menanganinya (lebah) dengan balk, maka ia akan menghasilkan cairan yang di sebut Al Qur’an sebagai “Syaraabun Mukhtalifun Alwaanuhu fiihi Syifaun Lin-Naas” (minuman yang bermacam-macam warnanya yang mengandung obat bagi manusia) atau yang lebih kita kenal dengan madu.

Sebagaimana kita ketahui bahwa madu merupakan jenis minuman natural hewani yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan kita, kita juga bisa memanfaatkannya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Nah, begitu pula dengan orang yang membawa karakter juz 14, ketika kita bisa menghadapi, bergaul, dan bersosialisasi padanya dengan baik, entah dalam kapasitas sebagai seorang suami, adik, kakak, ataupun teman. Maka ia akan memberikan “madu”nya.

Artinya ia pun akan membalas apa yang telah kita lakukan kepadanya, bahkan bisa berlebih, dari sifat inilah tidak jarang ia “dimanfatkan” oleh orang lain, karenanya ia harus lebih berhati-hati dalam memilih dan lebih selektif terhadap orang yang akan diberinya madu.

Sebaliknya ia akan membalas dengan memberikan “sengatan maut” (bisa berupa perkataan atau perbuatan) apabila kita mencoba mengusik ataupun menyakitinya.

Jangan heran jika kita mendapati orang yang membawa karakter juz 14 mengucapkan kata-kata yang pelan tapi “menyengat” atau nyelekit yang bisa membuat lawan bicaranya terdiam dan tidak berkutik.

Berdasarkan Tanda Ain

Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak), 15 (langkah nyata), 1 (otak). Dari kombinasi angka tersebut bisa di pahami bahwa orang yang membawa karakter juz 14 selalu terburu-buru dan cenderung kurang pertimbangan untuk segera melakukan apa yang dipikirkannya (ide dan keinginan).

Disisi lain dalam suatu kondisi, ia bisa sangat membutuhkan orang lain di sisinya untuk hanya sekedar curhat. Kesan manja juga menempel pada dirinya, karena ‘ain 1 juga berkaitan dengan ‘ain 23 yang berarti manusia (bayi).

Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata), 10 (perut, pencernaan) , 2 (analisis, pengamatan). Kolaborasi angka tersebut merupakan salah satu indikasi kuat bahwa daya cerna orang yang berjuz 14 memang baik, bahkan kalau perlu diterima dulu baru dicerna kemudian.

Seperti yang dilakukan oleh hewan mamalia (memamah biak) misalnya sapi, dimana ia akan menelan dulu makanannya baru kemudian mengunyah dan mencernanya.

Dengan kapasitas daya cerna yang baik menghantarkannya untuk pandai mencari kaitan antar berbagai masalah, dengan kata lain analisisnya juga tergolong tajam karena ‘ain 2 bertalian dengan ‘ain 24 yang artinya kaitan, penunjuk arah. (lihat daftar angka ‘ain)

Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 19 (pemecahan masalah) , 3 (THT). Dari asimilasi tiga angka tersebut kita bisa mengetahui bahwa tidak jarang ditemui orang yang membawa karakter 14 cenderung gemar berbicara atau cerewet, terlebih kaum hawa.

Sebaliknya bila dia seorang laki-laki, ia cenderung diam. Namun, seringkali hasil dari analisisnya tersebut merupakan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi sehingga bermanfaat bagi orang lain. la senantiasa ingin berbuat “sesuatu” yang positif untuk lingkungannya.

Kalau kita melihat putaran ‘ain maka hal tersebut menjadi maklum karena ‘ain 25 (lingkungan) juga ikut menginspirasi ‘ain 3. Sehingga orang juz 14 bisa dikatakan mudah bergaul dan dapat menghidupkan suasana dimana dia berada dengan celotehnya.

Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 16 (dasar), 4. Artinya orang yang berjuz 14 selalu bertumpu dan bertolak pada hal yang sifatnya mendasar dalam menangani berbagai hal. la akan kesulitan jika dihadapkan pada sebuah persoalan yang ia tidak tahu inti (pokok) permasalahannya.

Namun seringkali ia bersikap pesimis dan kurang percaya diri jika ia merasa tidak mempunyai “modal” atau kemampuan.

Tapi sebenarnya itu hanya perasaannya saja, karena andaikata ia mencobanya terlebih dahulu peluang kesuksesan terbuka lebar di hadapannya, hal tersebut bisa terjadi akibat keikutsertaan ‘ain 26 pada ‘ain 4.

Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan), 19 (pemecahan masalah), 5 (penanganap). Dari ketiga angka tersebut kita bisa uraikan betapa orang yang berjuz 18 selalu ingin menyelesaikan permasalahannya sendiri, ada sebuah kekuatan (karakter) yang mendorong dirinya untuk cepat-cepat menanganinya sendiri tanpa perlu pikir panjang.

Begitu juga bila ia mendengar atau melihat seseorang yang mendapat masalah. Ia ingin cepat-cepat dapat membantunya, terlepas ia sanggup atau tidak. Hal ini sering kali dimanfaatkan oleh orang lain karena sifatnya yang “ringan tangan”.

Ia juga tipe pekerja keras dan telaten, artinya ia akan melakukan hal apapun yang menjadi pekerjaan dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya.

Hal ini diilhami oleh ‘ain 27 yang bertalian dengan ‘ain 5. Namun sebaliknya ia bisa berbalik menjadi orang yang malas melakukan sesuatu jika perasaannya terganggu atau dengan memakai istilah yang telah dijelaskan di awal sebagai “kondisi kosong”.

Ain 6
Angkanya adalah 6 (saraf, sendi), 20 (aturan main), 6. Artinya orang yang berjuz 14 tergolong orang yang normatif, atau dengan kata lain ia akan berusaha memposisikan dirinya agar sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku pada lingkungannya. Namun sebaliknya ia akan menjustifikasi salah terhadap siapapun yang melanggarnya.

Dari ‘ain 28 yang bertalian langsung dengan `ain 6 ini semakin kuatlah nilai keteraturan (manajemen) yang ada pada dirinya.

Berdasarkan halaman

MENGURAI karakter manusia berdasarkan halaman pada kajian struktur Al Qur’an didasarkan pada 4 bagian besar, yaitu :

Taktis
Untuk bisa memahami taktis dari orang yang berjuz 14 kita harus terlebih dahulu menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 14 yaitu 114 yang merujuk pada surah An Naas (manusiamanusia).

Untuk bisa mewujudkan keinginannya dengan baik, seharusnya ia harus melibatkan banyak orang sebagaimana sistem kerja lebah yang saling bergotong royong dan saling membantu antara satu dengan yang lain.

Kelemahan/Kelebihan
Begitu juga dengan kelemahan dan kelebihan, kita tidak bisa mengurainya tanpa menjumlahkan dahulu ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang hasilnya adalah 76. Kalau kita lihat urutan surah Al Qur’an, maka kita akan mendapatkan surah Al Insan (manusia).

Dari sini terlihat kecenderungan orang yang berjuz 14 bersikap individual dalam menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidak melihat kiri kanan atau tanpa bantuan atau pertimbangan orang lain karena Al Insan berbentuk mufrad, singular (tunggal, individu) sedangkan pada taktis berbentuk jama’, plural (An Naas).

Dari sini nampak jelas bahwa juz 14 adalah orang yang memiliki jiwa sosial yang luar biasa. Tingkat empatinya bisa dibilang luar biasa. la mudah sekali terpengaruh oleh keadaan seseorang. Kadang ia susah membedakan apakah ia berpura-pura atau memang keadaan yang sebenarnya.

Jalan Keluar
Sedangkan cara memahami jalan keluar adalah dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 yang berjumlah 23 yaitu surah Al Mukminun (orangorang yang beriman).

Artinya pada saat tertentu dimana ia mengalami kebuntuan, maka tidak ada jalan lain kecuali menyelesaikan secara spiritual, dengan kata lain kepekaan spiritualnya juga layak diperhitungkan.

Dasar
Yang terakhir adalah dasar yang bisa kita ketahui dengan menjumlahkan ayat pada halaman terakhir pada juz 14 yaitu halaman 16 yang berjumlah 13. Surat ke 13 adalah Ar Ra’du (petir, kilat). Hal ini menunjukkan karakter dasar juz 14 yang cenderung keras dan susah dinasehati dan kalau lagi emosi bicaranya meledak-ledak layaknya suara petir yang menggelegar.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang berjuz 14 terletak pada bagian tangan yang bisa berwujud pegal-pegal, lecet dan sebagainya.

Bagian tubuh yang lain adalah sendi, syaraf. Dalam keadaan bingung dan panik maka seluruh tubuhnya akan mudah bergetar dan kaget serta terdiam tidak bisa melakukan sesuatu.

Hidung, telinga, dan tenggorokan (THT) juga rentan terkena gangguan fisik misalnya pilek, radang tenggorokan, panas dalam, sakit gigi dan sebagainya.

Gangguan kepala juga bisa menimpanya misalnya sakit kepala atau migraine, karena ada unsur 1 yang berarti kepala (otak) pada angka 14.

Kesimpulan
Kelemahan
Ceroboh, teledor, keras kepala (kemauan), Suka mengambil inisiatif sendiri, tidak banyak pertimbangan, kalau lagi marah suka mengeluarkan kata-kata pedas, pendendam. Dalam taraf tertentu is tidak segan-segan mencari jalan keluar yang dapat meng-hancurkan diri sendiri
Kelebihan
Pekerja keras, pemurah, terampil dan telaten, ingin selalu berbuat sesuatu yang berguna untuk lingkungannya. Memiliki jiwa sosial yang luar biasa. Berbuat tanpa memikirkan untung rugi.

__________________________________________________________________________________________________

Juz 13

__________________________________________________________________________________________________

Juz 12

Khalifah Edisi 16/Tahun I/2005

Karakter Dasar Manusia Juz 12

Urutan surah ke-12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf). Dua juz sebelumnya, dimana uraian karakter berdasarkan jatuhnya surah pada nama-nama nabi, yaitu juz 10 (Yunus) dan juz 11 (Hud).

Pada juz 12, kita juga harus mengetahui sejarah kehidupan Nabi Yusuf untuk bisa memahami secara lebih mendalam guna meng-interpretasikan ke dalam simbol dan selanjutnya diterjemahkan kembali serta dicari titik temu dan hubungannya dengan karakter juz 12. Juga didukung sistem-sistem lain sehingga bisa menjadi sebuah uraian karakter yang sistematis dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Kita dapat mengetahui kisah Nabi Yusuf dalam Al Qur’an dalam sebuan surah yang mencantumkan namanya sendiri sebagai identitas surah tersebut.

Dikisahkan, Nabi Yusuf, salah seorang Nabi Allah yang dianugerahi wajah sangat tampan. Bahkan digambarkan dalam sebuah ayatnya ketika mereka sedang asik bercengkrama sambil mengupas buah begitu pertama kali melihat Yusuf, para selir raja dan pelayan perempuan sangat terkesima atas ketampanannya sampai mereka tidak sadar mengiris tangan mereka dengan pisau dan secara spontan mereka berkata: “ini (Yusuf) bukan seorang manusia melainkan malaikat yang mulya?”.

Waktu kecilnya, Yusuf pernah ditipu para saudaranya karena merasa iri dan dengki terhadap ketampanan dan kasih sayang orang tuannya yang lebih kepadanya, sehingga mereka menceburkannya ke dalam sumur.

Ini menunjukkan sifat kepolosan dan kepasrahannya. Begitu juga dengan seorang yang membawa karakter juz 12, is polos dan cenderung pasrah ternadap sesuatu yang menimpanya.

Ia juga katergori orang yang mudah percaya pada orang lain sekali pun belum dikenalnya sehingga mudah di bohongi dan dimanfaatkan orang lain.

Tidak jarang dia sering mendapatkan perlakuan yang berbeda dari saudaranya yang lain. Ia merasa dikucilkan dari anggota  keluarganya, dan dekat dengan fitnah.

Ada kecenderungan seorang yang membawa karakter juz 12 lebih dekat dengan ayah. Kelebihan lainnya, ia memiliki kemampuan memprediksi hal yang akan terjadi pada dirinya atau orang lain.

Berdasarkan Surah

Struktur surah yang mengisi juz 12 terdiri dari 2 surah. Yang pertama surah Hud (11) dari ayat 6 sampai ayat 123. Kalau dijumlahkan total 118 ayat.

Mengenai uraian surah Hud dalam konteks karakter juz sudah dijelaskan khalifah pada edisi sebelumnya.

Hud disimbolkan dengan tanah, sehingga karakter orang yang berjuz 12 sangat tertutup. Sebagaimana tanah, kita tidak tahu apa yang terdapat di dalamnya kalau kita tidak menggalinya. Ia memang hanya bisa terbuka kepada orang tertentu yang dianggapnya dekat.

Ia juga kategori orang yang “nrimo” (banasa Jawa). Dengan kata lain ia cenderung pasrah dan menerima keadaannya sehingga tidak jarang kelemahannya ini di manfaatkan orang lain.

Seorang juz 12 harus dididik dan dikondisikan agar kritis, aktif dan progesif sebagaimana tanah yang menerima unsur apapun yang diletakkan di atasnya baik air, barang, sampah, dan sebagainya.

Dari karakteristik tanah ini, ia juga punya kecenderungan tidak selektif terhadap segala sesuatu yang baik dan tidak baik untuk dirinya sendiri.

Kalau pembaca mengamati uraian yang lalu (berdasarkan urutan surah), maknanya relevan dan saling mencounter antara satu dengan yang lain. Subnanallah.

Jumlah ayat surah Hud pada juz 12 sebanyak 118. Tidak ada surah ke-118, maka kurangkan angka tersebut dengan jumlah surah Al Qur’an, yaitu 114.

Maka hasilnya adalah 4 (118-114). Angka 4 disubtitusikan menjadi urutan surah yaitu surah ke 4 (An Nisa).

Surah An Nisa bagi seorang juz 12 mempunyai makna sensitifitas dan perasaanya yang labil. Ia mudah tersinggung dan terpancing keadaan di sekelilingnya. Berhadapan dengannya harus dengan lemah lembut dan banyak memujinya, sebagaimana seorang  wanita yang suka dipuji dan jangan sampai menyinggung perasaannya.

Surah yang kedua adalah surah Yusuf, yaitu dari ayat 1 sampai 52. Jadi total ayatnya yang terdapat pada juz 12 adalah 52 ayat.

Yusuf juga sosok yang piawai dalam hal menterjemahkan dan menakwilkan mimpi serta pandai dalam manajemen secara umum khususnya pertanian. Buktinya ia dipercaya menjadi bendahara negara.

Begitu juga dengan seorang yang berjuz 12, sebaiknya ia diarahkan pada pendidikan yang berbau administrasi atau pekerjaan yang berkaitan dengan uang. Secara alamiah ia telah mempunyai talenta dalam bidang tersebut.

Ia juga mempunyai kelebinan menganalisis sesuatu yang mungkin bagi orang lain tidak terjangkau. Ia pandai mencari celah-celahnya.

Namun kita jangan lupa, Nabi Yusuf pernah bermimpi melihat 11 bintang, dan matahari serta bulan bersujud dan tunduk kepadanya.

Hal ini bisa bermakna positif dan negatif bagi orang yang berjuz 12. Semua materi mimpi tersebut adalah benda-benda langit yang tinggi, sehingga membawa pengaruh pada karakternya.

Ia tergolong orang yang tinggi dan besar omongan serta angan-angannya dan sukar untuk ditundukkan. Sebagaimana matahari dan bulan yang tunduk kepadanya dan bukan ia yang tunduk pada kedua benda langit tersebut.

Ia berhasrat dapat meraih segala sesuatu, namun sayangnya tidak setinggi kemauan untuk merealisasikannya.

Ia juga tidak mudah percaya pada nasehat orang. Ia memiliki kecenderungan bereksperimen dalam meyakinkan dirinya. Apabila sudah terbentur atau kepentok, baru ia percaya pada nasehat orang lain.

Sebaliknya, dalam berbagai hal, ia juga kategori orang yang susah menerima orang lain yang lebih tinggi darinya. Kalaupun ada, akan menjadi beban pikirannya yang bisa berdampak negatif baginya secara psikis dan non psikis.

Menariknya, hal tersebut didukung dan diperkuat jumlah ayat dari surah Yusuf yang berada pada juz 12 yaitu 52 ayat yang merujuk pada surah ke-52, yaitu At Tnuur (bukit).

Ia memang terkadang merasa lebih baik dan lebih ketimbang orang lain. Negatifnya ia suka menganggap orang lain berada di bawahnya dan memandang remeh mereka.

Hal ini harus diwaspadai orang yang berjuz 12 dan diatasi dengan membaca Al Qur’an (juz nya) untuk meminimalisir karakterkarakter yang negatif.

Dari dua surah yang berada pada juz 12 diatas bisa juga dikatakan orang yang membawa karakter juz 12 memiliki kecenderungan hidup bebas, tanpa tekanan dan aturan orang lain. Oleh karenanya, ia mempunyai bakat menjadi wiraswastawan.

Disamping itu ia juga mempunyai bakat mendalami ilmu perbintangan dan yang berhubungan dengan benda-benda langit (meteorologi dan geofisika) serta agronomi (ilmu pertanian).

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Kalo kita konversikan angka 12 ke dalam stuktur ‘Ain, hurufnya adalah (sin) yang berarti ambisi, motivasi. Pada umumnya orang yang membawa karakter juz 12 adalah sosok pribadi yang ambisius dan temperamental.

Semua hal inginnya dikuasai padahal ia sebagai manusia mempunyai kekurangan, sehingga kadang ia terkesan angkuh.

Orang yang berjuz 12 bisa saja cepat marah atau emosional namun karena ia mempunyai unsur tanah (dingin), emosinya pun akan bisa cepat reda. Adapun uraian ‘Ain pada juz 12 sebagai berikut :

Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, pribadi), 8 (darah, jantung), 1. Artinya seperti sudah dijelaskan di awal, ia gemar mengasah otak dan pikirannya seningga kapasitas intelektualitasnya baik. Tetapi yang perlu diingat faktor eksternal yakni lingkungan dan latar belakang pendidikannya menentukan seberapa besar atau dominan tidaknya semua karakter dasar ini muncul atau ada pada dirinya.

‘Ain ini sama dengan ‘ain 17 yang berarti estimasi. Hal ini jelas berhubungan dengan kelebihan untuk menakwilkan mimpi.

Ia mempunyai kelebihan membaca tanda atas sesuatu yang akan terjadi. Selain itu, ain 33 juga berarti prioritas. Dalam melakukan sesuatu, ia menerapkan skala prioritas. Ia merupakan tipe orang yang tidak bisa serta merta melakukan banyak hal secara serampangan (akan diperjelas pada struktur halaman).

‘Ain 2

Angkanya adalan 2 (mata), 16 (dasar, intisari), 2. Dari kombinasi angka ini bisa semakin dipahami, orang berjuz 12 tidak terlalu suka basa-basi dalam menyikapi sebuah permasalanan. Biasanya langsung melihat pada inti, seningga memang perlu waktu untuk berdialog dengannya.

‘Ain ini juga berarti ‘ain 18 (pertimbangan, pengkajian). Dari ‘ain ini semakin diperjelas bakat analisisnya memang menonjol. Dengan kata lain, sangat teliti dalam mengamati sesuatu.

‘Ain 34 juga merupakan representasi ‘ain ini yang berarti kebijakan dalam mengambil langkan.

Ketika unsur Yusuf berperan dalam dirinya ia bisa menjadi pribadi yang tegas dan bijak dalam mengambil keputusan.

Ain 3

Angkanya adalan 3 (THT), 11 (tali rasa, perasaan), 3. Orang yang berjuz 12 memang biasa menangkap informasi yang mencakup apa yang didengar dan diucapkan dengan perasaan.

Namun sebaliknya ia bisa menjadi orang yang ceplas-ceplos, tidak peduli apakan yang dikatakannya menyakiti orang lain atau tidak.

‘Ain ini juga bisa berarti ‘ain 19 (pemecahan masalah). ia memang kategori orang tidak betah dan gerah apabila permasalanan tidak segera diselesaikan.

Memang awalnya ia lebih cenderung mengamati dan banyak diam. Namun tak jarang ketika ia berbicara apa yang dibicarakannya merupakan jalan keluar dari permasalahan.

Selain ‘ain 19 adalah ain 35 (pengenalan lingkungan secara mendalam). Ini membuktikan ia perlu waktu dan berproses untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 14 (langkah awal, rencana), 4. Kombinasi angka tersebut membuktikan tidak jarang ide-ide dari orang yang berjuz 12 hanya sampai sebatas wacana (rencana) saja.

`Ain ini juga berarti ‘ain 20 (batas pandang, aturan main). Terkadang ia lupa akan keterbatasan dirinya karena terlalu seringnya memunculkan ide-ide yang terlalu tinggi. ia juga orang yang mempunyai aturan main sendiri seningga terkesan seenaknya sendiri.

Juga bisa berarti ‘ain 36 (sebab akibat). ia adalah orang yang menganut paham sebab akibat. Bagi dirinya tiada hasil tanpa upaya.

`Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 11 (tali rasa, perasaan), 5. Di balik keegoisannya tersimpan perasaan yang halus.

Untuk menghadapinya, kita memang narus memasuki wilayah ini. Kalau sudah kena, ia akan berbalik menjadi seorang penurut.

Dalam menangani sesuatu, ia benar-benar menjalankan dengan sepenuh hati dan menggunakan perasaan yang ada. Sebaliknya, jika tidak “mood”, ia enggan melakukan sesuatu pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya.

‘Ain ini juga berarti ‘ain 21 (pemikiran ulang, analisa). Makna ‘ain ini merupakan indikasi apa yang ia lakukan merupakan hasil analisa yang menurutnya sudah matang, namun terkadang tidak untuk orang lain.

Juga ain 37 yang berarti (analisa lanjutan). Ketelitiaan dan menganalisisa sesuatu, merupakan kelebihan orang juz 12.

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada juz 12 dari halaman 1 sampai 6 yang totalnya adalah 61. Surah ke-61 adalah As Shaf (barisan).

Bagi seorang juz 12 keteraturan dalam menjalankan segala sesuatu merupakan kewajiban baginya. Mulai dari mengatur barang-barang miliknya sampai mengatur hidupnya. Semua itu masuk dalam agenda kesehariannya.

Kelemahan dan Kelebihan

Kelemahan dan kelebihan didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada b halaman 7 sampai halaman 13, yaitu berjumlah 81 ayat.

Surah ke-81 adalah At Takwir (menggulung). Hati-hati di balik sikap tenangnya, bisa disinyalir terdapat motivasi atau ambisi tertentu. Dari penggabungan berbagai sistem dalam mengurai karakter, juz 12 memang terdapat dua unsur yang ketika bersinergi membentuk sebuah kekuatan baru yang bisa menggulung apapun yang ada di depannya. Dua unsur tersebut adalah air dan tanah.

Kalau egoismenya memuncak, ia tidak peduli dengan rintangan apapun yang melintang didepannya. ia nekat melibasnya. Sebaliknya, ia akan menjadi seorang yang gigih mengatasi masalah yang menghadangnya. ia tidak menyerah sebelum masalan dapat diselesaikan.

Jalan Keluar

Jalan keluar bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang ada pada nalaman 14 sampai 15 yang totalnya berjumlan 18 , yaitu surah Al Kahfi (gua).

Dalam menghadapi perkara atau persoalan yang pelik tak jarang ia bersikap tertutup terhadap siapa-pun ia cenderung menjadi pendiam.

Dan tidak ingin seorang pun mengetahui masalah yang dialami. Karena Al Kahfi merupakan jalan keluar, itulan solusi terbaik bagi seorang juz 12 bila mengnadapi masalan.

Dasar

Dasar didapatkan dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu 16. Total ayatnya yaitu 10 Yunus (air).

Pada dasarnya orang yang membawa karakter juz 12 bisa bergaul dengan siapa saja dan di lingkungan mana saja namun ia memang perlu waktu.

 Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang berjuz 12 terdapat pada bagian sistem urogenital dan alat kelamin. Kalaupun menjadi kelebinan, bisa dipastikan ia mempunyai libido sek yang tinggi.

Kelemahannya juga terdapat pada organ mata. Sebaliknya kalau menjadi sebual kelebihan, mata (simbol pengamatan analisis)-nya akan tajam.

Menurut sistem lain, kelemahannya juga terletak pada bagian kepala.

Bisa jadi sering sakit kepala atau pusing-pusing. Dan kalau menjadi kelebihan, ia tipe orang yang betah berpikir melebihi orang lain.

Kesimpulan Karakter Orang Juz 12

Kelebihan:

Teliti dan penuh perhitungan. Pandai menyimpan rahasia. Mudah bergaul meskipun terkesan kaku. Memiliki pemikiran tajam dan mendahului orang lain. Banyak memiliki kemampuan terpendam yang tidak dia sadari. Cepat belajar dan memahami sesuatu.

Kekurangan:

Temperamental dan merasa unggul dari yang lain. Setiap kemauannya harus bisa dituruti. Suka berangan angan yang melambung. Perasaannya sensitif dan mudah tersinggung.

Tidak jarang merasa dikucilkan dari keluarga atau teman. Terkadang ia enggan berbagi ilmu atau pengetahuan yang dimiliki, kecuali jika kita bertanya padanya.

Gus AA-Ziyad At Tubany

__________________________________________________________________________________________________

Juz 11

__________________________________________________________________________________________________

Juz 10

Karakter Dasar Manusia Juz 10

Tabloid Khalifah Edisi 14/Tahun I/2005

Gigih tapi Dalam Bergaul berhitung Untung Rugi

Dalam mempelajari karakter manusia berdasarkan variabel Al-Qur’an di butuhkan penguasaan terhadap variabel itu sendiri. Tanpa menguasainya sulit bagi seseorang yang ingin mempelajari karakter manusia berdasarkan struktur dan format Al-Qur’an dapat menguraikannya dengan baik

Selain itu dibutuhkan proses. Dalam arti banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan komunitas atau individu yang telah terbuka karakter (juz)-nya

Pada edisi kali ini khalifah akan menguraikan karakter juz 10. Berdasarkan observasi di lapangan, agak jarang ditemukan seseorang yang membawa karakter juz 10. Bisa jadi setelah pembaca membaca uraian tentang karakter juz 10 dan merasa cocok atau sinkron, maka inilah karakter pembaca atau jati diri yang selama ini anda cari.

Seperti biasanya, langkah yang pertama dilakukan untuk mengurai karakter berdasarkan struktur Al-Qur’an adalah dengan mensubsitusikan angka juz tersebut menjadi urutan surah Al-Qur’an

Karakter Berdasarkan Struktur Surah

Urutan surah Al-Qur’an ke-10 adalah surah Yunus. Dalam kajian struktur Al-Qur’an, Yuunus dimaknai sebagai symbol dari air.

Mengingat mukjizat yang diperoleh Nabi yuunus sangat erat kaitannya dengan air, yaitu Allah menyelamatkannya dari tenggelam dengan mengutus salah satu makhluknya yaitu ikan paus untuk menelannya. Namun sekalipun ditelan ikan paus atas izin Allah Nabi Yuunus selamat dari karam.

Kalau kita kaitkan kisah tersebut dengan karakter, besar kemungkinan orang yang berjuz 10 adalah tipe orang yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia berada.

Ia bisa dengan mudah masuk dalam berbagai situasi dan kondisi sesuai dengan air yang akan selalu menyesuaikan bentuk dengan wadahnya.

Selain mempuyai sifat meresap dan melarutkan, air bisa menghanyutkan. Artinya jangan sembarangan berhadapan dengan orang yang membawa karakter juz 10. Di balik penampilan low profil tersimpan emosi yang besar kalau kita coba-coba mengusiknya.

Ada pepatah arab yang berbunyi “Ittaqi Syarral Halimi” yang artinya kita diingatkan berlaku hati-hati dan waspada dengan orang yang kelihatannya kalem, low profil dan pendiam karena sekali marah sangat berbahaya.

Satu lagi. Air yang paling dahsyat adalah air laut. Di balik ketenangan air laut menyimpan misteri yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dengan kata lain, kita jarang bisa menebak kemauan atau keinginan juz 10.

Struktur surah juz 10 terdiri dari dua surah yang terpecah, yaitu Al anfal (harta rampasan perang) dari ayat 41 sampai 75, jadi total 35 ayat.

Dari surah al anfal bisa dengarai orang yang berjuz 10 pantang menyerah dalam mengejar apa yang menjadi harapannya.

Kesan gigih dan kerja keras melekat pada dirinya. Namun sisi negatifnya, kadang-kadang karena sifat pantang menyerahnya itu, ia menghalalkan segala cara demi mencapai keinginan

Jumlah ayat dari surah Al anfal yang terdapat pada juz 10 berjumlah 35 ayat. Kala ukita merujuk kembali pada urutan surah Al-Qur’an yang ke-35 adalah surah Fathir (pencipta).

Ini berarti orang yang berjuz 10 mempunyai daya kreatifitas tinggi. Kombinasi yang sangat manis antara sifat pantang menyerah, gigih, dan kreatifitas.

Ia sangat pandai dan kreatif dalam menciptakan peluang yang dapat menghasilkan “rampasan perang” dalam hal ini keuntungan yang sifatnya materi.

Namun yang perlu di waspadai, jika kombinasi sifat tadi mengarah pad ahal hal yang sifatnya negative, justru membahayakan dirinya dan orang lain.

Surah yang kedua adalah at taubah (pengampunan dari ayat 1 sampai 93, jadi totalnya 93 ayat). Selain itu at taubah juga bisa diartikan pertobatan.

Bentuk pertobatan ini adalah tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Berarti, orang juz 10 tidak akan pernahg melakukan kesalahan sebelumnya. Bila seseorang pernah melakukan kesalahan atau berbohong kepadanya, ia tidak akan percaya lagi terhadap orang tersebut. Meski untuk hal ini tidak separah orang juz 9.

Jumlah ayat dari surah at taubah yang ada pada juz 10 adalah 93. Surah yang ke 93 adalah ad dhuha (waktu surya sepenggalan naik). Lagi-lagi penyusunan format ayat yang unik sekaligus menarik

Memang juz 10 boleh dikatakan tipe orang yang gila kerja, atau paling tidak dalam mengerjakan sesuatu ia pantang berhenti atau menyerah sebelum apa yang ia kerjakan selesai sampai tuntas.

Ad dhuha juga merupakan symbol gerak atau kerja. Lazimnya waktu orang pergi atau keluar untuk bekerja mencari penghidupan adalah pada saat matahari naik seujung tombak.

Berdasarkan kata awal juz

Kata yang mengawali juz 10 dan bercetak tebal adalah wa’lamu. Kalau kita uraikan kata tersebut satu persatu, akan tergambar karakter dasar dari orang yang membawa karakter juz ini, yaitu sebagai berikut:

Wawu, yaitu huruf ke 26 yang bermakna kekuatan , modal, waktu, potensi artinya orang yang berkarakter juz 10 sangat memperhitungkan segala sesuatu dari sisi potensi atau modal. Ia memang tepat untuk menjadi seorang entrepreneur.

Sebaliknya, bisa jadi ia tipe orang yang malas atau tidak punya kepercayaan diri jika merasa tidak punya modal untuk mengerjakan sesuatu. Apa yang dilakukan memerlukanm modal dan menghasilkan timbale balik yang sepadan. Ini merupakan sisi negatifnya.

Alif, yang berarti otak. Ia tergolong orang yang gemar berolah pikir. Namun tidak begitu domininan, sebab penempatan huruf alif tersebut di tengah kata. Justru ia lebih cenderung bertindak duluan baru dipikir kemudian. Karena diawali huruf wawu, apa yang ada diotaknya tidak pernah terlepas dari kemampuan atau potensi yang dimiliki.

Ain, huruf ke 18 yang berarti pertimbangan, pengkajian. Orang yang berjuz 10 termasuk orang yang banyak pertimbangan. Namun pertimbangannya tidak bertele-tele karena disertai dengan alasan-alasan yang sifatnya rasional dan tidak melibatkan unsure perasaan sebagaimana pada juz juz lain

Pertimbangan ini juga dipengaruhi dua hruf sebelumnya, yaitu modal atau potensi serta kemampuan nalarnya. Bila ia memiliki du ahal tersebut, pertimbangannya ini bersifat untung rugi.

Lam, huruf ke 23 yang berarti manusia. Orang yang membawa karakter juz 23 memang agak manja. Terutama pad aorang-orang yang akrab dan telah lama di kenal, khususnya pada ibunya. Rasa ketergantungan pad aorang lain yang melaka pada dirinya begitu kental

Mim, huruf ke 24 yang berarti kaita, penunjuk arah. Artinya ia adalah tipe orang yang pandai mengaitkan sesuatu. Baginya semua masalah pasti ada penyebabnya. Dengan kata lain tidak ada asap tanpa api.

Wawu, huruf ini di ulang dua kali dalma kata awal juz yang fungsinya merupakan penegasan dari makna yang sudah dijelaskan di awal

Alif, huruf ini juga terulang dua kali pad akata yang tercetak tebal. Sama seperti huruf wawu, huruf alif disini merupakan penekanan makna dari yang sudah di jelaskan. Umumnya huruf alif yang terletak di belakang selalu menyambung dengan huruf sebelumnya. Kali ini dia berdiri sendiri.

Dengan kata lain, ia bisa menjadi seorang yang mandiri. Namun dengan catatan, harus punya modal atau potensi yang dimiliki. Pasalnya, huruf sebelum alif adalah wawu. Jika tidak memiliki modal ia akan menajdi oran gyang sangat memerlukan uluran tangan orang lain.

Berdasarkan tanda ain

Total jumla ain dari juz 10 adalah 18 ain. Putaran ainnya adalah sebagai berikut:

Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak), 7 (paru,udara), 5 (tangan,  penanganan). Artinya dari kombinasi angka tersebut bisa diketahui oran gyang membawa karakter juz 10 merupakan tipe orang yang sedikit bicara banyak bekerja. Apa yang ia pikirkan dengan sekuat tenaga ingin diwujudkan dalam realitas dan ia pantang menyerah.

Ain 1 juga bisa berarti ain 18 yang artinya pertimbangan, pengkajian. Kalau pembaca mengamati secara seksama, makna ain ini juga relevan dengan uraian karakter berdasarkan kata yang tercetak tebal yang menjadi awal juz, yaitu huruf ain. Artinya pertimbangan dan pengkajian yang diarahkan untuk terealisasinya sebuah harapan.

Selain itu, ain 1 juga berarti ain 35 yang artinya pengenalan lingkungan secara lebih mendalam. Seperti telah dijelaskan di awal, orang yang berjuz 10 tidka mengalami masalah yang berarti dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Ain 2

Angkanya adlah 2 (mata), 4 (rangka, kontruksi), 6 (sendi, syaraf, hokum).

Kolaborasi dari angka tersebut melahirkan karakter yang tampak pada orang yang berjuz 10 sebagai seseorang yang berbakat dalam menganalisa sesuatu.

Dalam pandangannya segala sesuatu harus ada sisdur (system dan prosedur) sehingga dalma tataran aplikatifnya nanti tidak mengalamihambatan atau masalah.

Ain ini juga berarti ain 19 (pemusatan, pemecahan masalah). Dari mengikuti aturan yang telah ada diharapkan dalam mencapai sebuah pemecahan masalah bisa diwujudkan.

Disisi lain, ia tidak bisa melihat masalah yang dibiarkan berlarut-larut. Begitu melihat masalah pengennya langsung ditangani. Negatifnya, orang lain melihat ia seorang yang pengen tahu masalah orang.

Ain 36 juga merupakan representasi dari ain ini yang berarti hokum sebab akibat. Seperti sudah dijelaskan pad apenjelasan huruf mim. Ia lihai dalam melihat sebab dan akibat dari suatu masalah.

Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 10 (perut, pencernaan), dan 7 (paru, udara). Artinya orang yang membawa karakter juz 10 dalam berbicara suka seenak sendiri. Sampai muncul istilah “seenaknya perut sendiri”

Ain ini jug aberkaitan dengan ain 20 (batas pandang, aturan main), artinya ia juga tergolong orang normative, dan kalau memang ain ini dominant maka kesan kaku akan menempel pada dirinya.

Disinilah kelihaian dia. Kapan harus mengikuti aturan yang ada dan kapan harus menerapkan aturannya sendiri. Karena hubungannya dengan ain’3, bisa dibilang ia orang yang suka memerintah atau mengatur orang lain.

Ain 4

Angkanya adlah 4 (tulang, rangka), 6 (sendi, syaraf, hokum), 8 (darah, jantung). Artinya orang yang membawa karakter juz 10 dalam menjalani sesuatu tidak bisa serampangan. Sebenarnya ia tipe orang berhati-hati dalam mengambil tindakan.

Ain ini bertalian dengan ain 21 (pemikiran ulang). Seringkali ia secara reflek memikirkan kembali apa yang telah dilakukannya apakah baik atau buruk bagi dirinya.

Faktor ini juga memperkuat sikap kehati hatiannya. Unsure surah at taubah pada juz 10, membuat orang juz 9 mudah sekali menyesal terhadap kesalahan yang sudah dibuatnya.

Selain itu juga berarti ain 38 (rencana dan pengembannya). Artinya ia selalu berkreasii dan tetap mencari terobosan dan inovasi baru sebagai langkah pengembangan dan inovasi terhadap apa yang telah dicapainya selama ini

Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, pengananan), 5 (tangan, penganganan), 9 (hati nurani). Kolaborasi anga ini membentuk karakter orang berjuz 10 sebagai orang yang terampil dan rapih dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Sekali lagi, ada unsure hati disini. Semakin jelaslah karakter sesungguhnya dari orang juz 10

Ain ini juga berarti ain 22 (target, tujuan). Ia tergolong orang yang belum berhenti sebelum target yang diharapkan tercapai, atau dengan kata lain gigih dan pantang menyerah.

Selain itu juga ain 39 (pusat, minat) negatifnya jika apa yang seharusnya ia kerjakan tidak sesuai dengan minat (mood) nya bisa jadi ia akan malas atau tidak dengna sepenuh hati menjalankannya.

Ain 6

Angkanya adalah 6 (sendi, syaraf, hokum), dan 10 (perut, pencernaan). Artinya kombinasi angka ini merupakan penguatan terhadap sifat normatinya orang yang berjuz 10.

Angka ini juga berate ain 23 (manusia, tubuh), artinya dibalik sifat gigih danpantang menyerahnya tersimpan kelemahan yang sifatnya fisik yaitu mudah capek datau badan lemah. Karena itu ia harus waspada dan ingat dengan kesehatan tubuhnya sendiri. Ia seringkali mengabaikannya

Ain 7

Angkanya adalah 7 (udara, paru), 6 (sendi, syaraf, hokum), 1 (otak,kepala). Kombinasi angkanya hamper sama dengan ain satu. Perbedaannya hanya pada angka 6. Ain ini sekaligus menegaskan ia seorang yang normative.

Ain ini jug berarti ain 24 (mata rantai, kaitan) ia juga tipe orang yang jeli dalma mengaitkan segala sesuatu.

Karakter berdasarkan halaman

Uraian karakter berdasarkan halaman dalam kajian struktur al quran terbagi menjadi empat bagian, yaitu :

Taktis

Yaitu dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai dengan halaman 6 yang total ayatnya berjumlah 49 ayat. Kalau kita merujuk pad aurutan surah dalam al quran maka surah yang ke 49 adalah al hujurat, artinya kamar-kamar.

Setiap kamar memiliki fungsinya masing-masing. Jadi orang yang membawa karakter juz 10 tidak bisa mencampuradukkan masalah atau menggunakan sesuatu yang bukan peruntukannya. Ia tipe oran gyang focus dalam menangani segala sesuatu.

Negative dan positif

Yaitu dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai halaman 13 yaitu totalnya ar rahman. Dari surah ini karakter yang muncul, ia tipe penyayang dan pengayom, namun kadang kadang mudah dibohongi karena sifat baiknya tersebut.

Jalan keluar

Yaitu dengna menjumlahkan ayat yang terdapat pad ahalaman 14 dan 15 yang hasilnya adalah 15 ayat. Surah al quran yang ke-15 adalah al hijr (batu)

Artinya kalau ia sudah meyakini apa yang sudah direncanakannya dan akan dilakukannya sudah benar dan tepat, maka susah dicegah lagi. Ia tetap bersikukuh untuk melakukannya.

Parahnya, ia bisa menjadi seseorang yang keras kepala. Jangan harap kita dengan gampang merubah pendiriannya.

Dasar

Yaitu didapat dengan menjumlahkan ayat yang terdaapt pada halaman terakhir yaitu 16, total ayatnya adalah 9 ayat. Kalau kita melihat kembali urutan surah al quran maka surah yang ke 9 adalah at taubah. Mengenai surah at taubah ini sudah dijelaskan tadi. Bila inin yang dominant, ia memiliki kemiripan sifat dengan juz 9.

Kelemahan fisik

Orang yang membawa karakter juz 10 mempunyai kelemahan fisik pada kepala dan perut (lihat arti ain). Ia juga mempunyai kelemahan pada bagian tungkai dan kaki. Tetpatnya pada sendi lutut dan tungkai bagian bawah dan jari tangan kanan.

Demikianlah uraian karakter juz 10, diharapkan dari uraian karakter ini seseorang yang berjuz 10 lebih bisa mengenal dirinya baik dari sisi positif dan maupun negative.

Dengan ikhtiar membaca juz 10 insya allah sisi positif bisa di aktivasi dan dioptimalisasikan. Sedangkan sisi negatifnya bisa di minimalisasikan.

Gus AA/Ziyad at Tubany

__________________________________________________________________________________________________

Juz 9

Karakter Dasar Manusia Juz 9

Tabloid Khalifah Edisi 13/Tahun I/2005

Berempati Tinggi dan Susah Memaafkan

Berbagai upaya dilakukan manusia untuk mengenal siapa sebenarnya dirinya. Khususnya di Indonesia. Telah banyak metode yang diciptakan untuk membuat seseorang “lebih” mengenal jati dirinya. Namun semua itu menjadikan pertanyaan pada diri kita.

Apakah sebuah pencarian hakikat diri ataukah menuruti rasa penasaran yang ada pada diri setiap manusia? Apakah yang kita cari hanya mengikuti trend yang lagi marak tentang manajemen diri, motivasi diri dan berbagai istilah yang lain? Semua jawaba tentunya akan terpulang pada diri kita masing-masing.

Diantara sekian banyak manfaat yang dapat kita rasakan dan kajian struktur Al-Qur’an salah satu adalah adalah untuk mengenal siapa diri kita dan orang lain dengan memakai pendekatan variabel yang ada dalam Al-Qur’an. Memang, metode ini tergolong metode baru yang belum banyak dikenal sekalipun olrh umat islam sendiri.

Khalifah bisa mengerti karena begitu banyaknya metode untuk membantu manusia’lbeih’mengenal dirinya sendiri mulai dari horoskop, feng shui, primbon dan lain-lain, bahkan diantara umat islam telah dan lebih akrab dengan metode-metode tersebut yang jelas-jelas tidak islami. Itulah satu diantra sekian banyak fenomena yang patutu untuk kita renungi bersama.

Dengan metode struktur Al-Qur’an, khalifah telah menguraikan karakter dari juz 1 sampai 8, kiranya pembaca sudah mempunyai gambaran bagaimana mengurai karakter manusia dengan menggunakan pendekatan variabel Al-Qur’an dan sah-sah saja apabila pembaca membandingkannya dengan metode lainnya. Dan untuk edisi kali ini adalah karakter juz 9.

Berdasarkan Surah

Ururutan surah Al-Qur’an yang ke 9 adalah At Taubah (pengampunan), hal ini berarti karakter orang yang berjuz 9 menurut kajian struktur Al-Qur’an adalah pada intinya ia memiliki sifat pemaaf yang sangat tinggi. Namun jangan salah, bila mennurutnya kesalahan itu ia anggat fatal, sampai kapan pun ia tidak akan bisa memaafkan kesalahan tersebut dan ia akan selalu mengingatkannya.

Strtuktur surah dari juz 9 terdiri dari dua surah yaitu al a’raaf (tempat tertinggi) dari ayat 88 sampai ayat 206, jadi total ayatnya adalah 119 ayat. Artinya sebagaimana karakter juz 8 yang juga terdapat surah al a’raaf di dalamnya namun tidak sebanyak di juz 9, sehingga sifat ingin mendominasi dan menang sendiri dalam segala hal lebih kentara dan tampak pada diri seorang juz 9

Bila factor ini yang lebih dominant, maka negatifnya ia akan menilai segala sesuatu berdasarkan ‘hadiah’ (hidangan). Hal ini disebabkan karena jumlah ayat dari surat al-a’raaf yang ada pada juz 9 adalah 119. Karena tidak ada surah ke 119 , maka kurangkan saja dengan 114(total surah). Hasilnya adalah 5. Surah ke 5 adlaah Al maidah (hidangan)

Surah ke dua adalah al anfaal (dari ayat 1 sampai ayat 40), total ayatnya berjumlah 40 ayat). Al anfal berarti rampasan perang, orang yang membawa karakter juz 9 pantang menyerah dan gigih dalam berusaha sebelum apa yang ia harapkan tercapai karena al anfaal merupakan representasi dari perjuangan yang gigih dimana rampasan tidak akan di dapat tanpanya.

Total ayat dari surah al anfal yang mengisi juz 9 adalah 40 ayat, sedangkan surah ke 40 adalah al mukmin (orang-orang yang beriman). Bagi orang lyang berjuz 9 dalam mencari ‘rampasan perang’ ia mempertimbangkan baik buruknya bagi dia atau orang lain. Ia tidak ingin menghalalkan segala cara guna mendapatkan apa yang diinginkan

Berdasarkan Awal Kata Juz

Kata yang mengawali juz 9 dan tercetak tebal adalah qaalal mala’u. khalifah bisa memastikan bahwa dalam kajian verbal kata tersebut masih merupakan “misteri” dan belum ditemukan jawabannya. Misteri karena dalam hal kata yang tercetak tebal bukan merupakan kalimat sempurna, sehingga tidak bisa di tembus dengankajian secara tarsirnya namun alhamdulillah dengan kajian struktur al quran misteri kata tersebut bisa terungkap. Berikut uraian dari kata yang mengawali juz 9.

Qaaf ururtan abjad hijaiyyah yang ke 21 yang berarti pemikiran ulang, kepala. Bagi orang yang berjuz 9 mempunyai kebiasaan untuk mereview kembali apa yang sudah diputuskannya. Seperti hal juz-juz yang huruf awalnya adalah qaaf, umumnya memiliki kareakter yang hamper sama, yaitu memiliki kegemaran berfikir. Oleh karenaya, jia ia memiliki masalah atau sesuatu yang memberatkan pikirannya, maka ia akan membawa masalah tersebut kemana pun ia pergi.

Dari kebiasaan ini, wajar jika seorang yang berjuz 9 agak lama dalma membuat keputusan, bukan karena banyak pulihan, namun karena trauma dan ketidaktahuannya apa yang tepat dan baik untuk dirinya, pada akhirnya waktullah yang akan menentukan.

Alif huruf yang pertama yang berarti otak atau pribadi. Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa orang yang berjuz 9 termasuk kategori orang yang gemar berfikir, sehingga hufur alif memiliki kesan mempertegas pernyataan tersebut. Oelah karena itu, tidak semua oran gpunya kegemaran untuk menggunakan otaknya, sebab tidak semua juz diawali oleh kata yang tercetak tebal yang mengandung unsure huruf qaaf yang bergandengan dengan huruf alif.

Makna lain dari sambungan kedua huruf tersebut, bahwa orang yang berjuz 9 kadang-kadang memiliki pemikiran yan gkaku. Karena, tidak jarang apa yang menurutnya benar harus dianggap benar juga menurut orang lain. Sehingga kesan lain yang ditimbulkan ia bisa menjadi seorang yang egois.

Lam adlaah huruf yang ke 23 yang berarti manusia (bayi). Umumnya juz – juz yang mengandung unsure huruf lam, maka orang yang membawa karakter juz 9 bisa menjadi seseorang yang manja, ketergantungan terhadap orang lain dan kadang bersifat pasif atua kurang inisiatif. Hal ini lah yang merupakan salah satu kelemahannya.

Alif lam huruf yang ke 31 dalam kajian struktur Al-Qur’an yang berarti factor x. artinya, orang berjuz 9 memiliki kelebihan dalma emngantisifpasi factor tak terduga yang mungkin timbul. Atau bisa jadi orang berjuz 9 akrab dentan hal hal yang tak terduga.

Mim ururtan yang ke 24 yang berarti kaitan atau penunjuk arah. Huruf tersebut bermakna bahwa dalam menghadapi persoalan orang yang berjuz 9 pandai mengkait katikan antra satu dengan yang lain sehingga dari situlah bisa ditemukan jalan keluarnya.

Lam alif urutan huruf ke 28, artinya manajemen. Karena antar ahuruf alif lam, mim dan lam alif adalah satu rangkaian, maka hal tersebut dapat menjelaskan karakter orang juz 9. Bisa dibilang ia orang yang handal dalam merangkai dan memanage kejadian atau factor x yang sedang di hadapi.

Ada hal lain yang tidak bisa dilupakan. Berdasarkan kaidah penulisan bahasa arab (Qawaidul Khattil ‘Araby), seharuunya masih ada unsure huruf lain yang tersebunyi yaitu huruf hamzah, huruf ke -29

Artinya, ini merupakan indikasi juga bahwa salah satu karakter dari orang yang berjuz 9 adalah pandah memendam gejolak yang ada pada dirinya sesuai dengan arti ain yang ke 29 (hamzah) yang bermakna gejolak. Oleh karena itu penulisannya ditiadakan namun bunyi tetap dipertahankan, inilah salah satu keistimewaan rasm (penulisan) mushaf utsmani.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Total ain dari juz 9 adalah 18. Maka putaran ‘ainnya akan membentuk seperti table di bawah ini

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, pribadi), 9 (hati nurani), 11 (tali rasa, perasaan) artinya orang yang membawa karakter juz 9 dalam ain pertamanya sama dengan juz 7, artinya dua-duanya sama-sama  memiliki perasaan yang labil, mudah tersinggung dan sensitivitas yang tingg. Menghadapinya harus hati-hati dan jangan sampai salah bicara.

Dilihat dari putaran ‘ain, ‘ain 1 ini juga bermakna ‘ain ke 19 yang berarti pemusatan masalah berikut pemecahannya. Bagi orang yang berjuz 9 karena sering memerankan hati dan perasaannya. Ini berarti ia tipe oran gyang tidak “betah” mendiamkan masalah berlarut-larut, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikannya, sayangnya kadang-kadang ia terlalu memaksa diri dan tidak peduli pada dirinya sendiri.

Selain angka 19, terdapat angka 37 yang berarti analisa dan penerapannya, orang yang membawa karakter juz 9 tipe orang yang jeli dalma emngamati segala sesuatu dan juga cakpa dalam tataran aplikasinya.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata), 6 (sendi, syaraf, hokum), 12 (motivasi, alat vital, ambisi). Artinya orang yang beruz 9 mempunyai kebiasaan dalam memandang sesuatu dari sudut norma atau aturan yang berlaku pad alingkungannya. Kesan normative begitu melekat pada dirinya. Karena berkaitan juga dengan angka 12, dimana memilki artinafsu, motivasi atau ambisi. Oleh karenanya. Ia terkesan terlalu bernafsu untuk mengaplikasikan apa yang dilihatnya. Sehingga berkesan mudah tertarik oelh hal baru

‘ain 2 juga berarti angka 20 yang bermakna batas pandang menusia atau aturan main. Seperti yang telah dijelaskan bahwa ornag yang berjuz 9 melakukan sesuatu harus sesuai dengan sisdur (s9stem dan prosedur). Namun, kadang-kadang sisdur adalah system yang dia bikin. Makanya terkadang ia akan bertindak semaunya.

Selain itu juga berarti angka 38, kesadaran yang mendalam. Negatifnya orang yang berjuz 9 agaknya susah di pegang, karena ia tidak akan melakukan sesuatu kalau bukan atas keinginannya sendiri.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 9 (hati nurani), 13 (kaki, pijakan dasar). Artinya ‘ain ke-3 ini merupakan penguatan terhadap makna dari ‘ain ke 1, dan memang begitulan karakter orng yang berjuz 9 selalu mengandalkan perasaannya. Sisi lainnya, apa yang diomongkan itulah yang benar benar keluar dalam hatinya.

Kaki juga memiliki makna pendirian, artinya apa katanya itulah yang dia anggap benar atau sudah menjadi pendiriannya. Sehingga orang menganggapnya “kolot”

‘Ain ke-3 juga berarti ‘ain ke 21 (kepala, pemikiran ulang). Orang yang berjuz 9 terbiasa merenungkan apa yang telah di putuskannya, disinilah sering muncul dilemma pada dirinya sendiri seringkali ia menyesali keptusannya.

Selian itu juga berarti angka 39 yang berarti pusa minat. Artinya orang yang membawa karakter juz 9 akan serius dalam melakukan sesuatu yang ia minati, bahkan ia tidak peduli kepada lingkungan di sekelilingnya.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (rangka, konstruksi), 18 (pertimbangan), 14 (langkah awal, rencana) artinya sosok orang yang berjuz 9 memiliki prinsip kehati-hatian dalam mehyusun rencana. Namun, kelemahannya adalah terlalu menimbang-nimbang tentang rencananya tersebut. Atau ap ayang hendak dilakukannya selalu melalui pertimbangan sesuai dengan kapastitasnya, sehingga terkesan lamban.

Ain ini juga berarti angka 22 (target, tujuan), hal ini berarti apa yang dilakukannya harus elalu memberikan kontribusi positif buat dia, negatifnya ia cenderung ogah-ogahan bila tidak adan input atau positif yang akan ia dapat dari rencananya tersebut.

‘Ain 5

angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 3 (THT), 15 (langkah nyata) artinya setelah ia membuat konsep, rencana yang matang di tambah pertimbangan-pertimbangan dari berbagai sisi ia tidak menghadapi banyak masalah dalam mewujudkan rencan tersebut. Dengan kata lain banyak bicara sedikit bekerja.

‘ain ini juga sama dengan ain 23 (manusia, tubuh). Orang yang berjuz 9 boleh dibilang mempunyai sifat manja dan tergantung kepada orang lain.

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (hokum, syaraf, sendi), 12 (alat vital, motivasi, ambisi), 16 (intisari, dasar). Artinya makna dari kombinasi angka pada ain ini tidak jauh berbeda dengan makna pada dari ‘ain ke 2. Tujuannya adalah menguatkanya.

Ain ini juga sama dengan ain 24 (mata rantai, kaitan). Dalam menghadapi masalah ia pandai menarik benang merah dan menelusuri akar dari permasalahn tersebut. Negatifnya kadang dalam menilai sebuah permasalahan terlalu berlebihan dalam mengaitkannya.

‘Ain 7

Angkanya adalah 7 (udara, paru-paru), 6 (hokum, syaraf, sendi), 17 (estimasi) artinya makna kombinasi angka dari ain ini semakin memperkuat bahwa orang yang berjuz 9 memiliki kecenderungan sangat normative.

Ain ini sama dengan ain 25 (lingkungan). Artinya ia juga tergolong orang yang tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Berdasarkan Halaman

Mengurai karakter juz al-qur’an berdarkan halaman adalah dengan menjumlahkan ayat pada halaman tertentu. Ada 4 bahasan pokok dalam kajian halaman ini yaitu: taktis, kelemahan dan kelebihan, jalan keluar dan dasar.

Taktis

Taktis di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 di juz 9, total ayatnya adalah 66 ayat. Kalau merujuk pada urutan surah dalam al qur’an makan yang ke 66 adalah at thalaq (talak, cerai)

Dalam kajian struktur al qur’an at thalaq yang berpengaruh dalam diri orang juz 9 memiliki sifat atau bewatak keras, namun kerasnya orang yang membawa karakter juz 9 masih bisa di ‘rem’ sebagaimana thalaq ada tingkatannya mulai dari raj’I 1, 2 dan bain (3). Sudah dibilang sebelumnya bahwa ia bisa rujuk kembali tergantung dari tingkat kesalahan yang kita buat terhadapnya.

Kelemahan dan kelebihan

Kelamahan dan kelebihan didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai halaman 13. Keseluruhan ayatnya berjumlah 63 ayat. Urutan surah al qur’an yang ke 63 adalah al munafiquun yang berarti orang-orang yang munafiq.

Surah inilah yang harus di waspadai oleh orang yang membawa karakter juz 9 karena sifat yang sering nampak adlaah pada pendiriannya yang labil atau tidak bisa di pegang. Jika sifat ini yang dominant, ia bisa memiliki sifat plin-plan. Negatifnya, kadang-kadang dia ‘mengikut’ pada lingkungan (pendapat) asal menguntungkan untuk dirinya sendiri.

Jalan keluar

Jalan keluar di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 yang total berjumlah 20 ayat. Kalau kita lihat urutan surah al qur’an yang ke 20 adalah thaha. Artinya orang yang membawa karakter juz 9 seringkali Ia cenderung lari dalam menghadapi masalah dan bukan malah mencari jalan keluarnya.

Makna lainnya, bila sedang menghadapi masalah ia akan sering bepergian atau menyendiri untuk mencari atau merenungi masalahnya.

Dasar

Dasar di dapatkan dari menjumlahkan ayat yang berada pada halaman 16 di juz 9. Total ayatnya adalah 10 ayat. Surah al qur’an yang ke 10 adalah yuunuus. Dalam kajian struktur al quran yuunus merupakan symbol air. Orang yang berjuz 9 mudah menyesuaikan diri dengan lingkungnnya sebagaimana air yang selalu akan mengikuti bentuk wadahnya.

Kelemahan fisik

Orang yang membawa karakter juz 9 mempunyai kelemahan pada organ hati. Selain itu dengan system yang lain, kelemahan pada bagian paha kanan atas dan pergelangan tangan.

Demikian uraian karakter dari juz 9. Penjelasan tersebut diatas bukan di dapat dari hasil terawangan atau istilah ‘klenik’ yang lain namun dari hasil kajian selama bertahun tahun yang idlakukan oleh penemu kajian ini dengan memakai pendekatan intuitif dan empiris.

Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang masuk lewat telepon, surah, email dan faks yang mengatakan bahwa dalam enguraikan karakter manusia seperti yang dilakukan khalifat berdasarkan terawangan dan ramalan

Maka khalifat tegaskan bahwa kajian ini tidak membahas apalagi memasuki daerah terlarang yang mutlak hanya Allahyang tahu, misalnya apa yang akan terjadi, dengan siapa seseorang cocok kawin (jodoh), banyak dan sedikitnya rezeki yang diberikan kepada seseorang dan lain sebagainya.

Diharapkan dari uraian karakter juz ini pembaca lebih bisa memhami siapa dirinya dan semakin mawas diri dan selalu berusaha memaksimalkan karakter dasarnya untuk mencapai apa yang menjadi harapannya. Walillahil minnatu wal hidayah……

Gus AA/Ziyad at Tubany

A’>Se�y a�?4H�?liki fungsinya masing-masing. Jadi orang yang membawa karakter juz 10 tidak bisa mencampuradukkan masalah atau menggunakan sesuatu yang bukan peruntukannya. Ia tipe oran gyang focus dalam menangani segala sesuatu.

Negative dan positif

Yaitu dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai halaman 13 yaitu totalnya ar rahman. Dari surah ini karakter yang muncul, ia tipe penyayang dan pengayom, namun kadang kadang mudah dibohongi karena sifat baiknya tersebut.

Jalan keluar

Yaitu dengna menjumlahkan ayat yang terdapat pad ahalaman 14 dan 15 yang hasilnya adalah 15 ayat. Surah al quran yang ke-15 adalah al hijr (batu)

Artinya kalau ia sudah meyakini apa yang sudah direncanakannya dan akan dilakukannya sudah benar dan tepat, maka susah dicegah lagi. Ia tetap bersikukuh untuk melakukannya.

Parahnya, ia bisa menjadi seseorang yang keras kepala. Jangan harap kita dengan gampang merubah pendiriannya.

Dasar

Yaitu didapat dengan menjumlahkan ayat yang terdaapt pada halaman terakhir yaitu 16, total ayatnya adalah 9 ayat. Kalau kita melihat kembali urutan surah al quran maka surah yang ke 9 adalah at taubah. Mengenai surah at taubah ini sudah dijelaskan tadi. Bila inin yang dominant, ia memiliki kemiripan sifat dengan juz 9.

Kelemahan fisik

Orang yang membawa karakter juz 10 mempunyai kelemahan fisik pada kepala dan perut (lihat arti ain). Ia juga mempunyai kelemahan pada bagian tungkai dan kaki. Tetpatnya pada sendi lutut dan tungkai bagian bawah dan jari tangan kanan.

Demikianlah uraian karakter juz 10, diharapkan dari uraian karakter ini seseorang yang berjuz 10 lebih bisa mengenal dirinya baik dari sisi positif dan maupun negative.

Dengan ikhtiar membaca juz 10 insya allah sisi positif bisa di aktivasi dan dioptimalisasikan. Sedangkan sisi negatifnya bisa di minimalisasikan.

Gus AA/Ziyad at Tubany

__________________________________________________________________________________________________

Juz 8

Karakter Dasar Manusia Juz 8

Khalifah Edisi 12/Tahun I/2005

Langkah pertama yang harus ditempuh untuk mengurai karakter juz adalah dengan merujuk angka juz tersebut menjadi urutan surah dalam Al Qur’an.

Surah yang ke-8 adalah surah Al Anfal yang artinya Harta rampasan Perang. Artinya orang yang membawa karakter juz 8 tergolong gigih dalam meraih sesuatu. Ia tidak akan pernah berhenti sebelum apa yang diharapkan tercapai, dengan kata lain ia pantang menyerah.

Ia cermat dalam menilai hal-hal yang menguntungkan baginya atau tidak. Kelemahannya, tidak jarang dia akan menempuh jalan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Bila mengacu pada sejarah, harta rampasan perang biasanya berupa barang-barang berharga atau materi. lnilah kelemahan terbesar dari juz 8, jika tidak hati-hati ia mudah sekali terbujuk atau terjebak oleh halhal yang bersifat materi atau duniawi.

Juz 8 terdiri dari dua surah, yaitu surah Al An’am yang berarti Binatang Ternak. Surah Al An’am pada juz 8 dimulai dari ayat 111 sampai 165, jadi totalnya 55 ayat.

Artinya orang yang berjuz 8 kadang-kadang susah diatur dan memiliki rasa ketergantungan terhadap orang di sekelilingnya yang lumayan besar. Namun tidak sedominan juz sebelumnya yaitu juz 7 karena ayat dari surah Al An’am tidak sebanyak yang terdapat di juz 7.

Selain itu, surah ke-55 adalah Ar Rahman, artinya Yang Maha Pemurah. Bila kita amati keterkaitan antara Surah Al An’am dan Ar Rahman akan menerangkan sifat bahwa orang juz 8 akan menuruti apa yang diucapkan atau disarankan oleh seseorang yang dianggap sudah memberikan “kemurahan” padanya ketimbang orang lain yang tidak memberikan kontribusi padanya. Saran orang tersebut akan ia jalankan selama tidak menjerumuskannya. Dengan kata lain ia cenderung subjektif dalam menilai saran.

Urutan surah yang ke-55 yaitu Ar Rahman yang artinya Yang Maha Pemurah. Ia juga mempunyai sifat pemurah atau tidak perhitungan. Ia sangat perhatian dan tidak tanggung-tanggung jika seseorang memerlukan bantuannya.

Variabel Al Qur’an yang lain yang mempunyai angka 55 adalah jumlah ayat surah Al Qamar yang berarti Bulan. Hal ini juga berarti orang yang berjuz 8 sering dibutuhkan orang lain tanpa ia memintanya.

Namun, yang perlu diingat bahwa cahaya bulan berasal dari sinar matahari yang dipantulkan. Dalam kondisi tertentu , ia tidak akan “dilihat” jika tidak ada seseorang yang memiliki kekuatan besar yang membantunya. Hal ini akan tampak pada saat fase bulan mati.

Surah kedua adalah surah Al `Araf, artinya Tempattempat yang Tinggi. Surah ini juga tidak utuh dalam menempati juz 8, yaitu dari ayat 1 sampai ayat 87.

Bagi orang yang ber juz 8 hal tersebut berarti sifat ingin mendominasi dan menang sendiri ada padanya. Ia paling tidak bisa jika seseorang memandang rendah dirinya. Jika sifat ini yang dominan, ia akan menjadi seorang yang egois dan sombong.

Positifnya, ia ingin menjadi seseorang yang memiliki kedudukan paling tinggi di komunitasnya. lntinya, ia ingin memiliki sesuatu yang lebih dibanding orang lain. Anehnya, kalau kita merujuk pada urutan surah yang ke87 maknanya klop dan sinkron dengan uraian tersebut yaitu surah Al `Alaa, yang memiliki arti Yang paling tinggi.

Berdasarkan Kata Awal Juz

KATA yang mengawali setiap juz dan di cetak tebal bukanlah perbuatan iseng dari penulis atau pencetak Al Qur’an, bisa dipastikan dibalik penebalan tersebut ada pesan. Dan andaikata di kaji secara verbal pun (dengan pendekatan ilmu tafsir) tidak akan tertembus karena kata yang dicetak tebal tersebut tidak berbentuk sempurna, artinya tidak membentuk sebuah kalimat sempurna yang mempunyai makna dan bisa difahami.

Dengan kajian struktur Al Qur’an lewat pendekatan simbol, khalifah mencoba memahami rahasia di balik penebalan tersebut secara empiris. Hasilnya silahkan pembaca menyimak.

Kata yang menjadi awal juz dan tercetak tebal pada juz 8 yaitu dengan uraian sebagai berikut:

¼ (Wawu) Urutan huruf yang ke-26 yang bermakna kekuatan, modal, waktu, potensi, putaran. Bagi orang yang berjuz 8, melakukan sesuatu yang dipikirkan pertama kali adalah modal, sekalipun ia sebenarnya sudah mempunyai modal tapi ia tidak menyadarinya (terpendam), sehingga kadang ia kurang percaya diri. Modal disini tidak hanya bersifat materi, namun kemampuan atau potensi juga merupakan modal yang Allah berikan.

Ü (lam) adalah huruf yang ke-23 yang berarti manusia (bayi). Karakter yang nampak dari huruf ini bagi orang yang berjuz 8 adalah sebagaimana layaknya bayi, ia sangat membutuhkan orang lain untuk membantu dan melindunginya. Ia memiliki sifat apa adanya.

¼ (Wawu), huruf ini disebutkan dua kali untuk mengawali juz, artinya penegasan terhadap makna yang telah dijelaskan dan boleh dikatakan makna tersebut sangat dominan dalam diri seorang yang berjuz 8.

° (Alif) adalah urutan huruf pertama dalam abjad hijaiyah. Dalam kajian struktur Al Qur’an huruf ini bermakna kepala atau otak. Orang yang membawa karakter juz 8 mempunyai kegemaran berfikir yang bisa ia jadikan modal dalam menyelesaikan setiap permasalahannya.

(Nun), urutan huruf yang ke-25 yang berarti lingkungan. Bagi orang yang membawa karakter juz 8 bermakna ia tergolong orang yang paling peka terhadap lingkungannya. Reaksi yang muncul bisa bermacam-macam diantaranya kepedulian sosial atau menyesuaikan diri, terbukti huruf ini diulang dua kali sebagai penegasan. Ia mudah bergaul dan membaur dengan lingkungan meskipun lingkungan tersebut baru baginya.

(Alif) huruf ini juga diulang dua kali sebagai taukid (penguat, penegas) dari makna yang sudah diuraikan sebelumnya. Disamping berarti kepala atau otak alif juga bisa bermakna pendirian. Karena huruf ini diulang dua kali, berarti orang juz 2 sangat mengandalkan pemikiran sesuai dengan pribadinya. Sehingga orang akan menilai bahwa orang juz 8 memiliki pola fikir yang kaku.

Bila pembaca amati, huruf alif tersebut disambung dengan huruf nun, hal ini berarti bahwa ia memiliki pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. Negatifnya, adalah ia menjadi sangat tergantung dengan lingkungannya.

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Total jumlah ‘ain dari juz 8 adalah 17 ‘ain. Seperti sudah dijelaskan pada edisi-edisi sebelumnya, maka kita akan putar jumlah ‘ain tersebut sampai 39 ‘ain (sesuai ‘ain terbanyak).

`Ain ke-1

Angkanya adalah 1 (kepala, Otak), 11 (tali rasa, perasaan), 14 (langkah awal, rencana). Dalam menyusun rencana, harus sesuai dengan pikiran dan perasaannya. Jika rencana yang dia susun tidak sesuai dengan kedua hal tersebut ia menjadi tidak yakin dengan apa yang dia rencanakan. Hal tersebut terjadi karena ‘ain 1 sama dengan `ain 18 yang artinya pertimbangan.

Negatifnya, kadang yang ia rencanakan tidak memikirkan apakah rencana tersebut sesuai dengan pikiran dan perasaan orang lain. Namun, kelebihannya ia dapat langsung menganalisa ulang rencananya, karena pengaruh dari ‘ain 35 yang artinya pengenalan lingkungan lebih mendalam.

‘Ain ke-2

Angkanya adalah 2 (mata), 8 (darah, jantung), 15 (langkah nyata). ‘Ain ini menggambarkan orang juz 8 mudah belajar. Apa yang dilihatnya ia ingin segera bisa mewujudkan. Karena kelemahan fisik ada pada jantung, bila ia melihat sesuatu kejadian yang mengerikan, reaksi yang ditimbulkan adalah jantungnya akan berdetak lebih kencang.

Karena ‘ain 2 sama dengan ‘ain 19 (pemecahan masalah), ia menjadi seorang yang jeli dalam memberikan solusi bagi masalah seseorang. Selain itu, karena pengaruh ‘ain 36 yang artinya pembilahan masalah dengan memberlakukan sebab akibat, maka ia juga jeli dalam memilah masalah mana yang harus didahulukan.

`Ain ke-3

Angkanya adalah 3 (THT), 11 (tali rasa, perasaan), 16 ( dasar, intisari, esensi). Kombinasi angka tersebut merupakan kelemahan terbesar orang juz 8. Apa yang diomongkan benar-benar keluar dari perasaannya. Ia tidak perduli apakah orang lain akan tersinggung dengan omongan tersebut apa tidak. Yang penting apa yang harus diucapkan, dia ucapkan. Sehingga orang melihat ia menjadi seorang yang arogan.

Karena ‘ain ini sama dengan ‘ain 20, maka apa yang diucapkan, itulah aturan yang berlaku baginya dan bagi orang lain. Disisi lain, kadang kala apa yang diucapkan mengikuti aturan yang ada, hal ini tergantung dengan siapa ia berhadapan.

`Ain ke-4

Angkanya adalah 4 (rangka), 4 (rangka), 17 (estimasi) Artinya orang yang membawa karakter juz 8 adalah seorang konseptor yang baik, terbukti dengan kombinasi dari dua angka yang sama yaitu 4 yang berarti kerangka dan konsep yang sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan.

Sesuai dengan ‘ain 21, apa yang menjadi estimasi atau perkiraan benar-benar sudah ia pikirkan, bukan sekedar perkiraan tanpa dasar. Ia sadar dengan rencana yang akan ia kerjakan sekaligus pelaksanaannya. Bisa dibilang ia sangat konsekuen dengan rencananya.

Sayangnya, jika menilik ‘ain ke-17 juz 18, memiliki kombinasi angka 12 (nafsu, motivasi, ambisi) dan 10 (perut). Ia sangat berambisi untuk bisa mencapai apa yang direncanakan. Jika apa yang sudah direncanakan tidak terealisasi, akan lansung memancing emosinya.

`Ain ke-5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 6 (sendi, syaraf, hukum), 18 (pertimbangan, pengkajian). Artinya, ia bisa menjadi orang yang “teks book”. Dalam menangani sesuatu ia sangat memegang teguh aturan yang ada. Ia tidak berani mengambil resiko jika apa yang sedang ditangani keluar dari aturan yang ada.

Karena ‘ain ini sama dengan ‘ain 22 (target/ tujuan), meski apa yang dia kerjakan sesuai dengan “buku” atau aturan yang ada, terkadang muncul kesan terburu-buru ingin cepat selesai atau ingin cepat menguasai.

`Ain ke- 6

Angkanya adalah 6, 4, 19 (pemecahan masalah). Kombinasi angka 6 dan 4 sudah di uraikan pada ‘ain sebelumnya. Kalaupun terulang maka merupakan penegasan atas karakter yang ada di balik angka tersebut. Pada `ain ke-6 ini terdapat kombinasi angka baru yaitu angka 19. Artinya, dalam mencari solusi atas permasalahan, ia sangat memperhatikan hukum dan kerangka yang jelas, ia tidak mau asal-asalan.

Selain itu, ‘ain 19 juga bisa dikaitkan dengan ‘ain 2 (lihat tabel putaran ‘ain). Ia harus benar-benar melihat masalah tersebut, ia tidak akan mengambil tindakan kalau hanya kata orang.

`Ain ke-7

Angkanya adalah 7, 11, 20

Artinya orang yang berjuz 8 kadang-kadang terlalu banyak bermain di perasaan dan mempermainkan perasaan. Hal ini nampak jelas dengan kaitan ‘ain tersebut. ‘Ain 20 ini juga memiliki kaitan dengan ‘ain 3.

Total tanda ‘ain yang terdapat pada juz 8 ini adalah 17, Khalifah sengaja menguraikan hanya sampai pada ‘ain ke-7 dengan harapan pembaca belajar mengurainya sendiri, terlebih bagi orang yang mempunyai karakter juz 8, hal ini ibarat bercermin dengan menganalisa dirinya sendiri dengan mushaf Al Qur’an.

Berdasarkan Halaman

Seperti diutarakan Khalifah dalam edisi sebelumnya, terdapat rahasia keilmuan di balik angka dan ayat-ayat yang terdapat pada setiap halaman mushaf Al Qur’an. Uniknya, keilmuan tersebut adalah mengenai gambaran manusia secara integral (menyeluruh), proses interaksi dengan lingkungan, dan cara mengatasinya. Hal yang baru dalam kajian Al Qur’an yang patut untuk kita ketahui dan pelajari dengan seksama.

Gambaran tentang manusia tersebut meliputi taktis, kelemahan dan kelebihan, jalan keluar, dan dasar. Tentang kenapa pembagian karakter tersebut dibagi berdasarkan halaman 1 sampai dengan 6 adalah taktis, halaman 7 sampai kelemahan dan kelebihan, halaman 14 dan 15 adalah jalan keluar dan halaman 16 adalah dasar dapat dilihat uraiannya pada rubrik tabir. Adapun uraiannya adalah sebgai berikut :

Taktis

Taktis didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 yang ada di juz 8. Total jumlahnya adalah 50 ayat. Kemudian kita melihat urutan surah Al Qur’an yang ke 50 yaitu surah Qaaf yang merupakan simbol berpikir atau pemikiran ulang.

Bagi orang yang ber juz 8 ini berarti ia tipe orang logik, namun kadang-kadang porsinya terlalu banyak sehingga sering kali ia menafikan hal-hal diluar logikanya. Sehingga kesan yang timbul, ia menjadi seseorang yang tidak mentolerir hal-hal yang tidak masuk akal baginya.

Jumlah ayat dari surah Qaaf adalah 45 ayat. Surah ke-45 adalah Al Jatsiyah, jadi apa yang ada dalam pikirannya harus mampu menundukkan lawan bicaranya. Kalau hal ini yang dominan, ia menjadi seorang yang tidak mau kalah jika berargumentasi dengan seseorang.

Kelemahan dan Kelebihan

Negatif dan Positif di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang keseluruhan berjumlah 62 ayat. Kalau kita merujuk kembali pada urutan surah Al Qur’an yang ke-62 adalah surah Al Jum’ah (simbol dari spiritualitas yang tinggi).

Dalam diri orang yang berjuz 8 mengalir nilai spirit yang tinggi. Nilai ini bisa menjadi positif dan negatif, tergantung pada dirinya dan faktor eksternal (lingkungannya).

Makna lain dari Al Jumu’ah adalah kelengkapan. Dalam memberikan atau menerima sesuatu ia tidak ingin yang setengah-setengah, semuanya harus diterangkan secara gamblang.

Jalan Keluar

Jalan keluar didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 yang berjumlah 20 ayat. Surah ke 20 adalah surah Thaaha (simbol dari perjalanan).

Jika seorang juz 8 menghadapi masalah, sering kali ia melampiaskannya dengan melakukan “traveling”. Bisa dipastikan, jika ia menghadapi masalah ia bakal jarang di rumah. Selain itu ia seorang yang hobi jalan-jalan.

Dasar

Dasar adalah ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16. Total jumlahnya adalah 10 ayat. Surah Al Qur’an yang ke-10 adalah Yuunus (simbol dari air). Orang yang membawa karakter juz 8 sebenarnya tergolong orang yang fleksibel dalam bergaul dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sesuai sifat air, ia bisa menjadi seorang yang susah dibendung jika memiliki keinginan. Jadi, semua keinginannya harus dituruti.

Sisi lain es juga memiliki sifat air. Kita tahu bahwa es bisa dibentuk sesuai dengan keinginan kita. Artinya, bila kita bisa mengendalikannya menjadi es, kita pun bisa membentuk orang juz 8 sesuai dengan keinginan kita.

Kelemahan Fisik

Menilik stuktur ‘ain, bahwa ‘ain 8 memiliki arti jantung atau darah. Jadi dari segi fisik kelemahan sekaligus kelebihan orang ber juz 8 terletak pada darah atau jantung. Menurut sistem lain, angka 8 terletak pada telapak tangan dan pangkal paha sebelah kanan.

Demikianlah uraian tentang karakter juz 8 pada edisi kali ini. Karakter di atas merupakan karakter dasar yang ada pada diri seseorang yang membawa karakter juz 8.

Jika anda tergolong juz 8 dan sifat-sifat di atas tidak ada pada diri anda, berarti faktor lingkungan atau eksternal lah yang lebih dominan.

Karena bisa dipastikan orang yang mempunyai juz yang sama namun ia dibesarkan di lingkungan (keluarga, daerah, suku) yang berbeda maka karakter yang muncul pun akan berbeda. Namun, karakter dasarnya tetaplah sama. Jadi, perbedaan karakter yang dimaksud adalah Personality (kepribadian).

Gus AA/Ziyad at Tubany

nsi-l��ae`9�?4urah inilah yang harus di waspadai oleh orang yang membawa karakter juz 9 karena sifat yang sering nampak adlaah pada pendiriannya yang labil atau tidak bisa di pegang. Jika sifat ini yang dominant, ia bisa memiliki sifat plin-plan. Negatifnya, kadang-kadang dia ‘mengikut’ pada lingkungan (pendapat) asal menguntungkan untuk dirinya sendiri.

Jalan keluar

Jalan keluar di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 yang total berjumlah 20 ayat. Kalau kita lihat urutan surah al qur’an yang ke 20 adalah thaha. Artinya orang yang membawa karakter juz 9 seringkali Ia cenderung lari dalam menghadapi masalah dan bukan malah mencari jalan keluarnya.

Makna lainnya, bila sedang menghadapi masalah ia akan sering bepergian atau menyendiri untuk mencari atau merenungi masalahnya.

Dasar

Dasar di dapatkan dari menjumlahkan ayat yang berada pada halaman 16 di juz 9. Total ayatnya adalah 10 ayat. Surah al qur’an yang ke 10 adalah yuunuus. Dalam kajian struktur al quran yuunus merupakan symbol air. Orang yang berjuz 9 mudah menyesuaikan diri dengan lingkungnnya sebagaimana air yang selalu akan mengikuti bentuk wadahnya.

Kelemahan fisik

Orang yang membawa karakter juz 9 mempunyai kelemahan pada organ hati. Selain itu dengan system yang lain, kelemahan pada bagian paha kanan atas dan pergelangan tangan.

Demikian uraian karakter dari juz 9. Penjelasan tersebut diatas bukan di dapat dari hasil terawangan atau istilah ‘klenik’ yang lain namun dari hasil kajian selama bertahun tahun yang idlakukan oleh penemu kajian ini dengan memakai pendekatan intuitif dan empiris.

Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang masuk lewat telepon, surah, email dan faks yang mengatakan bahwa dalam enguraikan karakter manusia seperti yang dilakukan khalifat berdasarkan terawangan dan ramalan

Maka khalifat tegaskan bahwa kajian ini tidak membahas apalagi memasuki daerah terlarang yang mutlak hanya Allahyang tahu, misalnya apa yang akan terjadi, dengan siapa seseorang cocok kawin (jodoh), banyak dan sedikitnya rezeki yang diberikan kepada seseorang dan lain sebagainya.

Diharapkan dari uraian karakter juz ini pembaca lebih bisa memhami siapa dirinya dan semakin mawas diri dan selalu berusaha memaksimalkan karakter dasarnya untuk mencapai apa yang menjadi harapannya. Walillahil minnatu wal hidayah……

Gus AA/Ziyad at Tubany

__________________________________________________________________________________________________

Juz 7

Karakter Dasar Manusia Juz 7

Tabloid Khalifah Edisi 11/Tahun 01/2005

Dari uraian tentang karakter Juz Al Quran yang telah dibahas Khalifah pada edisi-edisi sebelumnya, kiranya pembaca sudah mengetahui langkah pertama dalam mengurai juz yaitu dengan langsung melihat urutan surah Al Quran sesuai dengan juz tersebut.

Dalam hal ini berarti kita merujuk pada surah ke-7 Al Quran, yaitu Al ‘Araaf (tempat tertinggi). Orang yang membawa karakter Juz 7 mempunyai prestise lumayan besar, namun hal tersebut bisa berbalik jika lingkungan atau bahkan dirinya sendiri mempunyai kekurangan. Dia akan cenderung berubah menjadi seorang yang tertutup dan tidak percaya diri.

Namun karakter berdasarkan nomer juz ini tidak sedominan orang Juz 8 dan 9 yang mempunyai surah Al ‘Araaf yang merupakan bagian Juz. Al ‘Araaf pada Juz 7 adalah hasil dari angka 7 yang disubtitusikan kedalam urutan surah jadi bukan merupakan surah asli dari juz 7, sehingga pengaruh karakternya tidak terlalu kentara atau dominan.

Struktur surah Juz 7 terdiri dari surah Al Maidah (dari ayat 83 sampai 120, jadi jumlah ayat Al Maidah yang terdapat di Juz 7 berjumlah 38 ayat) dan surah Al An’am (dari ayat 1 sampai 110).

Al Maidah berarti hidangan dengan jumlah ayat yang terdapat di Juz 7 berjumlah 38. Kalau kita lihat urutan surah yang ke-38 adalah surah Shaad (langkah awal, rencana), artinya orang yang berjuz 7 pintar dalam hal membuat perencanaan (planner, konseptor) dan dalam melakukan sesuatu pun harus tidak boleh lepas dari rencana sehingga harus ada konsep yang jelas.

Dalam sistem lain, Shad juga memiliki arti Pintu Hati (keterbukaan). Artinya, dalam memberikan “hidangan” kepada seseorang tergantung dari hatinya, kalau hatinya sedang baik ia akan melakukan apapun yang diperintahkan orang tersebut. Namun sebaliknya, jika hatinya sedang tidak enjoy, ia akan berbuat sekehendak hatinya, tidak perduli orang tersebut suka atau tidak.

Sedangkan ayat Al An’am yang terdapat di Juz 7 berjumlah 110 ayat. Surah Al Quran yang ke 110 adalah surah An Nashr (pertolongan), boleh dibilang rasa solidaritas orang yang membawa karakter Juz ini tinggi. Bisa dibilang kegemarannya adalah menolong. Namun, hal ini juga berlaku sebaliknya, ia bisa menjadi seseorang yang akan selalu membutuhkan pertolongan orang lain.

Berdasarkan kata Awal Juz

Kata yang mengawali Juz 7 dan tercetak tebal adalah

kalau kita uraikan sebagai berikut :

(wawu) urutan huruf yang ke-26 yang bermakna potensi, waktu, modal. Dalam melakukan aktifitas atau pekerjaan tertentu jangan heran bila orang yang berjuz 7 serius dan merasa enjoy dengan apa yang sedang dilakukannya, karena baginya waktu sudah menjadi bagian dari dirinya. Jeleknya, kadang kala ia lupa waktu jika sudah mengerjakan sesuatu. Hal ini bukan berarti orang yang membawa karakter juz lain tidak demikian, namun orang yang berjuz 7 mem-punyai pandangan yang spesial atau khusus dalam memandang waktu.

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang berjuz 7 memiliki karakter yang dapat bertolak belakang tergantung modal/potensi yang dimiliki. Ia bisa menjadi seorang yang sangat optimis namun bisa juga menjadi seorang yang rendah diri. Semua itu tergantung ada atau tidaknya modal/potensi.

(alif) huruf yang pertama dalam abjad hijaiyyah yang berarti otak atau pribadi, biasanya orang yang berjuz 7 mempunyai kegemaran berfikir dan mempunyai kemampuan atau daya nalar yang lumayan. Kadang-kadang dalam menanggapi sebuah permasalahan pendekatan pertama adalah apakah masalah tersebut masuk akal atau tidak. Disinilah kelemahan orang yang berjuz 7 sehingga terkesan kaku.

(dzal) adalah huruf ke-9 yang berarti hati nurani, orang yang membawa karakter juz 7 cenderung tidak tega jika melihat ada orang yang menyentuh hatinya. Namun, hatinya tidak akan tersentuh untuk melakukan sesuatu bila hatinya tidak “sreg”.

(alif) huruf ini adalah merupakan penegasan makna dari huruf yang sama yang telah dijelaskan sebelumnya.

(sin) menempati urutan yang ke-12 yang berarti ambisi, motivasi, dan alat vital. Artinya orang yang berjuz 7 mempunyai sifat ambisius, oleh karena itu hati-hatilah dengan sikap diamnya, terkadang dibaliknya terdapat maksud yang tersembunyi. Cara menghadapinya adalah dengan bersikap fair dan terbuka, tentunya dengan cara yang tidak menyinggung perasaannya..

(mim) Huruf yang ke-24 artinya kaitan, petunjuk arah. Orang yang membawa karakter juz 7 pandai mengidentifikasi sesuatu demi mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapinya.

(‘ain) Urutan huruf ke-18 yang bermakna kesehatan, pengkajian, pertimbangan. Dari makna tersebut bisa difahami bahwa orang yang berjuz 7 sekalipun mempunyai analisis yang tajam tetapi kadang-kadang terlalu banyak pertimbangan sehingga adjustment terhadap sebuah masalah terlambat.

(wawu) huruf ini juga menjadi awal juz 7 sehingga kalau tersebut lagi berarti merupakan penegasan dari makna sebelumnya.

(alif) huruf ini sudah ketiga kalinya disebutkan, berarti orang juz 7 memang gemar sekali berfikir. Jika ada gajalan atau masalah, maka hal itu akan selalu dia ingat sampai kapan pun.

Karakter Berdasarkan Tanda ‘Ain

Total jumlah tanda ‘ain yang terdapat di juz 7 adalah 19 ‘ain. khalifah untuk kali ini hanya akan mengurai 6 tanda ‘ain saja Dengan harapan pembaca belajar untuk mengurainya sendiri.

Karena jumlah ‘ainnya 19, seperti pada edisi-edisi sebelumnya, akan kita jadikan ‘ain tersebut sampai dengan total ‘ain terbanyak Al Quran yaitu 39 ‘ain. Lihat tabel di bawah ini :

‘Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak) , 9 (hati nurani), dan 11 (tali rasa, perasaan). Hal ini berarti orang yang berkarakter Juz 7 tidak tegaan dan cenderung memandang dan mengukur sesuatu dari kaca mata hati atau perasaan. Menghadapi orang yang berjuz 7 tidak boleh sembarangan karena sangat sensitif dan mudah tersinggung.

‘Ain 1 ini sama dengan ‘ain 20 (lihat tabel), dia akan merasa terusik jika aturan Cain 20) ditentang oleh orang lain. Hal tersebut sangat menyinggung perasaannya. Bahayanya, hal tersebut dapat berbuntut panjang menginggat pengaruh dari “jalan keluar” juz 7 (akan dijelaskan pada karakter berdasarkan halaman).

‘Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata) ,7 (udara, paruparu) (alat vital, ambisi). Dari kombinasi ketiga angka tersebut dapat dipahami bahwa orang yang berjuz 7. Tidak suka berbasa-basi dan melihat permasalahan langsung pada akar atau intinya.

Ia orang yang bertipe mudah sekali terpancing dengan hal yang sifatnya seksual, bisa dibilang ia berlibido tinggi. Bila ia tidak dapat melampiaskan sahwatnya, ia akan menjadi seorang yang emosional. Karena ‘ain ini sama dengan ‘ain 21, secara fisik ia akan mengalami ganguan pada kepala, misalnya pusing.

‘Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT) ,7 (paru-paru, udara) ,13 (kaki, pendirian). Artinya orang yang membawa karakter juz 7 pandai membawa dan mengikuti serta menyesuaikan suasana dengan pembicaraannya. Dia juga tergolong orang yang tidak asal ngomong dan malas berbicara. Bisa dibilang, ia orang yang pantang menarik omongan. Apa yang sudah diyakini benar itulah yang dijadikan sebagai patokannya. Sehingga orang juz 7 terkesan kaku.

‘Ain ini sama dengan ‘ain 22 (tujuan). Bila seseorang juz 7 sudah mulai berbicara dapat dipastikan ia memiliki tujuan tertentu.

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 8 (darah, jantung) ,14 (rencana, langkah awal, perhitungan). Kolaborasi angka 4, 8, 14 menghasilkan makna orang yang berjuz 7 mahir mengatur sesuatu.

Ia cocok untuk menjadi seorang planner atau organizer yang baik. Kebanyakan rencana yang ia susun tersebut terkesan sederhana atau dengan kata lain tidak muluk-muluk. Hal ini karena ‘ain 4 sama dengan ‘ain 23 (manusia).

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan) , 7 (udara, paru-paru) , 15 ( langkah nyata). Seperti sudah dijelaskan khalifah, bahwa orang yang berjuz 7 tidak banyak bicara namun ia tergolong orang yang bisa diandalkan dalam mengerjakan sesuatu. Karena ‘ain ini sama dengan ‘ain 24 (waktu), inilah yang menjadi kelemahannya. Dalam menangani sesuatu, ia memiliki “waktu” sendiri, sehingga terkesan seenaknya sendiri.

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (sendi, syaraf, hukum), 5 (tangan, penanganan) ,16 ( intisari, dasar). Dalam tubuh kita terdiri dari banyak sekali syaraf, tersusun rapi dan teratur. Artinya, dalam mengerjakan atau menangani pekerjaan, ia sangat telaten dan rapi. Bahkan ia cukup kreatif dalam mengerjakannya.

Karakter Berdasarkan Halaman

Pada kajian verbal, halaman tidak termasuk objek kajian bahkan cenderung tidak dihiraukan dalam penyusunan atau pencetakan Al Quran. Dalam kajian struktur Al Quran halaman termasuk variabel utama dan merupakan objek yang memegang peranan penting. Sehingga dalam kajian ini terdapat bab tersendiri yang membahas tentang struktur halaman.

Seperti telah dijelaskan khalifah pada edisi yang lalu, kajian tentang halaman terbagi menjadi empat bagian yang diambil dari halaman pada setiap juznya. Uraiannya sebagai berikut :

Taktis

Taktis didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 yaitu berjumlah 48 ayat. Lalu kita mencoba rujuk kedalam urutan surah Al Quran.

Urutan surah yang ke-48 adalah Al Fath (kemenangan). Berarti orang yang membawa karakter juz 7 selalu ingin menang sendiri dan baginya tidak ada kata kalah. Hal ini juga bisa berarti ia tergolong orang yang pantang menyerah dalam mengejar harapannya.

Kalaupun ia mau mengalah, dapat dipastikan ia memiliki tujuan tertentu untuk memperoleh kemenangan yang lain.

Negatif dan Positif

Negatif dan positif adalah menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13. Total jumlah ayat pada halaman-halaman tersebut adalah 73 ayat. Angka 73 kalau kita subtitusikan menjadi .nomor urut surah adalah surah Al Muzzammil (yang berselimut).

Inilah kelemahan orang yang berjuz 7 dimana ia butuh orang lain untuk mengatasi ketidak percayaan dirinya, ia butuh dorongan atau bahkan butuh orang yang menunjukkan bahwa ia mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu hal.

Ia paling enggan untuk menceritakan masalah pribadinya pada kebanyakan orang. Kalaupun ia bercerita, hanya kepada orang yang dianggap paling dekat dengannya.

Jalan Keluar

Yaitu dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 yang total berjumlah 16 ayat. Nomor urut surah yang ke-16 adalah an Nahl (lebah). Berarti orang yang membawa karakter Juz 7 terkadang seenaknya sendiri dan cenderung idealis dalam memecahkan permasalahan.

Karakter ini lah yang paling berbahaya dari orang juz 7: Karena sebagai jalan keluar, apabila ada orang yang pernah menyakiti hatinya, bagaimanapun caranya dendam itu harus terlampiaskan. Ia belum akan puas jika sakit hatinya belum terbalaskan.

Begitu juga kalau kita berbuat kebaikan padanya, ia akan memberikan segalanya kepada orang yang dianggap sebagai “dewa penolong”

Dasar

Halaman yang terakhir adalah halaman 16. Kalau kita menjumlahkan ayat yang terdapat didalamnya maka akan kita dapatkan angka 11. Surah yang ke-11 adalah surah Hud (Nabi Hud, simbol dari tanah).

Artinya orang yang berjuz 7 cenderung pendiam dan pandai menyimpan rahasia atau masalah. Sebagaimana sifat tanah yang tertutup dan kita tidak akan tahu apa yang terdapat didalamnya jika kita tidak menggali.

Selain itu sifat tanah juga mudah dibentuk sesuai dengan keinginan kita, ini adalah sebuah indikasi bahwa dia sekalipun keras atau idealis tapi masih bisa dilunakkan dengan rayuan atau bujukan.

Tanah akan menerima apa saja yang dating kepadanya, mulai dari air sampai sampah sekalipun. Dengan kata lain, orang juz 7 akan menerima apa saja yang diberikan padanya. Sehingga kesan yang ditimbulkan kurang inisiatif dan selalu pasrah dengan keadaan.

Kelemahan Fisik

Dari arti ‘ain dapat kita deteksi bahwa orang yang membawa karakter Juz 7 mempunyai kelemahan pada bagian paru-paru atau organ pernafasan. Bukan berarti sakit paruparu, namun dalam keadaan fisik yang lemah, organ yang merasakan pertama kali adalah paru-paru. Misalnya, batuk atau sesak nafas. Adapun menurut sistem lain, kelemahan fisiknya adalah rahim apabila wanita dan organ reproduksi jika ia laki-laki.

ahka �a `9�?4apat pada halaman 1 sampai 6 yang ada di juz 8. Total jumlahnya adalah 50 ayat. Kemudian kita melihat urutan surah Al Qur’an yang ke 50 yaitu surah Qaaf yang merupakan simbol berpikir atau pemikiran ulang.

Bagi orang yang ber juz 8 ini berarti ia tipe orang logik, namun kadang-kadang porsinya terlalu banyak sehingga sering kali ia menafikan hal-hal diluar logikanya. Sehingga kesan yang timbul, ia menjadi seseorang yang tidak mentolerir hal-hal yang tidak masuk akal baginya.

Jumlah ayat dari surah Qaaf adalah 45 ayat. Surah ke-45 adalah Al Jatsiyah, jadi apa yang ada dalam pikirannya harus mampu menundukkan lawan bicaranya. Kalau hal ini yang dominan, ia menjadi seorang yang tidak mau kalah jika berargumentasi dengan seseorang.

Kelemahan dan Kelebihan

Negatif dan Positif di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang keseluruhan berjumlah 62 ayat. Kalau kita merujuk kembali pada urutan surah Al Qur’an yang ke-62 adalah surah Al Jum’ah (simbol dari spiritualitas yang tinggi).

Dalam diri orang yang berjuz 8 mengalir nilai spirit yang tinggi. Nilai ini bisa menjadi positif dan negatif, tergantung pada dirinya dan faktor eksternal (lingkungannya).

Makna lain dari Al Jumu’ah adalah kelengkapan. Dalam memberikan atau menerima sesuatu ia tidak ingin yang setengah-setengah, semuanya harus diterangkan secara gamblang.

Jalan Keluar

Jalan keluar didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 yang berjumlah 20 ayat. Surah ke 20 adalah surah Thaaha (simbol dari perjalanan).

Jika seorang juz 8 menghadapi masalah, sering kali ia melampiaskannya dengan melakukan “traveling”. Bisa dipastikan, jika ia menghadapi masalah ia bakal jarang di rumah. Selain itu ia seorang yang hobi jalan-jalan.

Dasar

Dasar adalah ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16. Total jumlahnya adalah 10 ayat. Surah Al Qur’an yang ke-10 adalah Yuunus (simbol dari air). Orang yang membawa karakter juz 8 sebenarnya tergolong orang yang fleksibel dalam bergaul dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sesuai sifat air, ia bisa menjadi seorang yang susah dibendung jika memiliki keinginan. Jadi, semua keinginannya harus dituruti.

Sisi lain es juga memiliki sifat air. Kita tahu bahwa es bisa dibentuk sesuai dengan keinginan kita. Artinya, bila kita bisa mengendalikannya menjadi es, kita pun bisa membentuk orang juz 8 sesuai dengan keinginan kita.

Kelemahan Fisik

Menilik stuktur ‘ain, bahwa ‘ain 8 memiliki arti jantung atau darah. Jadi dari segi fisik kelemahan sekaligus kelebihan orang ber juz 8 terletak pada darah atau jantung. Menurut sistem lain, angka 8 terletak pada telapak tangan dan pangkal paha sebelah kanan.

Demikianlah uraian tentang karakter juz 8 pada edisi kali ini. Karakter di atas merupakan karakter dasar yang ada pada diri seseorang yang membawa karakter juz 8.

Jika anda tergolong juz 8 dan sifat-sifat di atas tidak ada pada diri anda, berarti faktor lingkungan atau eksternal lah yang lebih dominan.

Karena bisa dipastikan orang yang mempunyai juz yang sama namun ia dibesarkan di lingkungan (keluarga, daerah, suku) yang berbeda maka karakter yang muncul pun akan berbeda. Namun, karakter dasarnya tetaplah sama. Jadi, perbedaan karakter yang dimaksud adalah Personality (kepribadian).

Gus AA/Ziyad at Tubany

nsi-l��ae`9�?4urah inilah yang harus di waspadai oleh orang yang membawa karakter juz 9 karena sifat yang sering nampak adlaah pada pendiriannya yang labil atau tidak bisa di pegang. Jika sifat ini yang dominant, ia bisa memiliki sifat plin-plan. Negatifnya, kadang-kadang dia ‘mengikut’ pada lingkungan (pendapat) asal menguntungkan untuk dirinya sendiri.

Jalan keluar

Jalan keluar di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 yang total berjumlah 20 ayat. Kalau kita lihat urutan surah al qur’an yang ke 20 adalah thaha. Artinya orang yang membawa karakter juz 9 seringkali Ia cenderung lari dalam menghadapi masalah dan bukan malah mencari jalan keluarnya.

Makna lainnya, bila sedang menghadapi masalah ia akan sering bepergian atau menyendiri untuk mencari atau merenungi masalahnya.

Dasar

Dasar di dapatkan dari menjumlahkan ayat yang berada pada halaman 16 di juz 9. Total ayatnya adalah 10 ayat. Surah al qur’an yang ke 10 adalah yuunuus. Dalam kajian struktur al quran yuunus merupakan symbol air. Orang yang berjuz 9 mudah menyesuaikan diri dengan lingkungnnya sebagaimana air yang selalu akan mengikuti bentuk wadahnya.

Kelemahan fisik

Orang yang membawa karakter juz 9 mempunyai kelemahan pada organ hati. Selain itu dengan system yang lain, kelemahan pada bagian paha kanan atas dan pergelangan tangan.

Demikian uraian karakter dari juz 9. Penjelasan tersebut diatas bukan di dapat dari hasil terawangan atau istilah ‘klenik’ yang lain namun dari hasil kajian selama bertahun tahun yang idlakukan oleh penemu kajian ini dengan memakai pendekatan intuitif dan empiris.

Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang masuk lewat telepon, surah, email dan faks yang mengatakan bahwa dalam enguraikan karakter manusia seperti yang dilakukan khalifat berdasarkan terawangan dan ramalan

Maka khalifat tegaskan bahwa kajian ini tidak membahas apalagi memasuki daerah terlarang yang mutlak hanya Allahyang tahu, misalnya apa yang akan terjadi, dengan siapa seseorang cocok kawin (jodoh), banyak dan sedikitnya rezeki yang diberikan kepada seseorang dan lain sebagainya.

Diharapkan dari uraian karakter juz ini pembaca lebih bisa memhami siapa dirinya dan semakin mawas diri dan selalu berusaha memaksimalkan karakter dasarnya untuk mencapai apa yang menjadi harapannya. Walillahil minnatu wal hidayah……

Gus AA/Ziyad at Tubany

__________________________________________________________________________________________________

Juz 6

Karakter Dasar Manusia Juz 6

Pandai Memanjakan Orang dan Susah Di Atur

1. Profil

Juz ini berisi dua surat yang sama-sama tidak utuh, yaitu surat ke-4 (an-Nisaa) dimulai dari ayat 148, dan surat ke-5 (al-Maidah) 82 ayat (ayat 1 hingga 82). Dengan demikian, juz ini tidak dimulai dari awal surat, juga tidak berakhir pada akhir surat. Berikut daftar nama surat pada juz 6.

1.    4 An-Nisaa   (29 Ayat)   148–176    Perempuan

2.    5 Al-Maidah (82 Ayat)      1 – 82     Hidangan

Jumlah ayat       ( 111 Ayat )

Juz ini hanya berisi 111 ayat, suatu jumlah yang paling sedikit di antara juz-juz yang ada dalam al-Quran. Juz yang jumlah ayatnya hanya 111 ada dua, yaitu juz 2 dan juz 6. Juz ini juga hanya berisi 14 tanda ’ain, paling sedikit diantara juz-juz yang ada dalam al-Quran. Juz yang hanya memiliki 14 tanda ’ain hanya ada dua, yaitu juz 4 dan juz 6.

2. Karakter Juz 6

Juz 6 sandi tentang sebuah sistem atau struktur. Sistem sebuah kesatuan di mana terdapat bagian-bagian (sub-sistem) yang saling terkait dan saling pengaruh satu sama lain. Sebuah sistem menjalankan fungsi input (proses atau mekanisme pencernaan atau pengolahan) dan fungsi output (hasil dari proses pengolahan). Penjumlahan atau kesatuan dari berbagai sub-sistem yang saling pengaruh, yang disebut dengan istilah ”sistem”, bukan hanya merupakan  paradigma atau cara pandang manusia ”moderen” dalam memahami realitas, tetapi realitas itu sendiri, baik natural, kultural maupun manusiawi, dalam dirinya juga menampakkan sifatnya yang ”sistematik” atau struktural.

Juz 6 berisi surat an-Nisaa dan al-Maidah. An-Nisaa (wanita yang memasak dan mengolah) gambaran tentang fungsi input, sedangkan al-Maidah (sajian) gambaran tentang fungsi output. Dalam suatu sistem kosmik, satu variabel dengan variabel (sub-sistem) lain nya dihubungkan oleh mekanisme kausalitas (sebab-akibat). Dalam tubuh manusia, juga terdapat susunan sel yang mencerminkan suatu sistem. Masing-masing unsur atau sub-struktur tubuh dihubungkan oleh jaringan syaraf. Dengan kata lain, sebab-akibat dalam sistem atau jaringan tubuh syaraf. Oleh karena itu, kata kunci untuk memahami karakter juz 6 ialah abjad atau huruf ke-6 ( ) yang berarti.

Hukum, Sendi, Syaraf, atau Kausalitas (sunnatullah)

Surat an-Nisaa, gambaran tentang seorang wanita, atau ibu rumah tangga. Salah satu fungsi wanita mereproduksi, memasak (mengolah) dan memelihara anak-anak. Sedangkan surat al-Maidah, gambaran tentang sebuah hidangan, makanan atau sajian. Seorang an-Nisaa (wanita) di samping memiliki fungsi memasak, mengolah,dan memelihara, juga mampu menghidangkan apa yang dia olah.

Juz 6 gambaran seorang wanita sejati, yang di samping mampu memasak, mengolah dan memelihara (an-Nisaa), juga mampu menghidangkan apa yang ia olah dengan baik (al-Maidah). Seorang juz 6, biarpun ia seorang lelaki, pada umumnya juga pandai memasak dan mengolah makanan, apalagi jika ia seorang perempuan.

Dari segi intelektual, seorang juz 6 memiliki kemampuan untuk mencerna permasalahan dengan baik. Ia juga mampu mengolah atau mengkait-kaitkan berbagai masalah (fungsi an-Nisaa) ke dalam suatu bentuk pemikiran (sajian) yang sistematik dan menarik (fungsi al-Maidah).

Karena juz 6 merupakan gambaran sebuah sistem, yang mengandaikan adanya hubungan ”saling pengaruh” antara berbagai variabel sub-sistem, maka seorang juz 6 juga pada umumnya sangat pandai untuk berpikir secara sistematik. Ia sangat lincah untuk membuat suatu kerangka logika yang dapat menghubungkan antara satu masalah dengan masalah lain. Dialah orang yang berbakat sebagai seorang ”assembler”, dalam bidang apapun. Jika ia seorang wanita, maka sangat mungkin apabila ia mampu merangkai bunga sehingga tampak menarik.

Huruf cetak-tebal pada ayat awal juz 6 ( Layuhibbullah ). Dari semua cetak-tebal huruf pada awal ayat setiap juz, hanya juz 6 dan juz 28 yang terdapat kata ( Allah ). Cetak-tebal pada ayat awal juz 28 ( Qadsamiallah ). Juz 6 memiliki kesamaan dengan juz 28, terutama da lam hal memanage waktu. Seorang juz 6, sebagaimana seorang juz 28, kadang merasa dirinya dikejar waktu. Namun demikian, apa yang ia pikirkan cenderung pada upaya memanaj permasalahan secara tertib dan teratur. Huruf ( Ha ) sandi tentang manajemen.

Untuk berpikir secara esensial dan mendasar, seorang juz 6 ahlinya. Atau setidaknya ia memiliki kemampuan dalam mengambil inti permasalahan dalam setiap topik pembicaraan. Dan kecenderungan empirismenya yang sangat tinggi. Huruf ( Ba ) pada cetak-tebal ”ditasydid” (dobel), yang menandakan kecenderungan ”kasat-mata” atau empirismenya sangat tinggi. Tuntutan bagi seorang juz 6, dalam menerima atau mempertimbangkan suatu permasalahan ialah fakta atau bukti empiris. Apabila tuntutan empirisme atau objektivitas terpenuhi, barulah ia dapat mempercayai. Huruf ( Ha ) pada cetak-tebal juga ”dikasrah” atau dikristalkan. Huruf ( Ha ) huruf ke-6, yang merupakan sandi tentang hukum, sendi, syaraf, sebab-akibat (kausalitas), atau juga ”sunnatullah”. Seorang juz 6 juga sangat jeli dalam melihat kaitan-kaitan sebuah peristiwa.

Bisa jadi, huruf tersebut juga membuat dirinya enjadi sangat normatif dan formalistik dalam memandang masalah. Artinya, setiap masalah akan dilihat pada konteksnya dengan konvensi, dan aturan main yang berjalan secara obyektif dalam masyarakat. Huruf ( Allah ) dalam cetak tebal, membuat ia sering mengandalkan faktor-X. Bisa juga bahwa seorang juz 6 pada dasarnya memiliki kecenderungan mistis, meskipun pada saatnya ia berada pada posisi yang sangat empiristik dan positivis. Ia memiliki kecenderungan intuitif untuk menerima penjelasan yang sifatnya mistis. Dengan kata lain, ia tidak terlalu berkeberatan untuk menerima penjelasan yang sifatnya mistis.

Huruf atau abjad ke-6 ( Ha ). Abjad tersebut, apabila dikaitkan dengan tubuh manusia,merupakan sandi atau simbol dari syaraf atau sendi. Dan apabila dikaitkan dengan struktur alam semesta, abjad tersebut merupakan sandi tentang hukum sebab-akibat, kausalitas atau sunnatullah. Di balik kenampakkan material alam semesta, yang terbentang di hadapan kita, terdapat suatu mekanisme atau aturan dan hukum yang sangat rasional, yang disebut sebagai ”kausalitas” (sunnatullah) yang menyebabkan terjadinya rentetan peristiwa.

Dibalik kenampakkan luarnya yang bersifat materiil dari tubuh manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain

__________________________________________________________________________________________________

Juz 5

Juz 5 (Feminin dan Suka Mengungkit)

Sebelum kita mengurai karakter berdasarkan struktur yang ada ada Juz 5, sebaiknya kita merujuk terlebih dahulu kepada urutan surah Al-Qur’an yang kelima yaitu Al-Maidah yang berarti hidangan, hal ini berarti orang yang membawa karakter juz 5 mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.

Dia bisa menjadi seseorang yang dapat mengerti dan menyelami kebutuhan orang lain. Kelebihan inilah yang kadang kala dapat membuat orang lain tergantung akan keberadaannya. Sikapnya yang lemah-lembut dan penuh pengertian, tidak jarang membuat orang lain salah menilai.

Juz 5 terdiri dari satu surah saja yaitu surah An-Nisaa’. An-Nisaa’ yang terdpat dalam juz 5 adalah 124 ayat (dari ayat 24 sampai ayat ke 147), hal ini merupakan indikasi bahwa orang yang berjuz 5 mempunyai keistimewaan atau kelebihan dari juz-juz yang lainnya dari sisi penempatan struktur ayat perjuznya yang begitu sangat akurat sehingga mustahil tidak ada pesan keilmuan.

Yang menarik lagi adalah kemiripan Juz 5 dengan Juz 2 dimana ayat-ayat yang berada di dalamnya sama-sama pecahan salah satu 7 surah dalam Al-Qur’an yang panjang (As-Sab’ut Thiwal) yaitu surah Al-Baqarah untuk Juz 2 dan surah An-Nisa untuk Juz 5.makna yang bisa digali dari struktur ayat berdasar surah untuk menguraikan karakter dari orang yang berjuz 5 adalah karena Juz 5 terdiri dari satu surah sekalipun tidak penuh yaitu surah An-Nisa. Artinya, ia adalah sosok perempuan sejati kalau berjenis kelamin permempuan, kalau ia laki-laki maka a bersikap seperti perempuan tetapi bukan berarti seperti banci. Tapi lebih kepada cara berpikir dan  dalam menyikapi sebuah persoalan, berpenampilan halus dan lemah lembut serta berperasaan sensitif.

Penekanan makna pribadi perempuan disini lebih kepada fungsi perempuan sebagai pendamping laki-laki, karena ia tidak punya alternatif yang lain karena terdiri dari satu surah. Hal ini berdasarkan kepada hanya satu surah saja (murni) yang mengisi Juz 5 yaitu An-Nisaa’.

Lain halnya dengan Juz sebelumnya yaitu Juz 4 yang merupakan kombinasi antara surah Ali Imran (keluarga Imran, yang merupakan simbol dari kemandiria dan ketegaran) dengan An-Nisaa’ (wanita) atau Juz setelahnya yaitu An-Nisaa’ dan Al Maidah (hidangan, yaitu simbol pelayanan yang sempurna)

Berdasarkan Kata Awal Juz

Perlu diketahui bahwa kajian Format dan Struktur Al-Wur’an mengacu pada mushaf Al-Qur’an format 18 baris setiap lembarnya dan 16 halaman setiap juznya. Salah satu alasannya adalah karena salah satu yang membedakan mushaf format 18 baris dengan format yang lainnya adalah perbedaan kata yang mengawali Juz-juznya yang implikasinya jumlah ayat yang terdapat didalamnya juga berbeda-beda.

Kalau kita buka halaman pertama dari juz 5, maka yang akan tampak pertama kali adalah tulisan yang tercetak tebal yaitu Walmuhsanatu, kalau kita uraikan satu per satu dari kata tersebut adalah sebagai berikut:

Wawu, yang merupakan huruf ke-26, sedangkan ‘ain ke-26 berarti modal, potensi, dan waktu. Hal ini merupakan cerminan bahwa orang yang berjuz 5 sangat disiplin dalam soal waktu (dengan penempatan huruf wawu di depan). Terhadap modal atau materi , ia dapat mengaturnya dengan baik, sehingga kadang-kadang terlalu perhitungan sehingga terkesan pelit.

Huruf ini terpisah dengan rangkaian huruf yang lain, artinya ia bisa menjadi orang yang sangat percaya diri jika memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Sebaliknya, jika ia tidak merasa memiliki kemampuan atau modal yang ada pada dirinya, ia akan menjadi seorang yang pesimis. Mudah tergantung dengan orang lain. Ia akan menjadi seorang yang rentan sekali psikisnya.

Alif Lam, yaitu huruf ke-31, yang bermakna Faktor X. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berjuz 5 adalah kelihaian mengolah potensi atau modal yang ada dalam dirinya, maka faktor X atau hal-hal yang tidak terduga bisa diantisipasi dengan mudah.

Mim, huruf ke-24 yang berarti mata rantai, kaitan. Ini berarti tipologi orang yang berjuz 5 akan selalu menghubung-hubungkan maslalah yang ia hadapi bisa runtut sehingga bisa ditemukan jalan keluar yang tepat. Jeleknya, kadang ia akan mengaitkan masalah yang sudah lampau diangkat lagi ke permukaan. Dengan kata lain, ia akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah dikubur seseorang.

Ha, yaitu huruf yang ke-6 yang bermakna sendi, syaraf dan hukum. Sifat sifat yang sering tampak pada orang yang berjuz 5 adalah ia cenderung normatif dan kadang-kadang suka mengatur orang lain.

Shad, berarti rencana atau langkah awal. Hal ini sejalan dengan huruf-huruf sebelumnya dimana orang yang berjuz 5 dalam memulai sesuatu kadang-kadang yang pertama kali dipikirkannya adalah modal, sehingga tanpa modal ia cenderung untuk malas memulainya. Selain itu ia juga tipe orang yang banyak rencana atau gagasan, tapi pada tingkat aplikasi ia lemah. Dari kelihaian mengatur segala hal dimana salah satu fungsi manajemen adalah Planning (membuat perencanaan).

Nun, berarti lingkungan. Artinya orang yang berjuz 5 memiliki kepedulian sosial dan agak sensitif dan jeli dalam mengamati orang lain yang berada disekelilingnya sekalipun untuk hal-hal yang sifatnya sepele.

Ta, yaitu huruf yang ke-3 yang memiliki arti THT. Hal ini bermakna bahwa orang yang berjuz 5 memiliki kapasitas untuk berbicara dan mempengaruhi orang lain melalui gagasan yang diutarakannya. Rangkaian huruf-huruf tersebut memiliki satu kesatuan. Artinya, orang juz 5 memiliki keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Menjelaskan segala rencana dan korelasinya. Ia pun siap dengan faktor tak terduga yang mungkin timbul. Kelemahannya, kadang kala ucapannya “berbuntut”. Hal ini seringkali menimbulkan pertanyaan bagi lawan bicaranya.

Orang yuang berjuz 5 memiliki kelebihan untuk bisa mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dipikirannya. Dengan kata lain dia tipe  orang yang presentatif, karena seringkali ada juga orang yang agak sulit bahkan susah untuk mengemukakan idenya secara verbal. Ide yang dia kemukakan sudah memiliki kerangka yang akan dia bangun. Meski orang berjuz 5 seka mengungkit-ungkit masa lalu, namun penuh pertimbangan dalam berbicara. Pertimbangan ini dipengaruhi oleh lingkungan yang dia tempati atau seseorang tersebut dekat atau tidak dengannya.

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 5 seringkali mengalami hambatan pada tingkat realisasi gagasan atau idenya. Dia juga tipe orang yang agak “njlimet” ketika mengamati sesuatu sebelum dia mengerjakannya. Sepintas orang akan berpikir kalau dia “telmi” alias telat mikir. Disinilah kelemahan yang lain orang juz 5. karena mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi, maka ia terkesan lamban merespon pengamatannya.

Dia adalah tipe orang susah untuk berkata bohong, apa yang ia ungkapkan memang benar tulus. Dia juga tipe orang yang tidak suka basa-basi sehingga orang melihatnya terlalu kaku, formal, dan normatif. Jika dia tidak suka atau suka dengan seseorang atau suatu keadaan, tanpa ragu dia akan mengungkapkan hal tersebut. Orang yang tidak mengenalnya pasti menilai bahwa orang berjuz 5 arogan.

Bisa dibilang, inilah salah satu juz yang paling rumt dan pelik dalam menyusun kerangka. Ia benar-benar mempertimbangkan pemasukan dan pengeluaran yang dihasilkan dari sebuah kerangka. Bisa pembaca bayangkan betapa “njlimet” cara ia menyusun kerangka. Saking rumitnya, sehingga berkesan tidak praktis.

Sudah dijelaskan pada sebelumnya bahwa orang yang berkarakter Juz 5 dalam mengerjakan sesuatu biasanya agak lambat dan telaten. Hal ini dikarenakan melibatkan unsur hati, alon-alon asala kelakon (biar lambat asal selesai dengan baik). Semua itu dilakukan karena target yang hendak dicapai. Hal lain, ia termasuk orang yang “moody”. Artinya dia akan mengerjakan sesuatu yang disenangi jika suasana hatinya sedang bagus. Jangan harap seorang juz 5 akan menghasilkan karya yang bagus jika hatinya sedang gundah.

Berdasar Halaman Al-Qur’an

Taktis

Jumlah ayat yang terdapat dari halaman 1 samapi 6 adalah 48 ayat. Surah ke-48 adalah Al-Fath (kemenangan). Hal ini berarti orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung untuk ingin menang sendiri atau paling tidak dengan karakter yang ia punya misalnya lemah lembut, perayu dan lain-lain digunakan untuk mencapai tujuannya (memperoleh kemenangan), maka berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang yang membawa karakter Juz 5.

Negatif dan Positif

Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 adalah 50. Surah Al-Qur’an yang ke-50 adalah Qaaf (berpikir). Berdasarkan urutan hijaiyyah, Qaaf adalah huruf ke-21. sedangkan ‘ain ke-21 diartikan sebagai simbol berpikir. Artinya dia mempunyai kegemaran berpikir. Parahnya masalah-masalah yang tidak perlu dipikirkan secara mendalam pun tidak luput dari “kegemarannya” berpikir, sehingga dalam mengambil keputusan sering terlambat. Tidak jarang, sering tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan.

Jalan Keluar

Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 berjumlah total 18 ayat. Mari kita rujuk kembali ke dalam urutan surah dalam Al-Qur’an, maka surah yang ke-18 adalah surah Al-Kahfi (gua). Seperti dijelaskan pada sisi Negatif dan Positif dimana orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung terlambat dalam membuat policy (kebijakan) dan mengambil keputusan sehingga bisa dikatakan dalam mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi terlalu berbelit-belit  layaknya sebuah gua yang mempunyai banyak lorong-lorong. Sisi lain, jika seorang berjuz 5 mengalami maslah ia akan mengurung diri atau menjauh dari keramaian. Kemudian merenungi apa yang telah terjadi dan apa yang akan ia lakukan kemudian. Karakter ini mirip dengan orang berjuz 18, 15 dan 16.

Dasar

Jumlah ayat yang terdapat di halaman 16adalah 8, urutan surah Al-Qur’an yang ke-8 adalah Al-Anfal (harta rampasan perang), yang berarti orang yang membawa karakter Juz 5 tergolong gigih dan pantang menyerah dalam meraih sesuatu artinya dia tidak akan berhenti berusaha sampai yang diharapkan tercapai. Kalau tidak hati-hati membawa diri, di abisa menjadi seorang yang “matre” atau akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi, hal ini adalah kecenderungan. Bukan berarti dia akan berbuat demikian untuk mencapai tujuannya.

>denga �bh`9�?4merupakan sandi atau simbol dari syaraf atau sendi. Dan apabila dikaitkan dengan struktur alam semesta, abjad tersebut merupakan sandi tentang hukum sebab-akibat, kausalitas atau sunnatullah. Di balik kenampakkan material alam semesta, yang terbentang di hadapan kita, terdapat suatu mekanisme atau aturan dan hukum yang sangat rasional, yang disebut sebagai ”kausalitas” (sunnatullah) yang menyebabkan terjadinya rentetan peristiwa.

Dibalik kenampakkan luarnya yang bersifat materiil dari tubuh manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain

__________________________________________________________________________________________________

Juz 4

Juz 4 (Realistis dan Perayu)

Juz 4 terdiri dari dua surah yaitu Ali Imran dan An-Nisaa’. Kalau kita kaji karakter orang yang berjuz 4 dari surah yang terkandung di dalamnya, orang yang berjuz 4 mempunyai rasa solidaritas dan kekeluargaan yang sangat tinggi sesuai dengan nama salah satu surahnya yaitu surah Ali Imran (Keluarga Imran).

Keluarga Imran adalah keluarga pilihan yang menurunkan Nabi Isa as., bisa jadi ini adalah indikasi bahwa orang yang berjuz 4 mempunyai kecenderungan untuk selalu melihat orang dari sisi lingkungannya (keluarganya) dan sangat menjunjung tinggi kesucian dan kehormatan (dilihat dari anak perempuan Imran yaitu Siti Maryam yang dengan kekuasaan Allah SWT. bisa mengandung dan melahirkan Nabi Isa as. tapi tanpa terjamah oleh laki-laki sebelumnya).

Hal lain yang bisa diuraikan dari surah ini adalah jumlah ayatnya terpecah atau terbagi dalam Juz 4 yaitu 109, angka ini kemudian kita konversikan menjadi urutan surah AL-Qur’an. Surah AL-Qur’an ke-109 adalah surah AL-Kafirun (orang-orang kafir), hal ini juga bisa berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat pandai menyembunyikan sesuatu dan cenderung tertutup sesuai dengan arti Kufr (menutup, menanam). Baik itu kekurangan yang ada pada dirinya ataupun masalah dalam keluarganya. Dia tidak mudah untuk membicarakan masalah keluarga kepada orang lain, sekalipun itu teman dekat atau saudara. Dia akan lebih enak jika berbicara atau bercerita masalah keluarga kepada seorang yang tidak dikenal sebelumnya. Misalnya, konsultan.

Sedangkan kalau dilihat dari jumlah ayat dari surah-surah yang ada di dalam Al-Qur’an adalah surah yang ayatnya berjumlah 109 adalah Surah Yunus (Nabi Yunus) yang kita persepsikan dengan air, laut, yang bisa berarti bahwa orang berjuz 4 suka terbawa oleh arus atau lingkungan dimana ia berada, sebagaimana air laut yang mudah terombang-ambingkan oleh angin, hal inilah yang harus diwaspadai olehnya.

Surah yang lain yang dipunyai oleh Juz 4 adalah Surah An-Nisaa’ (perempuan). Jika dia wanita maka dia bisa menjadi wanita yang ideal bagi laki-laki, lemah-lembut, sensitif, dan sifat-sifat yang lain identik dengan wanita.

Kalau dia berjenis kelamin laki-laki maka karakter yang akan muncul adalah ada beberapa sifat wanita yang menempel pada dirinya entah itu lemah baik dari segi fisik maupun non fisik ataupun sifat yang lainnya. Gaya bicaranya bak wanita. Jumlah ayat dari surah An-Nisaa’ yang ada di juz 4 berjumlah 23 ayat, urutan surah Al-Qur’an yang ke-23 adalah Al-Mu’minuun (orang-orang beriman), hal ini juga bisa berarti orang yang berjuz 4 memiliki nilai spritual yang tinggi, dan cenderung untuk mudah percaya pada orang lain. Untuk jumlah ayat tidak adasurah AL-Qur’an yang utuh maupun yang terpecah oleh juz yang berjumlah 23 jadi tidak kita uraikan.

Kelemahan terletak pada ketergantungannya terhadap lawan jenis. Jika ia seorang wanita ia akan sangat membutuhkan sosok pendamping pria, entah itu hanya sekadar teman atau pasangan hidupnya. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Jika nomor juz ini (empat) dikorelasikan dengan tanda ‘ain, maka ‘ain keempat memiliki arti tulang atau rangka. Artinya, seorang yang berjuz 4 mempunyai kelebihan dari segi fisik. Kalau kita jabarkan lebih jauh, ‘ain empat ini merupakan gambaran dari sifat tegar dan mandiri yang dimiliki orang juz empat. Bisa dikatakan dalam mengerjakan sesuatu, ia akan berpegang pada “konstruksi” yang ada. Dengan kata lain ia bisa menjadi seseorang yang tekstual dan konstekstual dalam menjalankan pekerjaan.

Tulang atau rangka juga bisa merupakan simbol dari gerak. Dimana orang yang berjuz 4 akan bergerak apabila hati dan pikirannya bertemu, atau dalam keadaan “mood”, jika tidak ia akan berubah menjadi orang yang termalas untuk melakukan segala sesuatu. Bedanya dengan juz 3, ia akan malas juga untuk berbicara.

Berdasarkan Kata yang Tercetak Tebal pada Awal Juz

Adapun kata yang tercetak tebal pada Juz 4 adalah kata ﻝﻦﺕﻦﻞﻭﺍ yang akan kita uraikan sebagai deteksi terhadap karakter orang yang berjuz 4 yaitu sebagai berikut:

Menarik untuk dikaji adalah hubungan antara lam dengan nun yang disambung.       Lam adalah huruf ke-23. Sedangkan ‘ain ke-23, artinya manusia. Hal ini dapat diartikan bahwa orang berjuz 4 dapat mengembangkan potensi yang dimiliki bila dia berada dalam sebuah lingkungan. Dia kurang bisa tinggal dalam kesendirian.

Nun (‘ain ke 25, lingkungan) yang berarti orang yang berjuz 4 mempunyai kecenderungan untuk selalu melihat orang dari sisi lingkungannya atau latar belakangnya dan selain itu ia juga sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat ia berada.

Ta (‘ain ke-3, T.H.T). Seperti juga kita sudah uraikan, bahwa pemaknaan setiap huruf bukan merupakan satu kesatuan yang terpisah. Melainkan satu kesatuan bahasa atau rangkaian karakter. Satu huruf dapat menjelaskan huruf yang lainnya. Kebiasaan buruk dari juz 4 adalah selalu mengedepankan bicara jika tuntutan pada lingkungan dimana ia tinggal diabaikan. Bahayanya, ia bisa menjadi seorang “perumpi” sejati. Khususnya wanita. Apabila dia mampu mengoptimalkan “THTnya”, ia mempunyai respon yang baik dalam menyaring informasi yang sampai kepadanya.

Nun (‘ain ke-25, lingkungan). Huruf ini tersebut dua kali. Hal ini menegaskan tentang pentingnya sebuah lingkungan bagi orang berjuz 4. jadi untuk memasung kreativitas orang berjuz 4 sangatlah mudah. Asingkan dia, meskipun di tempat pengasingan tersebut dipenuhi dengan segala fasilitas, ia tidak akan bisa tinggal lama di tempat tersebut.

Lam (‘ain ke-23, manusia). Lagi-lagi juz 4 memiliki keistimewaan dengan dua huruf yang tersebut dua kali awal Juz yang keduanya merupakan penegasan dan saling memperkuat (dominan) antar satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, orang juz 4 juga bisa memanjakan dan mengerti kemauan pasangannya.

Wawu (‘ain ke-26, modal, potensi atau putaran waktu), bagi Juz 4 setiap akan melakukan sesuatu yang mungkin pertama terpikirkan olehnya adalah modal, sehingga tanpa modal ia akan merasa kurang percaya diri. Modal ini bukan saja berupa materi namun bisa kemampuan dan ilmu yang dimiliki.

Pada suatu saat seorang juz 4 menampakkan sikap manja dan mempunyai perasaan ketergantungan terhadap orang lain. Namun di saat yang lain ia bisa sangat tegar dan mandiri.

Memang sekilas terlihat kontradiktif, saat sifatnya yang tegar dan mandiri muncul maka egoisme dan sifat keras kepalanya juga muncul. Sebaliknya, jika sifat manjanya yang muncul maka ia bisa menjadi sangat lemah dan tergantung pada orang lain.

Sikap mandiri ini akan muncul jika ia dapat memenuhi huruf-huruf sebelumnya. Artinya, arti dari huruf-hururf yang sudah kita bahas di atas sesuai dengan harapannya. Jika tidak terpenuhi ia akan menjadi seorang pengikut yang setia, yang hanya bekerja jika ada perintah.

Dia tipe orang tidak mudah begitu saja menerima informasi yang belum jelas. Dia akan mencerna dan berpikir dulu, dan tidak menanggapinya dengan terlalu terburu-buru. Cara berpikirnya sangat bijak, ia tidak akan memberi statement apappun sebelum semuanya jelas olehnya. Dia bisa menjadi orang yang sangat realistis. Seperti yang sudah dijelaskan.

Negatifnya, ia akan berbuat seenak perutnya jika ada yang mengganjal dipikirannya, atau apa yang ia pikirkan tidak sesuai dengn kenyataannya. Secara fisik, jika pikirannya terbebani oleh suatu masalah yang mengakibatkan stres, reaksi fisik pertama yang akan ia rasakan adalah perut.

Orang yang berjuz 4 selalu cenderung sensitif dalam arti tidak “tegaan”, memiliki rasa, dan kepekaan sosial yang lumayan tinggi. Disinilah jiwa kewanitaannya berperan, meski ia seorang laki-laki. Secara fisik, apa yang ia lihat akan berpengaruh pada jantungnya. Melihat kejadian yang lur biasa menurutnya, otomatis jantungnya akan berdegup kencang. Oleh karenanya, bisa dikategorikan ia rentan terhadap serangan jantung.

Serngkali ungkapan yang diutarakan oleh orang berjuz 4 memang benar-benar keluar dari hati nuraninya, dia ingin berniat baik, tapi seringkali orang lain tidak memahami dan mengerti terhadapnya, mungkin disebabkan oleh cara menyampaikan ide-idenya yang terlalu menggebu-gebu sehingga seringkali ditangkap oleh orang lain sebagai sebuah ambisi.

Disinilah para pria atau wanita harus berhati-hati. Dia bisa menjadi seorang perayu yang handal. Apalagi bila keadaan lawan jenisnya tersebut dalam kondisi yang labil. Kemampuan lainnya adalah menyelami perasaan dan emosi lawan jenisnya sampai titik yang paling dalam.

Dengan bicaranya, dia mampu membangkitkan sekaligus menghanyutkan perasaan lawannya. Dengan bicaranya dia mampu membangkitkan “gairah” sekaligus memberikan motivasi. Negatifnya, dia bisa berubah menjadi seseorang yang “jutek”. Sedikit bicara namun langsung menusuk perasaan dan emosi seseorang.

Lagi-lagi memang orang yang berjuz 4 selalu cenderung memandang sesuatu dari kaca mata hati nurani sebagai pijakan dasarnya sehingga nilai objektivitasnya tidak dominan dan lebih cenderung subjektif.

Orang yuang berjuz 4 dalam melakukan pekerjaannya selalu akan mengikuti rencana yang telah dibuat dan tidak punya kecenderungan untuk melakukan lebih dari apa yang telah direncanakan, bisa jadi ia adalah tipe orang yang sangat normatif yang selalu mengikuti sisdur (sistem dan prosedur).

Berdasarkan Halaman

Taktis

Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai halaman 6 berjumlah 59, surah ke-59 yaitu surah Al-Hasyr (pengusiran), ini berarti cara berpikir orang yang berjuz 4 cenderung keras dan seakan-akan ia tidak mau tahu dan masa bodoh terhadap pikiran orang lain.

Positif dan Negatif

Jumlah ayat dari halam 7 sampai halaman 13 adalah 55 ayat. Maka surah ke-55 adalah Ar-Rahman (Yang Maha Bijaksana), hal ini berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan. Arti lain dari Ar-Rahman adalah kasih-sayang. Dengan kata lain, dia pandai menebar kasih sayang dan bisa bersikap sangat romantis. Namun, sikap dan asih sayang diberikan kadang kala sering disalah artikan dan tentu hal itu akan menimbulkan permasalahan baru baginya.

Jalan Keluar

Jumlah ayat terkandung di halaman 14 dan 15 berjumlah 12 ayat. Surah AL-Qur’an yang ke 12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf), yang berarti ia akan selalu mengambil jalan tengah dalam memecahkan masalah sehingga dicapai “win-win solution”. Selain itu juga ia pandai berpolitik dan trik-trik cerdas dalam mencari solusi. Nabi Yusuf merupakan simbolisasi dari udara. Untuk bisa keluar dari permasalahan yang ia hadapi, ia harus bisa membentuk dirinya seperti keadaan yang berpengaruh saat itu.

Dasar

Halaman 16 berjumlah 6 ayat. Surah yang ke-6 adalah Al-An’am (binatang ternak), artinya pada dasarnya orang yang berjuz 4 tidak bisa mandiri, ia akan selalu tergantung pada orang lain dan cenderung memerlukan pendamping atau teman walaupun untuk sekadar mendengar curhatnya. Inipun sama dengan yang sudah kita terangkan atas.

� �tl`9�?4si-language:EN-CA’> manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain

__________________________________________________________________________________________________

Juz 3

Juz 3 (Pandai Berargumen, Bijak Mengambil Keputusan)

Pada juz 3 terdapat dua surah yakni Al-Baqarah dari ayat 253 sampai dengan ayat 286 (34 ayat) dan Ali Imran dari ayat 1 sampai dengan ayat 91. total ayat dari juz 3 adalah 125 ayat. Sedangkan total tanda ‘ain atau tanda ruku’ adalah 17.

‘ain 3 memiliki makna THT. Bisa dikatakan ia adalah orang yang paling cerewet dan mudah sekali angkat berbicara. İa juga paling suka mengomentari sesuatu. Memerintah kepada siapa saja bukan suatu hal yang tabu baginya, meski dengan orang yang baru dia kenal sekalipun. Dengan kata lain, jika ‘ain 3 lebih dominan, ia akan menjadi orang yang sangat pemalas. Akan tetapi menjadi kepuasan baginya jika ia bisa “ngoceh” sebanyak yang ia mau. Akibatnya, ia tidak bisa menjadi pendengar yang baik.

Tak jauh berbeda dengan juz 1 dan 2 yang mempunyai surah yang sama, kecenderungannya juga akan memiliki karakter yang sama. Namun yang membedakan adalah jumlah ayat pada surah tersebutt. Orang juz 3, bisa menjadi seorang pekerja keras. Akan tetapi bukan mengandalkan pemikiran (juz 1) atau pengamatannya (juz 2), namun lebih kepada “mulutnya”. İa akan menjadi seorang yang kritis dalam menilai sesuatu. Lincah sekali mencari celah atau kelemahan orang lain, melalui apa yang mereka bicarakan. Hal ini disebabkan karena jumlah ayat pada surah Al-Baqarah pada juz 3 adalah 34 ayat.

Surah ke-34 adalah Sabaa artinya Kaum Pencari. Oleh karena itu ia pandai sekali mencari celah atau kelemahan dari gaya bicara atau tutur kata seseorang. İa cukup jeli sekali menilai apakah seseorang itu berbicara jujur atau tidak.

Sedangkan surah Al Imran berjumlah 91 ayat. Surah ke-91 adalah Asy-Syams artinya Matahari. Jika Ali Imran yang paling mendominasi dalam diri seorang juz 3, ia bisa sangat dibutuhkan banyak orang. Bila ia sudah berkeluarga, ia akan  menjadi orang yang sangat bertanggung jawab dan melindungi serta mengayomi keluarga.

Seperti kita tahu bahwa matahari, tidak akan tampak sinarnya bila terhalang mendung atau pada malam hari. İa orang yang gemar “berkelana” sesuka hatinya. Jika ia di belenggu aktivitas dan pemikirannya, disinilah mendung atau datangnya malam hari berperan. İa akan kehilangan sinarnya. İa akan menjadi orang yang sangat lemah tanpa daya.

Karakter Berdasarkan Kata Awal Juz 3

Kata awal juz 3 adalah ﺕﻝﻚﺍﻝﺮﺲﻞ. Akan kita jabarkan satu per satu dari huruf-huruf tersebut.

Huruf ﺕ (Ta), merupakan huruf ke-3. ‘Ain 3 memiliki arti THT. Seperti sudah dijabarkan di atas, bahwa orang juz 3 lebih bisa mengedepankan bicara terlebih dahulu ketimbang bekerja. İa bisa menjadi orang yang tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan pendapatnya.

Huruf ﻝ (Lam), merupakan huruf ke-23. ‘Ain 23 memiliki asti Manusia (bayi). Umumnya bayi akan menyampaikan keinginan apa adanya. Agak cengeng dan tidak bisa jauh dari orang tua atau paling tidak dia tidakbisa jauh dengan orang orang yang dianggapnya bisa melindungi dirinya.

Huruf ﻚ (Kaaf), merupakan huruf ke-22. ‘Ain 22 bermakna target. Ketiga huruf (ﺕﻝﻚ) tersebut terangkai dalam sebuah sambungan. Kalau bisa disimpulkan, karakter dari juz 3 berdasarkan rangkaian ke-3 huruf tersebut adalah layaknya seorang anak kecil yang meminta sesuatu, setiap yang diinginkan haruslah dituruti. Kalau tidak diturutin ia akan “ngambek” sampai keinginannya dituruti.

Huruf ﺍﻝ (Alif Lam), yang merupakan huruf ke-31. ‘Ain 31 memiliki makna Faktor X. Terjadi hal-hal tersebut di atas, dia sudah dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya.

Huruf ﺮ (Ra’), merupakan huruf ke-10. ‘Ain 10 memiliki akna Perut atau Pencernaan. Secara fisik, jika ia salah mengantisipasi faktor x yang tidak terprediksi sebelumnya, bisa-bsa ia akan bolak-balik kamar mandi untuk buang air. Secara psikis, ia akan bertindak seenak “perutnya” sendiri.

Huruf ﺲ (Siin), merupakan huruf ke-12. ‘Ain 12 memiliki makna Nafsu, Motivasi dan Ambisi. Namun, jika faktor tersebut masuk dalam daftarnya , maka dia akan menjadi orang yang sangat ambisius dan lebih termotivasi guna mencapai tujuannya. Sebaliknya, jika faktor tersebut di luar jangkauannya, disamping bertindak seenak perutnya dia menjadi mudah terpancing emosinya.

Apa yang dpikirkan olehnya, dia ingin cepat-cepat menangani. Namun dalam menangani dia pandai sekali menentukan maslah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Jika ia sudah mengenali lebih mendalam tentang masalah atau lingkungan yang sedang dihadapi, disinilah kadang kala kebimbangan mulai mengganggu pikirannya. Kebimbangannya timbul disebabkan oleh perbedaan aturan yang dimiliki dengan aturan yang berlaku pada lingkungan tersebut.

Bisa dikatakan dia bisa menjadi seorang yang bijak dalammengambil keputusan. Dia akan membuat kerangka yang jelas dalam suatu masalah yang diamati. Dikatakan cukup bijak mengambil kerputusan karena dia mampu melihat faktor penyebab terjadinya sebuah masalah. Dia runut dalam memisahkan mana masalah yang harus diselesaikan segera dan mana yang masih bisa diselesaikan kemudian. Dan dia memiliki kerangka yang cukup untuk itu.

Orang ber juz 3 cukup argumentatif. Dia memang banyak bicara dan berkomentar, namu komentar tersebut seringkali berdasar. Dirinya merasa cukup mengenal medan yang akan atau sedang dihadapi. Namun tidak jarang juga orang harus nurut omongan dia bahkan kadang memaksa seseorang untuk mengikuti aturannya. Terlepas dari itu dia juga konsisten terhadap analisis dan kemudian menerapkannya.

Melihat aspek hukum atau dali-dalil dalam menyikapi sebab dan akibat dari sebuah masalah, sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan hukum. Dia akan berpikir dua kali jika masalah tersebut bersinggungan dengan hukum. Jadi jangan harap kita dapat melakukan sesuatu pekerjaan yang nyerempet hukum meski cuma sedikit. Baik itu hukum yang sifatnya perdata atau pun pidana. İtulah yang menyebabkan juz ini sangatlah jarang kita kenal.

Dalam menangani sesuatu, disamping dari pengematannya juga dari pusat minatnya. Dia paling enggan menjalankan sesuatu yang tidak menarik baginya. Yang terjadi, dia akan memerintahkan seseorang untuk mengerjakan apa yang tidak diminatinya. Sesuatu yang menjadi keinginannnya harus tercapai. Bisa-bisa hanya itu saja yang ada dalam pikirannya.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis

Dari halaman 1 sampai dengan halaman 6 juz 3, total jumlah ayatnya sebanyak 37 ayat. Surah ke-37 Al-Qur’an adalah Ash-Shaffat (yang bershaf-shaf). Gampangnya ketika kita memasuki masjid, orang yang datang lebih dahulu dan tanpa disuruh mereka sudah menempatkan dirinya pada shaf paling depan kemudian diikuti yang lainnya. Itulah cara berpikir orang juz 3. emosinya akan meletup jika ada seseorang yang melihat seseorang ang tidak teratur menata sesuatu.

Namun kadang kala, keteraturan baginya adalah sebuah keinginan attau cita-cita. Ia ingin orang lain teratur sementara dirinya tidak mau diatur atau susah untuk kita mengaturnya.

Negatif dan Positif

Total jumlah ayat dari halaman 7 sampai dengan halaman 13 dari juz 3 63 ayat. Surah ke-63 adalah Al-Munafiquun. Dari arti ayatnya mungkin pembaca sudah dapat menjelaskan maksud dari surah tersebut. Disinilah  letak kontradiksinya, disatu sisi ia bisa bersikap bijaksana sementara di sisi lain ia bisa memperdaya seseorang dengan sikap munafiknya dan pandai memainkan perasaan orang. Surah ini bisa menjadi kelemahan sekaligus kelebihan.

Jalan Keluar

Jumlah ayat dari halaman 14 dan 15 adlaah 17 ayat. Surah ke-17 adalah Al-Israa’ artinya Perjalanan di malam hari. Namanya jalan keluar, tentunya berkaitan dengan masalah yang sedang dia hadapi. Jika masalah yang sedang ditangani benar-benar buntu, ia bukannya mencoba mencari jalan keluar lain, malah ia cenderung untuk pergi dari masalah tersebut.

Ia akan berubah menjadi seseorang yang mudah marah, karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya. Sebenarnya, jika ia mengambil filosofi dari Isra’ Mi’raj, disitulah ia akan mendapatkan jalan keluar.

Dasar

Jumlah ayat dari halaman 16 juz 3 adalah 8 ayat. Surah ke-8 adalah An-Anfaal artinya Rampasan Perang. Bagi orang juz 3, tidak ada istlah leha-leha untuk mendapat rezeki. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada kecenderungan sebuah hasil yang dia inginkan adalah dalam bentuk materi. Sikap negatif dari orang juz 3 yang harus dihindari adalah adanya kecenderungan dirinya untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai keinginannya.

e=’text� >g:`9�?4

Taktis

Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai halaman 6 berjumlah 59, surah ke-59 yaitu surah Al-Hasyr (pengusiran), ini berarti cara berpikir orang yang berjuz 4 cenderung keras dan seakan-akan ia tidak mau tahu dan masa bodoh terhadap pikiran orang lain.

Positif dan Negatif

Jumlah ayat dari halam 7 sampai halaman 13 adalah 55 ayat. Maka surah ke-55 adalah Ar-Rahman (Yang Maha Bijaksana), hal ini berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan. Arti lain dari Ar-Rahman adalah kasih-sayang. Dengan kata lain, dia pandai menebar kasih sayang dan bisa bersikap sangat romantis. Namun, sikap dan asih sayang diberikan kadang kala sering disalah artikan dan tentu hal itu akan menimbulkan permasalahan baru baginya.

Jalan Keluar

Jumlah ayat terkandung di halaman 14 dan 15 berjumlah 12 ayat. Surah AL-Qur’an yang ke 12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf), yang berarti ia akan selalu mengambil jalan tengah dalam memecahkan masalah sehingga dicapai “win-win solution”. Selain itu juga ia pandai berpolitik dan trik-trik cerdas dalam mencari solusi. Nabi Yusuf merupakan simbolisasi dari udara. Untuk bisa keluar dari permasalahan yang ia hadapi, ia harus bisa membentuk dirinya seperti keadaan yang berpengaruh saat itu.

Dasar

Halaman 16 berjumlah 6 ayat. Surah yang ke-6 adalah Al-An’am (binatang ternak), artinya pada dasarnya orang yang berjuz 4 tidak bisa mandiri, ia akan selalu tergantung pada orang lain dan cenderung memerlukan pendamping atau teman walaupun untuk sekadar mendengar curhatnya. Inipun sama dengan yang sudah kita terangkan atas.

� �tl`9�?4si-language:EN-CA’> manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain

__________________________________________________________________________________________________

Juz 2

(Jaga Penampilan dan Tempramental)

Karakter juz 2, hampir mirip dengan karakter dari juz 1. Hal ini disebabkan karena pada juz 2 juga terdapat surah Al-Baqarah. Namun yang membedakan adalah jumlah ayatnya. Bahkan juz dua ini, hanya berisi satu surah saja yaitu Al-Baqarah ayat 141 sampai dengan 252. Total ayatnya adalah 111 ayat.

Diantara 30 juz, jumlah ayat yang paling sedikit adalah juz dua dan juz enam. Hanya terdapat 111 ayat. Surah ke-111 Al-Qur’an adalah Al-Lahab (gejolak api). Perumpamaan lain dari gejolak api adalah Emosi. Seringkali, seseorang yang berjuz 2 menanggapi segala sesuatu dengan emosi, meskipun emosi tersebut sifatnya hanya sesaat. Bahkan saat dia emosi, siapapun orang yang terdekat dengan dia bisa kena “semprot”. Dengan kata lain, ia susah untuk mengendalikan emosinya dan tidak menempatkan emosi pada tempatnya.

Selain itu, Al-Lahab juga menggambarkan tentang antusiasme. Namun bukan sembarang antusiasme. Antusias ini lebih kepada sesuatu yang bisa ditangkap oleh indra penglihatan. Hal ini pengaruh dari ‘ain 2 memiliki arti mata. Artinya dia mudah sekali terpedaya oleh penampilan. Bila penampilan seseorang itu “indah” dia akan mudah antusias dan percaya, meskipun apa yang dilakukan atau diucapkan orang itu belum tentu benar. Sebaliknya, bila penampilan orang itu kurang meyakinkan dalam pendangannya, dia akan bersikap acuh tak acuh. Sederhananya, orang berjuz 2 mudah tertipu oleh penampilan.

Atau dengan kata lain, dia lebih melihat kepada figur ketimbang apa yang dipunyai oleh si figur. Maka tidak jarang dia menyepelekan kemampuan seseorang. Oleh karena itu, seorang juz 2 juga biasanya cenderung menampakkan sifatnya yang “bandel”, tak dapat dinasihati. Setelah dia “mentok” atau terbentur, barulah ia percaya pada omongan orang.

Sapi adalah salah satu binatang yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perubahan cuaca. Bagi orang juz 2 dia memiliki kecenderungantahan terhdap cuaca. Ia juga seorang pekerja keras dan pantang menyerah. Namun kadang kala ia bisa kehilangan inisiatif jika emosi yang mengendalikan akalnya. Dengan kata lain, kalau tidak dicambuk ia tidak bergerak atau jalan.

Selain melihat karakter berdasarkan surah, kita juga bisa mengkajinya melalui huruf. Secara urutan huruf hijaiyyah, Ba adalah huruf ke-2. menurut arti ‘ain, maka ‘ain ke-2 artinya Mata. Ini berarti juga bahwa seseorang juz 2 sangat pandai dan terampil dalam membaca atau mengamati tingkah-laku, pikiran seseorang dan juga kondisi serta situasi. Maka tidak heran bila seseorang juz 2 terkesan seius dan penuh selidik terhadpa semua hal.

Orang juz 2 juga memiliki kepandaian “mengatasnamakan” orang lain dalam menjelaskan sesuatu. Dia sangat pandai menggunakan “kata si anu” dan sebaginya ia sendiri seolah hampir tidak pernah memiliki kata atu pikiran (pendapat). Jika kelincahan mengtas-namakan orang lain dalam pembicaraan itu kemudian dipakai untuk tuujan tertentu, maka seorang juz 2 sangat pandai dalam “menghasut” orang.

Kondisikan sejak kecil untuk membaca. Dengan maksud, agar kekuatan matanya mendapat akomodasi secara dini. Ia punya bakat untuk menjadi seorang pengamat, bahkan memperbaiki mesin atau alat yang kecil-kecil ia mampu. Karena ‘ain ke-2 artinya mata, maka kelebihan lain yang bisa muncul darinya, i dapat tidur berhar-hari. Atau dengan mudah tidur di manapun, dan dalam kondisi apapun. Artinya ia dapat menyinkronkan bagian matanya sedemikin rupa sehingga tidak ada problem “susah tidur”.

Meskipun memiliki fisik yang kuat, tetapi juz 2 mempunyai perasaan “cengeng” atau mudah tersinggung dan pada umumnya tidak bisa “cuek”. Karena pada dasarnya ia seorang yang lemah secara mentalitasnya, maka ia tidak memiliki kepercayaan diri. Ia cenderung menggunakan orang lain sebaggai “tameng”. Ia berlindung diri di balik “kata orang”. Tetapi suatu saat, ia juga memiliki “egoisme” yang membuatnya menjadi susah berkomunikasi. Juz ini berisi ayat-ayat yang relatif panjang-panjang dan di tengah-tengah juz tidak terdapat baris yang beriasi nama surah atau basmalah.

Ini juga dapat menunjukkan bahwa seorang juz 2 memiliki sifat yang tertutup, karena kepercayaan dirinya yang lemah. Maka seorang juz 2 juga cenderung lambat, dan sangat ragu-ragu dalam menangani masalah. Dia selalu “takut salah” dalam menangani atau mengerjakan sesuatu.

Namun demikian, ia juga seorang yang tahan banting, dan “kebal” dari lecehan orang. Apabila ia melakukan kesalahan, ia cukup siap untuk dimarahi. Meski demikian, ia tidak mudah frustasi. Apabila ia menjadi seorang pekerja tulen, maka ia akan menjadi yang benar-benar kuat secara fisik. Jika ia menjadi seorang pemikir, maka pikirannya sangat insklusif dan mudah terpengaruh.

Kalau kita cermati, setiap awal surah setiap juz, selalu ditandai oleh kata yang dicetak dengan huruf tebal. Disamping sebagai tanda awal juz, tentunya ada makna dibalik kata tersebut.

Kata yang mengawali juz 2 adalah ﺲﻱﻖﻭﻝ . Dari huruf-huruf tersebut kita dapat melihat karakter dari juz tersebut. Huruf ﺲ (sin) adalah urutan huruf ke-12. Sedangkan ‘ain ke-12 memiliki makna ambisi/motivasi/alat vital. Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa dalam menyikapi masalah tertentu, dia selalu mengandalkan emosionalnya. Hal ini sesuai dengan arti dari huruf itu sendiri. Namun dia sangat berambisi dan memiliki motivasi tinggi dalam menyelesaikan apapun yang dikerjakan.

Maslah daya tarik dengan lawan jenis, dia mudah tertarik dengan sosok yang menurut dia “indah” dipandang. Tidak pandang bulu, miskin, kaya, pintar, bodoh atau apapun. Hal itu bisa menjadi prioritas ke sekian buatnya.

Huruf ﻱ (Ya). Berdasarkan ‘ain memiliki makna inti manusia/kandungan. Baginya, segala sesuatu yang harus dilakukan harus ada hasil yang berarti buatnya. Jadi, kemungknan kecil sekali dia melakukan hal-hal yang kaitannya dengan sosial, kecuali dengan orang-orang yang terdekat dengan dia. Pada kondisi tertentu, dia pandai sekali menyelami hati seseorang.

Huruf ﻖ (Qaaf), maknanya kepala. Di atas juga sudah dijelaskan, bahwa pada dasarnya orang berjuz 2 keras kepala dan susah sekali menerima nasihat orang lain. Berpikir logis adalah syarat mutlak baginya. Kadang kala dia sering menafikan hal-hal yang susah dicerna oleh nalarnya.

Huruf ﻭ (Wawu), maknanya modal, potensi atau putaran waktu. Bagi juz 2 melakukan segala sesuatu membutuhkan modal. Ia memiliki potensi yang terpendam. Namun kadang kala kurang percaya diri.

Huruf ﻝ (Lam), maknanya manusia atau bayi. Orang yang membawa karakter juz 2 memiliki kemanjaan psikologis, sehingga hidupnya selalu memerlukan kehadiran orang lain, yang bersedia membantu atau melindunginya. Seperti sudah diurai di atas, juz 2 bisa menjadi seorang yang cengeng.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis

Jumlah ayat dari halaman 1 sampai halaman 6 adalah 46 ayat. Setelah itu, angka 46 disubstitusikan menjadi surah Al-Qur’an. Surah ke-46 adalah Al-Ahqaaf artinya Bukit Pasir. Karakter juz 2 berdasarkan surah tersebut adalah ia pandai membawa diri. Mudah membawa suasana hati. Artinya, jika ia sedang ada maslaah di rumah, mka suasana tersebut akan ia bawa kemanapun ia pergi.

Negatif dan Positif

Dihitung berdasarkan jumlah ayat dari halaman 7 sampai halaman 13 dari juz yaitu 46 ayat. İnilah kelebihan orang juz 2. Sepertinya ia mudah berubah atau tidak punya peendirian, namun itulah strategi adaptasi dia untuk menarik perhatian lawan atau kawannya. Jadi jangan kaget jika suatu saat kitalah yang akan mengikuti kemauan dia. Tak ubahnya seperti “Quick Sand”, pasir hisap.

Jalan Keluar

Dihitung dari jumlah ayat halaman 14 dan halaman 15. jumlah ayaat pada 2 halaman tersebut adalah 13 ayat. Surah ke-13 adalah Al-Ra’ad artinya Guruh atau Petir. Karena ini merupakan jalan keluar, maka dalam menyelesaikan maslah, orang juz 2 akan mengedepankan emosinya terlebih dahulu. Dengan gaya bicara yang cenderung meledak-ledak, dsitulah senjata dia untuk mempengaruhi seseorang. Timbulnya guruh atau petir karena adanya perbedaan muatan pada awan positf dan negatif. Artinya, dia akan mudah tersulut emosinya jika seseorang tidak sependapat dengan dirinya. Seseorang harus mengikuti apa kata dia.

Dasar

Dihitung dari halaman 16. Jumlah ayat di halaman 16 adalah 6 ayat. Surah ke-6 adalah Al-An’am artinya Binatang Ternak. Pada dasarnya seorang juz 2 tidak bisa mandiri, dia akan selalu membutuhkan pendamping. Orang yang selalu membimbing dia setiap saat. Disinilah kelemahan terbesar dia. İa akan mudah mengikuti apapun kemauan dan ucapan seseorang yang dia anggap sebagai pembimbingnya.

be� ” a`9�?4ap negatif dari orang juz 3 yang harus dihindari adalah adanya kecenderungan dirinya untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai keinginannya.

e=’text� >g:`9�?4

Taktis

Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai halaman 6 berjumlah 59, surah ke-59 yaitu surah Al-Hasyr (pengusiran), ini berarti cara berpikir orang yang berjuz 4 cenderung keras dan seakan-akan ia tidak mau tahu dan masa bodoh terhadap pikiran orang lain.

Positif dan Negatif

Jumlah ayat dari halam 7 sampai halaman 13 adalah 55 ayat. Maka surah ke-55 adalah Ar-Rahman (Yang Maha Bijaksana), hal ini berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan. Arti lain dari Ar-Rahman adalah kasih-sayang. Dengan kata lain, dia pandai menebar kasih sayang dan bisa bersikap sangat romantis. Namun, sikap dan asih sayang diberikan kadang kala sering disalah artikan dan tentu hal itu akan menimbulkan permasalahan baru baginya.

Jalan Keluar

Jumlah ayat terkandung di halaman 14 dan 15 berjumlah 12 ayat. Surah AL-Qur’an yang ke 12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf), yang berarti ia akan selalu mengambil jalan tengah dalam memecahkan masalah sehingga dicapai “win-win solution”. Selain itu juga ia pandai berpolitik dan trik-trik cerdas dalam mencari solusi. Nabi Yusuf merupakan simbolisasi dari udara. Untuk bisa keluar dari permasalahan yang ia hadapi, ia harus bisa membentuk dirinya seperti keadaan yang berpengaruh saat itu.

Dasar

Halaman 16 berjumlah 6 ayat. Surah yang ke-6 adalah Al-An’am (binatang ternak), artinya pada dasarnya orang yang berjuz 4 tidak bisa mandiri, ia akan selalu tergantung pada orang lain dan cenderung memerlukan pendamping atau teman walaupun untuk sekadar mendengar curhatnya. Inipun sama dengan yang sudah kita terangkan atas.

� �tl`9�?4si-language:EN-CA’> manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain

__________________________________________________________________________________________________

Juz 1

(Melayani dan Dilayani)

Angka 1 berhuruf Alif. Ciri utama Alif adalah bila di depan tidak mau “menggandeng” huruf di belakangnya, tidak dapat menempati posisi tengah, bila di belakang maunya digandeng (sebagai huruf Mad). Maksudnya hanya dapat menempati awal dan akhir rangkaian huruf.

Karakter seorang juz 1, apabila seseorang juz 1 berada di depan, misalnya menjadi pemimpin ia cenderung bersikap egois, dan sangat otoriter. Ia sangat mandiri dan berkesan tak butuh bantuan orang lain. Segala keinginannya harus terpenuhi. Sebab ia merasa yang paling benar oleh karenanya haru diikuti. Tetapi bila ia berada di belakang, ia sama sekali tidak memiliki pilihan. Dia dapat dengan mudah menurut dan ikut pada siapapun.

Juz 1 memiliki keunikan tersendiri. Hal ini nampak pada ornamen halaman 2 dan 3 yang dibedakan dengan halaman lain Al-Qur’an. Artinya seorang juz 1 juga cenderung menuntu keistimewaan tertentu, baik dalam lngkungan keluarga, pekerjaan atau bermasyarakat.

Jumlah halaman juz 1, lebih sedikit dibanding dengan juz-juz lain (16 halaman). Sementara juz 1 hanya 14 halaman. Ia selalu merasa ada saja sesuatu yang kurang dalam dirinya, bahkan selalu tidak puas. Hal ini membuat ia kehilangan “sesuatu” dalam dirinya.

Juz 1 memiliki surah AL-Baqarah (sapi betina). Hal ini bisa berbanding terbalik dengan sifat berdasarkan huruf alif yang cenderung tak butuh bantuan orang lain (bila posisi hurufnya di depan huruf lain). Jika sifat surah Al-Baqarah dominan, orang juz 1 memiliki rasa ketergantungan pada orang lain. Atau dengan kata lain, merupakan gambaran dari posisi alif yang terletak di belakang huruf tertentu.

Dalam kondisi tertentu, misalnya ketika dia sudah tidak tahu mesti berbuat apa, terkadang terkesan pasrah jika orang lain “memerah” jerih payahnya. Seolah-olah dia tida memiliki pilihan dan tidak kuasa untuk menolak jika seseorang berbuat demikian pada dirinya.

Pengaruh surah Al-Baqarah ini membuat dirinya menjadi “pelayan” yang baik bagi orang lain, terutama keluarganya. Memberikan susu bagi anak-anaknya sekaligus pemelihara. Faktor surah ini pula membuat seorang juz 1 merupakan pekerja keras.

Al-Qur’an mushaf Utsmani format 18 baris memiliki karakteristik yang khusus. Dimana jumlah halaman dari juz 2 sampai juz 29 adalah sama, yaitu 16 halaman. Namun, ada dua juz yang jumlah halamannya berbeda, yakni juz 1 dan juz 30.

Juz 1 jumlah halamannya 14 sedangkan juz 30 memiliki 21 halaman. Perbedaan jumlah halaman ini juga bisa menggambarkan karakter dari juz yang bersangkutan. Karena halamannya kurang, membuat orang dengan juz 1 selalu saja ada merasa ada sesuatu yang kurang pada dirinya atau bisa menjadi orang yang kurang percaya diri.

Disisi lain, ia bisa menjadi seseorang yang tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Sebaliknya juz 30, kadang terlalu over confident, sehingga sepertinya dia menguasai semua hal. Atau dengan kata lain, dia merasa memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain.

Jika surah Al-Baqarah nya yang mendominasi pada diri orang berjuz 1, dia bisa menjadi orang yang akan selalu minta untuk dilayani. Kurang inisiatif dan mudah sekali dipengaruhi, baik keadaan maupun orang lain.

Surah Al-Fatihah artinya pembukaan. Bisa juga diartikan pendobrak dan pioneer. Pengaruh surah ini membuat dia memiliki bakat  untuk melakukan terobosan atau membuka jalan. Membuka ruang untuk masuknya hal baru. Sehingga ia bisa menjadi orang yang dinamis karena menyukai sesuatu hal baru, ia cenderung cepat bosan terhadap kondisi yang monoton.

Selain itu, pengaruh jumlah ayat pada Al-Fatihah juga memberikan gambaran tentang juz 1. jumlah ayat Al-Fatihah adalah ayat 7 ayat. Bila kita korelasikan angka 7 dengan surah Al-Qur’an, maka surah ke-7 adalah Al-A’raaf (tempat tertinggi). Dari sisi negatif, pengaruh surah ini bisa membuat seseorang juz 1 seringkali memnadnag remeh orang lain. Dia ingin selalu dianggap”penting”. Terkadang pengaruh surah ini membuat orang berjuz 1 terkesan sombong atau tinggi hati.

Data untuk mengetahui karakter seseorang berdasarkan juz salah satunya adalah tanda ‘Ain. Sangat disayangkan, ada sebagian cetak Al-Qur’an yang menghilangkan angka pada tanda ‘ain tersebut. Padahal, angka tersebut akan mempermudah kita mendapatkan informasi. Baik yang berkaitan dengan karakter seseorang berdasarkan juznya maupun informasi lain. Sekarang kita akan menganalisis karakter juz berdasarkan ‘ain.

‘Ain 1 berarti kepala/otak. Hal ini punya makna, dengan kekuatan “otak”, seseorang dapat menemukan suatu bentuk “kreativitas”. Ia dapat mendobrak kebuntuan, memiliki banyak akal dan ide brilian. Apabila kita amati tanda ‘ain pada pinggir halaman pertama juz 1, terdapat angka-angka sebagai berikut:

1.          Angka 1 (angka di atas ‘ain merupakan ‘ain surah)

2.          Angka 7 (angka di tengah ‘ain merupakan jumlah ayat dalam 1 ‘ain)

3.          Angka 1 (angka di bawah a’in adalah ‘ain juz)

Dengan bantuan arti angka ini akan mempermudah membaca karakter. ‘Ain 1 adalah otak, angka 7 artinya input dan output. Angka 1 diatas pelaksanaannya atau hasil, karena angka 1 di atas merupakan ‘ain surah. Makna dari ketiga angka itu adalah orang juz 1 dapat berpikir optimal jka banyak mendapat masukan. Namun dalam pelaksanaannya, ide atau masukan itu hanya lewat begitu saja. Dia cenderung menggunakan idenya sendiri.

Seperti cara kerja paru-paru, oksigen yang dibutuhkan sangat sedikit. Tarikan napas demi senapas. Ia hanya mengambil sedikit sekali ide-ide orang lain. Tap dia akan sama sekali tidak bisa berpikir jika tidak ada masukan. Ibarat paru-paru dan otak, tanpa oksigen ta bisa bekerja.

Secara fisik, kelemahan juz 1 adalah kepala. Karakter komplit orang juz 1, bisa dengan melihat ‘ain-‘ain selanjutnya. Tentunya, dengan melihat simbol yang ada din mengartikannya seperti di aataas. Jika pembaca yang budiman memiliki anak juz 1, sebaiknya dididik atau dikondsikan memiliki kegemaran berpikir. Harapannya, ia benar-benar dapat memfungsikan kekuatan otak sejak dini. Pada prnsipnya, ia dapat memasuki bidang apa pun, asalkan ia mendapatkan”pelayanan” secara proporsional sejak kecil.

Anak juz 1 dapat mengaktualisasikan diri secara optimal dengan dukungan “pelayanan” penuh pengertian dari pihak lain, atau orang lain di sekelilingnya. Karier dan pekerjaan yang sesuai bagi orang juz 1 adalah konseptor, ketentaraan, dan analisi. ‘Ain juznya adalah 5 dan jumlah ayatnya 7. angka 5 berarti Tangan atau Penanganan. Angka 7 berarti paru-paru atau input dan output.

Inilah salah satu kelebihan orang juz 1. dia begitu hati-hati dalam menangani suatu permasalahan. Menganalisis dan menerapkan hasil analisisnya adalah suatu keharusan baginya. Dalam berdagang, dia akan benar-benar memperhitungkan untung ruginya walaupun itu satu sen. Dia juga seorang yang tidak mau berspekulasi.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis

Jumlah ayat dari halaman 1 sampai 6 pada juz 1 yaitu 43 ayat. Kalau kita koncersikan angka 43 dalam urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah Az-Zukhruf, artinya barang-brang perhiasan.

Cara menghadapi orang yang membawa karakter juz 1 menurut data di atas, efektif jika melalui pendekatan “pemaparan hasil”. Maknanya, bila kita menawarkan kepadanya sebuah pekerjaan, maka yang harus kita utarakan terlebih dahulu adalah kompensasi dan hasil yang akan dicapai. Umumnya, perhiasan tidak terbentuk begitu saja melainkan ada sebuah proses. Dengan kata lain, tipikal juz ini kurang menyukai sesuatu yang sifatnya instan. Dia akan bangga pada dirinya jika dia mendpatkan sesuatu dari hasil upayanya.

Dia akan menjadi seseorang yang “matang” jika dia ditempa dalam kehidupan yang keras dan tidak dimanjakan. Sebagaimana sebuah perhiasan itu terbentuk.

Negatif dan Positif

Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 berjumlah 72 ayat. Angka 72 yang kita rujuk  dalam urutan surah AL-Quran, yaitu Al-Jin. Maknanya, orang yang membawa karakter juz 1 mudah percaya terhadap sesuatu sekalipun tanpa bukti. Secara metafisis, ia mempunyai kelebihan pada kepekaan spiritual. Tak jarang, orang yang berjuz 1 dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata.

Dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak, keberadaan jin disekeliling kita banyak sekali jin. Begitu bila kita rujuk pada karakter juz 1, seringkali keberadaan atau hasil yang telah dicapainya tidak dilihat orang lain.

Jalan Keluar

Dua puluh dua ayat merupakan jumlah yat dari halaman 14 dan 15 pada juz 1. Jika  22 substitusikan menjadi urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah Al-Hajj. Hal ini menunjukkan orang yang berjuz 1 prefeksionis. Dalam pandangannya, segala sesuatu harus tampak sempurna, padahal tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dalam menjalankan sebuah rutinitas atau pekerjaan, ia pantang berhenti atau istirahat sebelum selesai atau sempurna.

Dasar

Pada halaman terakhir juz 1, ayatnya berjumlah 11. Surah ke-11 yaitu Hud. Hud merupakan simbolisasi dari tanah. Pada dasarnya, orang yang berjuz 1 susah melakukan verifikasi terhadap lingkungannya. Terkadang, ia juga agak susah membedakan mana yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri. Hal itu sebagaimana sifat tanah yang akan menerima apa saja yang jatuh di tanah.

sY �n `9�?4 dari Ar-Rahman adalah kasih-sayang. Dengan kata lain, dia pandai menebar kasih sayang dan bisa bersikap sangat romantis. Namun, sikap dan asih sayang diberikan kadang kala sering disalah artikan dan tentu hal itu akan menimbulkan permasalahan baru baginya.

Jalan Keluar

Jumlah ayat terkandung di halaman 14 dan 15 berjumlah 12 ayat. Surah AL-Qur’an yang ke 12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf), yang berarti ia akan selalu mengambil jalan tengah dalam memecahkan masalah sehingga dicapai “win-win solution”. Selain itu juga ia pandai berpolitik dan trik-trik cerdas dalam mencari solusi. Nabi Yusuf merupakan simbolisasi dari udara. Untuk bisa keluar dari permasalahan yang ia hadapi, ia harus bisa membentuk dirinya seperti keadaan yang berpengaruh saat itu.

Dasar

Halaman 16 berjumlah 6 ayat. Surah yang ke-6 adalah Al-An’am (binatang ternak), artinya pada dasarnya orang yang berjuz 4 tidak bisa mandiri, ia akan selalu tergantung pada orang lain dan cenderung memerlukan pendamping atau teman walaupun untuk sekadar mendengar curhatnya. Inipun sama dengan yang sudah kita terangkan atas.

� �tl`9�?4si-language:EN-CA’> manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem, tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya sistem tubuh.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan, maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten, legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam, maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir, ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu, betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke- 6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun, seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah) yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak, dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain



Posted in Uncategorized | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.